KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Kategori 'Puisi'

Kana…
Kenapa???
Otak dan lidahku tak bisa berhenti menggumamkan namamu..

Kana…
Mimpiku, Kana..
Hanya  dari mimpiku,
aku bisa benar-benar melihat wujudmu dari jarak sedekat ini.

Aku hanya diam, Kana??
Aku tahu detik-detik kau hembuskan nafasmu..
Merasakan tiap kejaran pikiran ku yang melayang menangkap tiap kata yang coba kau ucap.
Hanya mimpi, Kana..
Ini hanya mimpi…
Karena aku hanya bisa menemukanmu di sini…

Chat

dunia maya sangatlah akrab denganku…

Pelarianku di saat aku gundah

Tak disangka dari sana lah aku mendapatkan seorang teman yang menjadi teman sejatiku…

Bersedia menjadi tempat sampahku

tempat berkeluh kesah

Aku sayang padanya, melebihi siapapun…

Tuhan…

Mengapa kau memanggilnya begitu cepat?

dalam keyakinku aku percaya

bahwa kepergianmu bukan untuk sementara

memori tentangmu penuh

memenuhi langi-langit pikiranku

ketika lelah mendatangiku

setitik asa menguatkanku

memintaku bertahan, sebentar saja

aku pun terbang bersama harapan

berharap bisa membawamu kembali

ya, aku akan selalu di sini

Aku Sukses Berat

sukses berat, hidup nikamat.
mobil mengkilat..
rumah bertingkat.
istri memikat.
hidup sehat…

aku orang hebat.
aku sukses berat.
aku..
aku..
dalam mimpi masa depanku.

Ku tuliskan kata dalam hati
Terukir jelas namun tak terdengar
Berikan sela untukku bernafas
Dari cinta yang tak berujung
Ku t’lah merindukan jiwa yang salah
Dari raga yang tak ku mengerti
Haruskah ku terus tenggelam
dalam cinta yang tak mungkin ku miliki
Hanya sendiri
Dalam diamnya hati
Sungguh ku merasakan cinta ini
Namun tiadakah jawaban alam
Atas rasa yang tlah mengacaukan malamku
Bibir masih bisa tersenyum
Akankah hati jua….
Awal hanya ingin kau tau
Namun tak terpungkiri bila jiwa tak ingin jauh
Lantunan kata-kata paling setia menemaniku
Menemani dalam galaunya rasa ini
Yang selalu menunggu sesosok jiwa yang ku cinta

Ibu

Segala waktu kian terlewati
Dari benih ku hidup hingga kini
Terjalani semua meski pedih kau lalui
Hanya demi aku…..
Bisu pun tentang likunya hidupmu
Sendiri kau tanamkan sedasarnya hatimu
Dengan kekuatan kasih sayangmu tuk tetap bertahan
Menjaga aku dalam kegelapan yang tiada habis
Namun……
Tiada sedikitpun ku dapat membalas semua itu…..
Ibu……
Lihatlah hatiku yang selalu tertuju padamu…
Mengharapkan kebahagiaan tuk kau dapatkan
Andai dapat aku ambil segala susah sedihmu,,
Biar aku yang merasakan semua bebanmu….
Ibu…..
Maaf….
Setulusnya hati ini berucap
Atas segala salah yang terlaku
Ku tahu…
tiada apapun yang mampu menggantikan pengorbananmu
namun percayalah,
hanya kau tujuan hidupku….
Satu yang kuinginkan hanya kebahagiaanmu…..
Kar’na ku tak akan sanggup
Bila setetes air mata mengalir di pipi indahmu….

Rintik hujan basahi bumi secara perlahan,
ku termangu menatap langit - langit yang makin rapuh
tergambar kisah ku yang kini seolah tak berujung,
aku mencinta tapi tak tahu sosok yang ku cinta,
aku juga merindu tapi aku tak tahu wujud yang aku rindukan,
rasa ini semakin tak ku mengerti,
apakah ini awal dari kebekuan yang kini ku alami
atau ini awal kematian sebuah asa.

Kepada pembawa cahaya

Bisakah Tuan seperti surya
yang goreskan jingga
tanda pamit pada senja ?
dapatkah Tuan meniru dayung
yang percikkan buih tanda lambai
harapkan restu pasir pantai ?
setidaknya bisikan sederhana
agar hamba tak hanya
memeluk suara hampa!
setidaknya cahaya mata
supaya pamit Tuan
dapat hamba eja
bukannya hamba haus kata
bukan pula hamba ingin menggelar air mata
tiada niat untuk melihat duka
tapi, apa perpisahan ini harus tanpa tanda ?

Panas

Dalam gelombang gairah panas
Terik terus mencumbuiku
Melumat tiap jengkal kulitku
Peluh menitik
Tapi tak sampai mengalir
Dengan cepat terbang
Menguap ditiup panas
Padahal, tanah tengah menengadah
Sambil terjulur lidah
Mengharap peluh
Rela basahi
Lidah retak tanah panas..

Tangerang, Oktober 2005

Aku Aku

Aku menentang cermin
Mencari aku
Aku mencari makna aku
Diantara kita
Pada kamu
Pada dia
Nyatanya aku Aku..!!!
Aku mencelup diri
pada bias suci mentari
Aku merasuki sepi
mencoba tenggelam di cakrawala nurani
Nyatanya aku Aku …!
Biar langit diam
Aku di bawah tak butuh jawaban
Biar bumi beku
Aku berpijak tak menagih suara
Puasku tergenggam
Sudah kutemukan
Aku Aku…..!!!

« Prev - Next »