KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Kategori 'Jeritan'

Sekian lama
Tertatih-tatih meniti cinta tertinggi untuk Yang Maha Tinggi
Terbata-bata mengeja kasih untuk sepasang Matahari,
Dan benar-benar terseok menapaki tangga kedewasaan berarti

Ambisi dan obsesi semakin menjadi
Membuat logika terus bermain tanpa hati
Selalu menghiba keadilan Sang Rabbi ,
seakan tak pernah terpecahkan oleh hati nurani

Nafasku tersaput sudah
Saat pias dia menembus awan
Merangkak tuju tempat tak berhingga
Menyeret gema isak mungkin gelak

Mataku masih lamur berselimut kabut
Tak berbentuk kerumun yang ku lihat
Hanya raung yang lamat menghilang
Tergantikan cuap bersahut cekikik

Tak ku tahu dimana berpijak
Tiada pegangan pula tuk bergayut
Lantas segala tampak dibawah
Bersimpuh lingkari sebujur kaku

Tak pernah terbesit dalam hati, torehkan luka di hatinya
Tak pernah terlintas, goreskan duka di kalbunya
Sejenak terpaku kemudian mengadu
pada hamparan jiwa seluas samudera
Namun tak sebanding dengan duka lara
Hingga hati menelan mentah-mentah
semua insiden beragam dalam layar keniscayaan

Belum juga merasa rugi,
Belum juga merasa mati,
Masih terasa indah terisi,
Sampai seorang datang menghampiri,

Ujung-Ujungnya Duit

Badan Kehormatan…
Kami angkat topi sebagai bentuk menghormati
Dududk di korsi sebagai penyambung lidah kami.
Maka, salahkah kami bernyanyi untuk menghibur diri tentang Negeri ini?

Badan Kehormatan…
Slank adalah bagian dari kami
Yang tidak punya korsi
Maka, wajarlah mereka menghibur kami
Yang hanya makan nasi basi

Tuhan

Terkadang manis  yang kurasakan,

Bercampur asa di hati

Terkadang Pahit yang kurasakan,

Bercampur derita di sukma.

Tuhan..

Apakah aku hamba-Mu

Tuhan..

Apakah aku hamba-Mu..

Ku terlelap dalam manisnya dunia

Aku buta akan kehebatan Tahta

Aku tuli akan indahnya lantunan azan

Aku

aku…

andai kutahu siapa aku

andai kutahu diriku didalam setiap adaku

andai kutahu setiap jengkal unsur dalam jiwaku

andai kutahu untuk apa ada dan tiadaku

andai…

tapi apa???

nyatanya…

ku tak tahu setiap materi dalam ragaku

ku tak tahu setiap makna dalam keeksistensian ini

Namaku Chandra, aku lahir 17 tahun yang lalu tepatnya di desa Brawijaya kabupaten Bandung. Sekarang aku duduk di kelas 3 SMA di sekolah negeri yang cukup favorit disini. Ini adalah kisah tentang kehidupan yang kualami selama hampir 10 tahun, sebuah kisah yang membuatku begitu tertekan dengan segala macam tuntutan orang tua jaman sekarang.

Untaian kata tlah kurangkai tuk ku persembahkan padamu

Ketulusan dan kejujuran tlah ku jaga hanya untuk hati dan perasaanmu

Namun semua yang tlah ku lakukan seakan tiada berharga di matamu

Ku slalu salah , ku tak pernah ada baiknya…..

Apa lagi yang harus aku lakukan tuk yakinkan dirimu

Bioakuntansi

Jurnal demi jurnal telah dibuat
Buku besar pun hampir penuh terisi
Life statement akan segera dilaporkan
Laba atau rugikah kita?

Di siang hari yang panas,
Jurangmangu, 1 November 2008

Saat penat terasa semua begitu kelam
Hitam dengan segala nikmatnya
Redup dengan segala gelapnya
Hampa dengan segala isinya

Pernahkah kau merasa illfeel?
Ketika dunia mentertawakan sikapmu
Semua insan seperti tumpukan tanah yang siap menggulungku

Atau pernahkah kau merasa bonyok?
Dilempar batu dan dikeroyok oleh pedang lidah?
Ada yang harus kau lakukan?
Dan apa yang harus kau berikan?

« Prev - Next »