KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Kategori 'Kehidupan Remaja'

Hai namaku Sandy. Aku adalah seseorang yang tak peduli dengan perasaan, jatuh cinta atau peduli tentang orang lain. Aku acuh dan ketus. Semua orang hampir sama opininya tentang aku, yaitu aku adalah orang yang sombong. Aku akui diriku memang tak begitu suka dengan puji-pujian maupun sanjungan, aku lebih suka kritikan dan opini tentang aku. Mungkin aku adalah orang yang aneh, tapi jujur aku memang orang yang tak begitu tahu tentang logika orang-orang sekitarku. Mereka seperti tak menganggap diriku ada di sekitar mereka.

Udara pagi ini terasa sejuk, embun pagi dengan ramah membelai lembut wajahku. Kupandangi sekeliling, dapat kulihat berbagai aktifitas yang dilakukan oleh sekian banyak orang. Ada yang sedang antri makanan gratis, antri kopi gratis, ada pula yang sedang asyik mengikuti instruktur senam aerobik sementara aku sendiri sedang melakukan aktifitas lari pagi. Yah begitulah keadaan di luar stadion bola senayan setiap hari minggu dan aku termasuk orang yang rutin berada di lokasi ini pada hari minggu pagi. Kuabaikan kembali keadaan sekelilingku dan kembali ku terhanyut dengan kesejukan pagi. Hingga tiba-tiba terjadi insiden yang mengacaukan aktifitasku.

Terlalu singkat untuk sebuah nama. Tapi aku tidak peduli aku suka Cin. Aku sayang Cin. Tidak peduli kau tidak satu suku denganku, tidak peduli kau susah dengan bahasaku. Aku tidak peduli Cin. Hanya satu yang kutahu kau sahabat terindahku.

Kecoa

“Nauval, sudah berapa kali sih Mama bilang, kamarnya dibersihin, diberesin! Jorok banget sih. Kamar kok kayak kandang ayam gini. Entar ada kecoanya baru tahu rasa!“

Hai, namaku Rai Andika Sadewa, dan kalian bersama denganku di Dark Channel. Channel misterius, yang mengungkap kisah-kisah alam gaib dan dunia nyata serta bagaimana hubungan keduanya.

Kalian tahu apa itu arwah gentayangan? Benar, sosok yang selalu ditakuti banyak orang, bahkan orang-orang yang berpikiran modern! Sebuah ikon yang tak akan hilang dari sejarah manusia, dari pikiran manusia, dari kehidupan manusia.

Senja kini mulai berganti malam, kicauan burung yang kembali ke peraduannya mulai lenyap seiring menghilangnya matahari di ufuk barat. Nahyu belum juga pulang dari sekolahnya, sudah tiga jam lebih aku berusaha untuk menghubunginya lewat handphone kepunyaannya tapi hasilnya tetap saja nihil. Jantungku kini berdegup lebih kencang dari biasanya, sekujur tubuhku menjadi sedingin es, dan mataku mulai terasa panas oleh air yang mendesak untuk dikeluarkan. Tidak biasanya ia pulang terlambat tanpa memberitahuku terlebih dahulu.

“Penyesalan…” satu kata yang dari dulu selalu aku hindari, tapi sekarang aku benar – benar mengalaminya. Sebuah pelajaran yang aku dapatkan setelah dia benar-benar pergi meninggalkan aku, untuk selamanya! Aku memang telah mengikhlaskannya tapi aku tak akan bisa melupakannya. Satu hal yang sangat kusesali, ku tak sempat  ucapkan sebuah kata maaf! Sungguh nilai yang tak sebanding jika melihat apa yang telah kulakukan. Dan tak sempat pula kuucapkan terima kasih atas semua yang dia berikan untukku.

Hari yang cerah, siang itu dengan ringan aku melangkahkan kaki ke taman kampus. Hari ini aku ada janji dengan Frisa, sahabat terbaikku. Siang ini kuliah kosong kami pun janji untuk bertemu dan jalan-jalan. Hari ini sahabatku mengajak untuk mengunjungi ‘Cavé’, sebuah kafe kecil baru di pusat kota yang menyajikan es krim dan coklat sebagai menu favorit. Hmm.. pasti lezat sekali, rasanya tidak sabar mencobanya.

Kujadikan dia sebagai alasanku, lagi, untuk kedua kalinya…

Regret nothings, fear less,then just do it! Kugumamkan kata itu berulang kali, kutanamkan jauh dalam pusat hatiku. Harus kupastikan bahwa kata itu benar-benar tertancap, sebelum semua tentangnya terlalu jauh,

‘Bout that boy..

Pukul sembilan lebih dua puluh menit. Malam ini sepertinya aku akan begadang. Tugas paper ini belum selesai juga, tugas yang kumulai sejak pukul lima sore tadi. Aku lelah, semangatku mulai tercerai berai. Sejenak tanganku berhenti mengetik. Otakku berhenti memikirkan kata demi kata yang akan kususun di paper ini. Tersisa pandangan kosong ke langit-langit kamarku. Jenuh.

« Prev - Next »