<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>KolomKita.Com</title>
	<link>http://www.kolomkita.com</link>
	<description>Ceritakan Pada Dunia</description>
	<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 13:33:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Layangan Putus</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2009/12/23/layangan-putus/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2009/12/23/layangan-putus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 13:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raidah Intizar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta, Keluarga dan Sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2009/12/23/layangan-putus/</guid>
		<description><![CDATA[Mana orang itu? Katanya akan datang ke pameran perdana museum layang-layang, kenapa sampai sekarang belum menyusul? batinku gelisah.
Aku melancarkan pandangan mengelilingi ruangan, kudapati seorang anak kecil berlari mendekati sebuah layangan putih sederhana yang dipajang di sudut. Aku menghampiri anak itu berniat menyapanya sebelum ia  bergerak gesit; ia menyentuh layang-layang putih itu dan menariknya hingga putus.
&#8220;Hei!!&#8221;
Terlambat. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2009/12/23/layangan-putus/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Untukmu</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/surat-untukmu/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/surat-untukmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 10:45:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zoelkarnaen</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta, Keluarga dan Sahabat]]></category>

		<category><![CDATA[Resah, Gelisah dan Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2009/12/22/surat-untukmu/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sepi kucoba renungi
Makna segala perkataanmu
Kucoba &#8216;tuk ambil hikmahnya
Kucoba tersenyum pada nasib
Kau ingkari hatimu
Demi &#8216;tuk raih sebuah harapan
Dalam kecewa kukagumi dirimu
Bulan pun sembunyi malam ini
Pengorbanan seorang perawan
Yang dulu pernah bersinar
Biarkan mereka menyerang
Biarkan mereka hancurkan
Izinkan pena ini menari
Untuk goreskan kata-kata cinta
Dalam lembaran hatimu
Hati yang pernah jadi miliku
Semua logika akan memudar
Ketika sang waktu mulai berpacu
Tertawalah bersamaku malam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/surat-untukmu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>For Now</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/for-now/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/for-now/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 10:45:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zoelkarnaen</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[English Articles]]></category>

		<category><![CDATA[Resah, Gelisah dan Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2009/12/22/for-now/</guid>
		<description><![CDATA[I&#8217;m standing here
Alone in the dark
No one can hear me
For now
I&#8217;m a black rainbow
Flying into the night
No one can see me
For now
I&#8217;m a lost soul
Crawling into the mist
No one can love me
For now
I&#8217;m a broken wheel
Fight my way back to the road
No one waited for me
For now
I&#8217;m a blind heart
Craving for love
No one  can guide [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/for-now/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/cinta-22/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/cinta-22/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 10:43:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adella</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<category><![CDATA[Cerita Kehidupan]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta, Keluarga dan Sahabat]]></category>

		<category><![CDATA[Kehidupan Remaja]]></category>

		<category><![CDATA[Resah, Gelisah dan Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2009/12/22/cinta-22/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sis, lo mau gak jadi cewek gua?&#8221;
Akhirnya kalimat itu terucap juga dari mulut Andre, cowok yang belakangan ini mengisi hari-hari Siska. Sejak Siska berkenalan dengan Andre sekitar enam bulan yang lalu, Andre selalu membuat Siska bahagia. Meskipun perkenalan mereka saat itu tak disengaja, tapi justru itu yang membuat Siska suka tersenyum sendiri ketika mengingat peristiwa [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/cinta-22/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Demi Sebuah Mimpi</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/demi-sebuah-mimpi/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/demi-sebuah-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 10:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blackedic</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Asa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2009/12/22/demi-sebuah-mimpi/</guid>
		<description><![CDATA[  
Berlari-lari mengejar mentari
Kala hujan menunggu pelangi
Sepertinya lelah enggan menyentuh
Tubuh kecil yang penuh semangat
Riak ombak bergulung dari kejauhan
Ketika aku menatap di sini
Pandanganku jauh menerawang
Esok,
Ah, aku masih tidak tahu tentang esok
Ku biarkan saja mimpi ini terbang
Melayang menggapai harapan
Aku tidak peduli,
Biarkan saja ini mengalir seperti air
Kalaupun aku tersandung
Itu sudah biasa, tidak usah khawatir
Aku akan bangkit lagi
Berjalan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/demi-sebuah-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Di Manakah Cinta?</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/di-manakah-cinta/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/di-manakah-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 10:09:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agthaa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta, Keluarga dan Sahabat]]></category>

		<category><![CDATA[Kelam]]></category>

		<category><![CDATA[Kehidupan Remaja]]></category>

		<category><![CDATA[Asa]]></category>

		<category><![CDATA[Sunyi dan Sepi]]></category>

		<category><![CDATA[Resah, Gelisah dan Sedih]]></category>

		<category><![CDATA[Dendam dan Emosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2009/12/22/di-manakah-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Di manakah cinta?
Apabila cinta bermain akrobat di belakangku…
Bila cinta bersembunyi di balik selimut palsu
Bila wajahnya pun bersembunyi di balik topeng
Sehingga belaian hanyalah sebuah bayangan semu
Di manakah cinta?
Bila bibir seperti sayat belati…
Bila mata seperti api menjalar..
Bila langkah menjadi terseret-seret
Sehingga terhempas debu dan angin kencang
Di manakah cinta?
Bila cinta memuntahkan kata-katanya tepat di depan bibir…
Bila cinta memaki aku [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2009/12/22/di-manakah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gambaran Hidup Penghuni Pulau Sagu</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2009/03/17/gambaran-hidup-penghuni-pulau-sagu/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2009/03/17/gambaran-hidup-penghuni-pulau-sagu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 12:23:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Roymon Lemosol</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Cerita Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2009/03/17/gambaran-hidup-penghuni-pulau-sagu/</guid>
		<description><![CDATA[setiap kali melihat pohon sagu
membayang sosok penghuni
pulau Sagu
pada batangnya yang besar dan kasar
kukenang sosok yang kekar dan tegar
menantang badai yang datang silih berganti
pada riuh-rendah daunnya diterpa angin
kudengar suara orang memanggil
bila kususuri jalan yang salah
lalu diam bersama angin yang mereda
bersama langkah kaki menapak di jalan yang benar
pada putih sarinya yang halus dan lembut
kutemukan ketulusan hati setiap [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2009/03/17/gambaran-hidup-penghuni-pulau-sagu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jujur Saja</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2009/03/17/jujur-saja/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2009/03/17/jujur-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 12:14:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toge</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Jeritan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2009/03/17/jujur-saja/</guid>
		<description><![CDATA[aku ditampar terkapar semua pudar
yang berakar menjadi besar bayangan tergambar
kebencian takkan usai di sini
tangan terkepal pecahkan kaca sepenggal
menjadi buyar
menjadi pudar
itukah terbaik yang kau bisa
itukah kata hatimu
jujur saja..
jujur saja padaku..
terdengar di sana
hatimu berkata tidak
begitu ingin kau membelai
setulus hati sepenuh cinta..
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2009/03/17/jujur-saja/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dengar Pendapat</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2009/03/17/dengar-pendapat/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2009/03/17/dengar-pendapat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 12:10:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sekar</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<category><![CDATA[Cerita Kehidupan]]></category>

		<category><![CDATA[Asa]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2009/03/17/dengar-pendapat/</guid>
		<description><![CDATA[Wajah keruh Anggun menandakan betapa teruknya keadaan yang ada dalam pikirannya, otak, dan mungkin emosinya. Anggun, mungkin hanya namanya saja, dalam kesehariannya tak satu pun yang  terlihat anggun di mata rekan, tetangga juga keluarganya.
Jeans kumal  yang mungkin hanya seminggu sekali dicuci selalu membungkus tubuh indahnya. Kaos oblong warna kuning (entah berapa helai dia [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2009/03/17/dengar-pendapat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Itulah Aku</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2009/03/17/itulah-aku/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2009/03/17/itulah-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 11:35:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>berber78</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Jeritan]]></category>

		<category><![CDATA[Kerinduan dan kenangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2009/03/17/itulah-aku/</guid>
		<description><![CDATA[Pagiku sirna terhempas di atas bebatuan tajam
Siang yang menjelang tak mampu membuat hangat tubuhku yang kedinginan di dalam peraduan.
Banyak pesan ku kirimkan untukmu, wahai Rajaku seorang.
Itulah Aku
Bukan untuk menghindari etika itu.
Itulah perasanku&#8230;
Karena suara hati tak pernah menipu
Itulah isi hatiku&#8230;
Karena bicara kadang membuat lidah kelu.
Itulah kerinduanku&#8230;
Karena Aku tak mungkin mendapatkan tempat memenuhi hatimu.
Itulah kesahku&#8230;
Karena Engkau adalah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2009/03/17/itulah-aku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
