<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>KolomKita.Com</title>
	<link>http://www.kolomkita.com</link>
	<description>Ceritakan Pada Dunia</description>
	<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 12:06:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Di Balik Ketiadaan Hambatan Hidup</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/di-balik-ketiadaan-hambatan-hidup/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/di-balik-ketiadaan-hambatan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 12:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<category><![CDATA[Cerita Kehidupan]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta, Keluarga dan Sahabat]]></category>

		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2008/07/03/di-balik-ketiadaan-hambatan-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[Tak seharusnya dia diam seperti ini.
Selama bertahun-tahun dia hidup, tak pernah ada orang yang tega mengatakan kata sepedih itu. Nyaris telinganya putus karenanya. Entah kenapa, Candra bagai tertusuk pedang yang benar-benar panjang. Candra termenung.
&#8220;Aku tahu, kau tak pernah mendengar kata-kata seperti yang kukatakan khusus untukmu. Tapi itu memang pantas. Kau tak akan maju, bila kau seperti ini [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/di-balik-ketiadaan-hambatan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kau Namai Dia Malam</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/kau-namai-dia-malam/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/kau-namai-dia-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 11:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Stebby Julionatan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta, Keluarga dan Sahabat]]></category>

		<category><![CDATA[Kerinduan dan kenangan]]></category>

		<category><![CDATA[Resah, Gelisah dan Sedih]]></category>

		<category><![CDATA[Teruntuk]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2008/07/03/kau-namai-dia-malam/</guid>
		<description><![CDATA[- untuk Anna Maria
Kau teguk sisa-sisa hujan dalam cawan itu. Yang isinya berbiak dalam perutmu. Lalu di saat rahimmu bergolak dasyat, kau namai dia Malam.
Kau mengguyurnya dengan tubuh hujanmu. Menisiknya ke dalam selimut petang. Dan meniupkan pijar pengampunan dalam dinding kamarmu yang sesak padat.
Entah apa maumu? Kau susui dia dengan penderitaan. Kau didik dia dengan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/kau-namai-dia-malam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pada Tanah Gelombang</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/pada-tanah-gelombang/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/pada-tanah-gelombang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 11:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Stebby Julionatan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta, Keluarga dan Sahabat]]></category>

		<category><![CDATA[Jeritan]]></category>

		<category><![CDATA[Kerinduan dan kenangan]]></category>

		<category><![CDATA[Asa]]></category>

		<category><![CDATA[Resah, Gelisah dan Sedih]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2008/07/03/pada-tanah-gelombang/</guid>
		<description><![CDATA[- untuk Kumanosuke Adachi
Pada tanah gelombang, hujan sempat membasahi bibir bumi
melumatnya dalam kecupan yang hambar
ada bandang kekhawatiran
jika retas air itu menyapanya terlalu mesrah
Pada tanah gelombang, ada sebak seekor ternak
yang linglung mendekap punggung kesedihan
sebab ia tak tau kemana pergi sang induk
untuk rumput sejumput ataukah sungut pejantan lagi
Pada tanah gelombang, ada nestapa seorang budak
yang tak punya tara [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/pada-tanah-gelombang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aku di Suatu Waktu</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/aku-di-suatu-waktu/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/aku-di-suatu-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 11:09:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penuhtandatanya</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Jeritan]]></category>

		<category><![CDATA[Kelam]]></category>

		<category><![CDATA[Sunyi dan Sepi]]></category>

		<category><![CDATA[Resah, Gelisah dan Sedih]]></category>

		<category><![CDATA[Dendam dan Emosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2008/07/03/aku-di-suatu-waktu/</guid>
		<description><![CDATA[Aku di suatu waktu
Berjalan tanpa arah
Di tengah siang yang terik
Berpikir bahwa ketidakpedulian menyenangkan
Aku di suatu waktu
Menangis saat meminum secangkir kopi susu
Karena kegalauan yang membuncah
Aku di suatu waktu
Terjebak dalam lingkaran setan
Berperan dalam satu episode komedi satir
Bullshit…..!!!!
Aku di suatu waktu
Tak bergeming dalam kegelapan
Hanya terdiam dan membisu
Perlahan-lahan membatu
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/aku-di-suatu-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pagi</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/pagi-2/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/pagi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 04:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshe</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Doa, Syukur dan Pujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2008/07/03/pagi-2/</guid>
		<description><![CDATA[Hari yang cerah memberikan terang bagi pengabdi
Wajah yang ceria mencerminkan kemolekan kalbu
Pandanglah bunga-bunga bermekaran di taman
Indahnya memikat hati setiap insan
Harumnya semerbak menusuk sukma
Pandanglah sang fajar pagi yang memancarkan sinar kedamaian
Hiruplah kesejukannya yang menyegarkan jiwa nan lesu
Cermatilah beningnya embun pagi itu yang memancarkan kesucian
Nikmatilah hawa duniamu dan tentramkanlah batinmu
Sebab semuannya itu adalah Anugerah YANG ESA
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/pagi-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Danta, Sahabatku</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/danta-sahabatku/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/danta-sahabatku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 04:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshe</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<category><![CDATA[Cerita Kehidupan]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta, Keluarga dan Sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2008/07/03/danta-sahabatku/</guid>
		<description><![CDATA[Pertama aku mengenalnya ketika kami mengadakan pelatihan kepemimpinan kaum muda di Tegal Jaya, sekitar 3 kilometer dari kota Denpasar. Saat itu kami berdelapan orang bergabung dalam satu mobil dari salah satu panitia pelaksana. Awalnya kami hanya bertegur sapa dan berjabatan tangan. 
&#8220;Saya Yoshe.&#8221; 
&#8220;Oh saya Danta.&#8221;
&#8220;Dari wilayah mana, Danta?&#8221;
&#8220;Dari wilayah Asumta, Kak.&#8221;
Aku memang yang paling [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2008/07/03/danta-sahabatku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Aku&#8217; Chairil Anwar</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2008/07/02/aku-chairil-anwar/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2008/07/02/aku-chairil-anwar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 03:28:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fauzil ikhsan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<category><![CDATA[Resah, Gelisah dan Sedih]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi Diri]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2008/07/02/aku-chairil-anwar/</guid>
		<description><![CDATA[Aku binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Kini puisi itu menjadi cermin dari keadaanku sekarang ini. Seorang seniman yang menjadi binatang jalang. Dan dibuang dari kumpulanku. Semua ini sudah kuperkirakan dari dulu. Saat ketika aku mulai mengenal diriku dikehidupan yang lalu. Kini aku tidak bisa hidup untuk seribu tahun lagi.
Ketika aku mula mencari jati diriku disetiap biografi yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2008/07/02/aku-chairil-anwar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ampunilah Aku, Tuhan</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2008/07/01/ampunilah-aku-tuhan/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2008/07/01/ampunilah-aku-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 08:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoshe</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Doa, Syukur dan Pujian]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2008/07/01/ampunilah-aku-tuhan/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang telah terjadi pada duniaku
Tak ada lagi yang kurasa menyenangkan
Kemunafikan, keangkuhan, keegoisan, irihati
Semuanya kian merasuk setiap insan
Keramahan yang dulu menghiasi raut wajahmu
Kini semua sirna, seakan di telan kegelapan malam yang menakutkan
Tak ada lagi keakraban diantara sesama
Semuanya telah di perbudak oleh hawa nafsu dan keserakahan
Persaingan terjadi dimana - mana
Bahkan untuk suatu tujuan, nyawa tak lagi [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2008/07/01/ampunilah-aku-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selingkuh</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2008/06/30/selingkuh-2/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2008/06/30/selingkuh-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 09:37:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vansharju</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta, Keluarga dan Sahabat]]></category>

		<category><![CDATA[Resah, Gelisah dan Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2008/06/30/selingkuh-2/</guid>
		<description><![CDATA[Tak pernah kualami rasa seperti ini
Kala kurasa kebahagiaan yang hakiki
Ada sesuatu yang menyayat hati
Pedih, bagai tertusuk ribuan duri
Mungkin matamu telah buta
Mungkin telingamu telah tuli
Atau mungkin perasaanmu yang telah mati
Hingga kau tak rasakan hadirku ini
Kekaguman padamu telah henti
Rasa simpati di hati telah pergi
Terbang bersama hilangnya embun pagi
Dan kusadar kau tak akan lagi kumiliki
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2008/06/30/selingkuh-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ode Untukmu, Lelaki..</title>
		<link>http://www.kolomkita.com/2008/06/30/ode-untukmu-lelaki/</link>
		<comments>http://www.kolomkita.com/2008/06/30/ode-untukmu-lelaki/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 09:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penuhtandatanya</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta, Keluarga dan Sahabat]]></category>

		<category><![CDATA[Dendam dan Emosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kolomkita.com/2008/06/30/ode-untukmu-lelaki/</guid>
		<description><![CDATA[Lelaki itu berdiri di altar menatapku. Tersenyum. Senyuman paling indah yang pernah kulihat. Matanya memancarkan sinar kebahagiaan. Dan aku disini, berjalan dengan lambat, mencoba menenangkan degup jantungku. Keraguan itu kembali datang, haruskah aku terus berjalan, ataukah aku berhenti dan lari meninggalkan tempat ini. Bepergian kemana angin membawaku. Semua terlintas kembali di hadapanku.
&#160;
 * * *
&#160;
 [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.kolomkita.com/2008/06/30/ode-untukmu-lelaki/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
