KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Kategori 'Puisi'

Kadang aku bertanya
Apakah bahagia akan datang ?

Kadang aku menolak
dengan semua takdir yang digariskan untukku

Tapi ada satu keyakinan
yang membuat akuĀ  tegar dalam melangkah

Bahwa…
Tuhan akan memberiku
Pelangi di setiap badai
Senyum di setiap airmata
Berkat disetiap cobaan
Lagu indah disetiap helaian nafas
dan jawaban disetiap doa.

Sendiri

jalan sepi
gelandangan mulai lelap dari lapar
mengunyah sepiring sajian sukaan
meneguk minuman

lepas dari tengadah tangan meminta
sibakan baju kusam usang

dingin angin
melejit bersama impian
si gelandang malam yang malang di emperan warung makan

Senin 0146 Juni 2008

Menatap hari penuh kepedihan
terluka dan bersedih
kesabaran dan ketegaran
berjalan melawan keputusasaan

Teman adalah sebuah angan dan impian
penuh kebaikan dan keburukan
teman adalah dua persimpangan
kebersamaan dan kehancuran

Rasa percaya hilang berserakan
hancur termankan oleh ke egoan
yang tersisa hanya kesendirian
dalam hari…
waktu…
dan tahun…

Elegi

T’lah terjawab sudah….

semua sia-sia tiada guna

tinggalkan sebuah asa yang membatu …..membeku…

tanpa ada yang mencairkannya….

Kala jiwa tertusuk

batin menangis dan meronta

asaku hilang ditelan masa

melayang bagai sang camar

hilang dibalik tirai bumi

singkirkan s’gala kesombongan mentari

kemana aku harus mencari
kesucian cintaku ini
tiap hari aku terus mencari
tapi apa yang kudapatkan ?
hanya sebuah harapan yang semu

kemana aku harus mencari
keabadiaan cintaku ini
setiap waktu aku terus mencari dan mencari
namun apa yang ku dapatkan ?
hanya segumpal kesedihan di hati…

 

Saling jotos
sesama saudara yang mengklaim benar
yang satu percaya
akan ini
dan yang lain percaya
akan itu,
dengan keyakinan masing-masing,

siapa benar
siapa salah
siapa yang tahu
masing-masing mengklaim benar,
hingga lakukan hal-hal yang seharusnya tidak perlu terjadi

Malam

Saat ini

Mentari masih menunjukkan cahayanya

semua kendaraan masih lalu lalang di jalan

Ketika Mentari mulai berusaha mengumpat dari penghuni dunia

Sang Ratu Malam muncul dengan indahnya yang tak berusaha mengalahkan terangnya Mentari

Kesunyian melanda dunia

Semua gelap, tenang, damai, dan… sunyi

Aku merenung dengan selimut malam
Memikirkan dirimu yang terbengkalai sendiri di rumah

Aku hanya menyampaikan kata rindu
Dari tiupan angin malam

Berharap engkau bisa menerima
Salam rindu yang t’lah ku kirim

Aku ingin bersama - samamu
Disaat selimut malam dingin dengan sepi ini

Ku berjalan melintasi dunia dalam perjalanan panjangku
Tanah demi tanah
Setapak demi setapak

Hingga saat kulihat hutan yang teramat luas menghadang langkahku

Kuputuskan memasuki hutan itu untuk sejenak melepaskan lelahku dan menghilangkan lapar dan dahagaku

Di dalamnya kujumpai pohon besar dengan daunnya yang berwarna kelabu yang berdiri kokoh ditemani burung-burung kecil yang bermain riang diatas dahannya

Di lembah dimana kesunyian dan hening berkawan dengan sejuta kesedihan
Kuhempaskan diriku dalam pelukan dingin sang kabut
Hingga kutemukan matahari
Dan membawa langkahku
Ditemani ilalang dan kerikil jalan yang menemani peluhku dan letihku
menuju titik akhirku mimpi panjangku

« Prev - Next »