KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Kategori 'Teruntuk'

- untuk Anna Maria

Kau teguk sisa-sisa hujan dalam cawan itu. Yang isinya berbiak dalam perutmu. Lalu di saat rahimmu bergolak dasyat, kau namai dia Malam.

Kau mengguyurnya dengan tubuh hujanmu. Menisiknya ke dalam selimut petang. Dan meniupkan pijar pengampunan dalam dinding kamarmu yang sesak padat.

Aku hanyalah kepingan-kepingan jiwa yang berserakan di lantai tempatmu menapak
Tak bernilai jika dibandingkan kilauan cahaya yang tersimpan di sudut matamu
Aku hanyalah senyuman pahit pada kopi hitam pagi harimu
Mencoba merangkak dari pinggir gelas untuk menyentuh bibirmu yang ranum

Saat Harus Terelakan

Mungkin memang saatnya berakhir..

Meski masih ada sedikit harap tersisa

Entahlah, tapi ku harus pergi, meninggalkan, berpaling dan melupakan..

Berbahagialah…

Apapun yg ada dalam genggaman

Jadikanlah yang terindah

Kasih tak sampai hanyalah mimpi

Biarlah semua menjadi bintang dilangit

Dan kan kutemukan sesuatu yang indah

manusiaku tak bisa bergerak lagi
rantai kemiskinan semakin kuat, semakin rapi
desas-desus menjadi api dan darah

hilang kebanggaan sebagai penghuni negeri ini
hanya meninggalkan sepotong angan-angan
untuk mereka yang selanjutnya
dan hanya lewat mimpi
negeri gemah ripah loh jinawi dapat ditemui

Lara mesra memelukku

Remukkan ketegaran kalbu

Dengan balutan belati yang rapi

Mencabik tiap kisah jadi mimpi

Kini kau hadir dengan duniamu

Penuh pelangi dari warna suci

Dari matamu terlukis hati yang jernih

Dari tuturmu terhembus jiwa yang santun

Dari senyumu terpancar sunar yang tulus

sebelum aku benar-benar pergi

bisakah kau buatkan aku segelas teh secangkir kopi

tanpa gula

tanpa kata-kata

tanpa pemanis buatan

sebelum aku benar-benar pergi sayang

pada senja yang kau lipat sebagai ingatan

simaklah aksara kerinduanku yang akan datang

bahwa di hadapan keanggunan senyummu

Kau seharusnya menjadi sang surya
yang menyambut kami dengan hangat
dan tak lelah melindungi dari gelap
Kau seharusnya menjadi sang surya
yang menguraikan tetesan hujan
menghiasi dunia dengan warna pelangi

Tapi lihatlah dirimu?
Apa yang kau lakukan?
Kau bukan sang surya yang hebat
Kau hanya… dirimu yang biasa

Ketika hati bicara …
Ketika sayang tercurah …
Ketika hidup berliku …
Ketika asa terputus …

Kau buat ku ceria …
Kau limpahkan hidupmu untukku …
Kau bimbing ku mengarungi hidup …
Kau selalu ada untukku …

Ketika badai menghantam …
Ketika kawan menjadi musuh …
Ketika gelombang luluh lantakkan …
Ketika ku terpuruk …

Tuhan,
Akankah ia tahu
Bahwa aku selalu berdoa untuknya
Bahwa aku selalu menantikan sosoknya
Bahwa aku selalu melamunkan senyumnya

Karena Tuhan,
Mungkin aku sedang jatuh cinta padanya

Dan Tuhan,
Aku pun masih berharap
Bahwa ia akan berdoa tentangku
Bahwa ia akan menantikan sosokku
Bahwa ia akan melamunkan senyumku

Apa yang paling dinanti seorang wanita yang baru saja menikah? Sudah
pasti jawabannya adalah kehamilan. Seberapa jauh pun jalan yang harus
ditempuh, seberat apa pun langkah yang mesti diayun, seberapa lama
pun waktu yang kan dijalani, tak kenal menyerah demi mendapatkan satu
kepastian dari seorang bidan; “positif”.

Next »