Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Kadang aku bertanya
Apakah bahagia akan datang ?
Kadang aku menolak
dengan semua takdir yang digariskan untukku
Tapi ada satu keyakinan
yang membuat akuĀ tegar dalam melangkah
Bahwa…
Tuhan akan memberiku
Pelangi di setiap badai
Senyum di setiap airmata
Berkat disetiap cobaan
Lagu indah disetiap helaian nafas
dan jawaban disetiap doa.
Permanent link to this post (52 words, estimated 12 secs reading time)
jalan sepi
gelandangan mulai lelap dari lapar
mengunyah sepiring sajian sukaan
meneguk minuman
lepas dari tengadah tangan meminta
sibakan baju kusam usang
dingin angin
melejit bersama impian
si gelandang malam yang malang di emperan warung makan
Senin 0146 Juni 2008
Permanent link to this post (41 words, estimated 10 secs reading time)
Menatap hari penuh kepedihan
terluka dan bersedih
kesabaran dan ketegaran
berjalan melawan keputusasaan
Teman adalah sebuah angan dan impian
penuh kebaikan dan keburukan
teman adalah dua persimpangan
kebersamaan dan kehancuran
Rasa percaya hilang berserakan
hancur termankan oleh ke egoan
yang tersisa hanya kesendirian
dalam hari…
waktu…
dan tahun…
This is a preview of
Rangkaian Asa Menyelimuti Anak Lalu Dalam Impian
.
Read the full post (61 words, estimated 15 secs reading time)
T’lah terjawab sudah….
semua sia-sia tiada guna
tinggalkan sebuah asa yang membatu …..membeku…
tanpa ada yang mencairkannya….
Kala jiwa tertusuk
batin menangis dan meronta
asaku hilang ditelan masa
melayang bagai sang camar
hilang dibalik tirai bumi
singkirkan s’gala kesombongan mentari
kemana aku harus mencari
kesucian cintaku ini
tiap hari aku terus mencari
tapi apa yang kudapatkan ?
hanya sebuah harapan yang semu
kemana aku harus mencari
keabadiaan cintaku ini
setiap waktu aku terus mencari dan mencari
namun apa yang ku dapatkan ?
hanya segumpal kesedihan di hati…
Permanent link to this post (49 words, estimated 12 secs reading time)
Saling jotos
sesama saudara yang mengklaim benar
yang satu percaya
akan ini
dan yang lain percaya
akan itu,
dengan keyakinan masing-masing,
siapa benar
siapa salah
siapa yang tahu
masing-masing mengklaim benar,
hingga lakukan hal-hal yang seharusnya tidak perlu terjadi
Saat ini
Mentari masih menunjukkan cahayanya
semua kendaraan masih lalu lalang di jalan
Ketika Mentari mulai berusaha mengumpat dari penghuni dunia
Sang Ratu Malam muncul dengan indahnya yang tak berusaha mengalahkan terangnya Mentari
Kesunyian melanda dunia
Semua gelap, tenang, damai, dan… sunyi
Aku merenung dengan selimut malam
Memikirkan dirimu yang terbengkalai sendiri di rumah
Aku hanya menyampaikan kata rindu
Dari tiupan angin malam
Berharap engkau bisa menerima
Salam rindu yang t’lah ku kirim
Aku ingin bersama - samamu
Disaat selimut malam dingin dengan sepi ini
Ku berjalan melintasi dunia dalam perjalanan panjangku
Tanah demi tanah
Setapak demi setapak
Hingga saat kulihat hutan yang teramat luas menghadang langkahku
Kuputuskan memasuki hutan itu untuk sejenak melepaskan lelahku dan menghilangkan lapar dan dahagaku
Di dalamnya kujumpai pohon besar dengan daunnya yang berwarna kelabu yang berdiri kokoh ditemani burung-burung kecil yang bermain riang diatas dahannya
Di lembah dimana kesunyian dan hening berkawan dengan sejuta kesedihan
Kuhempaskan diriku dalam pelukan dingin sang kabut
Hingga kutemukan matahari
Dan membawa langkahku
Ditemani ilalang dan kerikil jalan yang menemani peluhku dan letihku
menuju titik akhirku mimpi panjangku