KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Kategori 'Puisi'

Cukup!

Pelayaran kita sudah terhenti…
Samudera kini telah kering…
Tak ada ikan yang perlu dijaring…
habislah sudah bakau-bakau yang dulu menghijau di sepanjang pantai cinta kita…

Langit kini telah gelap..
Mega merah yang manis telah hilang dimakan hitamnya malam…

Ya Tuhan!

Seperti jalan tak berujung…
Seperti laut tak bertepi…
Begitulah aku memikirkanmu…
Tanpa batas, tanpa pernah ku ketahui…
Dan tak sanggup untuk kuhentikan rasa ini…

Andai saja… aku bisa meraihmu…

Aku tahu..
Aku hanyalah gadis kecil di ujung kota yang udik…
Inilah aku..
Mari tertawakan diriku …
Akulah sang pungguk yang merindukan rembulan…

Sapaan rindu…

Hangat rasa nya berada di tengah dekapmu..
Tapi sesak…
Kau terlalu erat memelukku…

Tenang rasa nya di sekeliling barisan panjangmu..
Tapi lelah…
Aku terlalu lama menunggu…

Bersamamu harus penuh rasa sabar..
Karena bukan hanya aku yang mencintaimu..
Semua mencintaimu.. semua menyayangimu…
Semua ingin selalu di dekat mu…
Sampah-sampah itu juga…

Cinta

tak selamanya cinta itu dapat bersatu
tak selamanya cinta sejati saling memiliki.
tapi jika kamu diberi anugrah untuk memiliki cinta itu
jangan pernah sia-siakan kesempatan indah itu..
dan jika suatu saat ada perpisahan
biarkan dia pergi dengan senyum..
jangan tahan langkahnya
karena mungkin itu yang terbaik..
asal ada keyakinan
asal kamu percaya pada keajaiban
benang itu tidak akan putus, melainkan abadi untuk selamanya..

Saat hari telah berganti lagi
berselimutkan jubah hitam nan kelam
kurasakan sepi merasuk hati
melintas dalam setiap sisi malam
lalu kuingat lagi dirimu bagai bidadari
begitu indah menawan hati
seperti melati terus mewangi
selalu hiasi
di dalam khayalanku ini

kau adalah mimpi di dalam sunyi
berpijar bagai sinar mentari
meski sinarmu tak pernah menerangi
namun tetap dirimu di dalam hati

Menemukan cinta belum tentu akhir yang bahagia
Tanpa cinta juga tidak untuk selamanya
Bukan karena siapa yang salah, tidak semua orang berdua
Bukan juga karena terlalu banyak cinta, hampir semua orang memungutnya
Waktu tidak perlu disudutkan
Menyalahkan diri sendiri juga belum tentu benar

Bayangan

Pagi hari, bayangan berada di sisi barat
Siang hari, bayangan berada di bawahmu
Sore hari, bayangan berada di sisi timur
Malam hari, bayangan berada di antara dirimu

Tanpa kau sadari kehadiran bayangan selalu bersamamu
di saat engkau sedih, bayangan ada
di saat engkau gembira, bayangan ada

Hitam

Kau tahu apa ini?
Benda hitam dan berlubang-lubang
yang ada di tanganku ini?

Inilah derita yang kualami setahun belakangan
Inilah harapan-harapan yang telah menghitam itu
Inilah hatiku yang dengan susah payah kukeluarkan dari badan
Agar aku tak lagi tersengat rindu
Agar aku lupa cintaku

Inilah hatiku…

Aku merasa seperti pelacur, yang menikmati nyamannya hatiku saat bersamanya

Padahal aku tahu dia hanya sebentar saja ada di sisiku

Dan kemudian dia akan pulang, ke hati perempuan yang dicintainya

Aku merasa seperti pelacur, saat merasakan teduh matanya

Yang seolah menyelami dan mengerti hatiku

Di hati  ada penantian
Panjang tapi tak jua bertepi
Lewat angan aku berkhayal
Sesaat ada bayang namun hampa

Saat hadir menggebu
Tersenyum semu kubayar kerinduan
Hampa langkah aku tertahan
Semu mulutku tersendak
Ada gerangan apa aku berpikir

« Prev - Next »