Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
“Tentu kamu benar-benar akan melihat neraka jahim”(QS.At-Takaatsur-6).”
“Tidak!!” aku berteriak sekuat mungkin dalam keheningan malam. Saat aku benar-benar sendirian di rumah megahku ini. Saat semua orang terlelap, saat hanya ada aku di ruang solat ini.
Selama kita hidup di dunia ini,
masalah demi masalah datang menghampiri.
Tiap-tiap hari datang silih berganti,
hati sedih, menangis itu mungkin terjadi.
Telah kita sadari,
hidup tak semanis gulali,
namun tetaplah percaya
akan bahagia.
Ingatlah akan ini,
Hidup kita sangat berarti,
maka, jangan pernah katakan
bahwa kita akan berhenti.
Posted in Puisi, Asa, Motivasi Diri on Juli 23rd, 2008 No Comments »
Kulihat hari sangat kelam
Kunyalakan lampu biar terang
Kurasa dunia ini kejam sekali
Kucoba hancurkan dengan percaya diri
Kurangkai kata dalam sebuah cita
Sehingga kurasa hidup menjadi nyata
Dan kurangkai satu per satu
Agar dia bisa saling bersatu
Aku binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Kini puisi itu menjadi cermin dari keadaanku sekarang ini. Seorang seniman yang menjadi binatang jalang. Dan dibuang dari kumpulanku. Semua ini sudah kuperkirakan dari dulu. Saat ketika aku mulai mengenal diriku dikehidupan yang lalu. Kini aku tidak bisa hidup untuk seribu tahun lagi.
Apapun yang terjadi di dunia ini adalah tidak lepas dari pengawasan Allah, Sang Khalik yang tidak pernah tidur dan berat menjaga langit dan Bumi beserta segala isinya.
Menghirup angka dalam-dalam
Layaknya pecandu ganja di bilik suram
Sendiri, khusuk menekuni seribu rumus
Mencoba variasikan soal
Tak kenal makan, diminum nyamuk
Diserang kantuk! Menusuk bungkuk rusuk
Ibu, do’akanlah Ananda
Untuk olimpiade esok
Yang mudah dan lancar menapaki
Setiap diagram sampai di podium tunggal
Permanent link to this post (45 words, estimated 11 secs reading time)
manusiaku tak bisa bergerak lagi
rantai kemiskinan semakin kuat, semakin rapi
desas-desus menjadi api dan darah
hilang kebanggaan sebagai penghuni negeri ini
hanya meninggalkan sepotong angan-angan
untuk mereka yang selanjutnya
dan hanya lewat mimpi
negeri gemah ripah loh jinawi dapat ditemui
Langit malam seakan menutup
setiap jawaban.
Namun,
‘kan slalu ada bintang kecil
yang menerangi malam glap.
Menandakan:
harapan ‘kan slalu ada
Permanent link to this post (22 words, estimated 5 secs reading time)
Berbicara tentang Andrea Hirata dan Laskar Pelanginya, bukanlah hal yang baru bagi mereka yang mengikuti perkembangan novel Indonesia yang sedang semarak dengan hadirnya penulis-penulis novel yang memberikan kisah-kisah yang berbeda dan menggugah jiwa pembacanya, seperti Habiburrahman El Shirazy, penulis novel Ayat-ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih, yang karya-karyanya menjadi best seller dan digandrungi karena ceritanya yang mengandung nilai islami dan tidak terkesan menggurui.
This is a preview of
Semangat Pendidikan Andrea Hirata Dalam Tetralogi Laskar Pelangi
.
Read the full post (676 words, estimated 2:42 mins reading time)
Sejak tadi aku hanya berkutat dengan beberapa buku yang kupinjam dari perpustakaan lusa kemarin. Mataku terus terpaku pada tulisan yang tercetak didalamnya. Halaman demi halaman kutelusuri berharap tidak ada satu kata pun yang terlewatkan. Aku berusaha menelaah semuanya tanpa mau menerima mentah-mentah apa yang tertulis di dalam buku yang sejak tadi kupegang. Aku terusik oleh ketukan pintu kamarku yang kudengar beberapa kali.