Tiga Matahari
Posted in Cerpen, Cerita Kehidupan, Jeritan, Asa, Sunyi dan Sepi, Renungan on Agustus 13th, 2008 2 Comments »
Fragmen I : Mimpiku belum terkubur
Pulang
Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Cerpen, Cerita Kehidupan, Jeritan, Asa, Sunyi dan Sepi, Renungan on Agustus 13th, 2008 2 Comments »
Fragmen I : Mimpiku belum terkubur
Pulang
Posted in Puisi, Cinta, Keluarga dan Sahabat, Jeritan on Agustus 6th, 2008 1 Comment »
Apa arti sebuah cinta?
Bila kamu tak pernah tahu…
Sungguhkah aku buta?
Terdiam aku dalam satu pikiran yang tiba-tiba…
Daun-daun berguguran di musim gugur…
Apakah begitu juga dengan cintamu…?
Cinta datang dan pergi dengan sendirinya…
Rasa ini…
Sungguh membuat hatiku sakit….
Posted in Puisi, Cerita Kehidupan, Cinta, Keluarga dan Sahabat, Jeritan, Asa, Sunyi dan Sepi, Resah, Gelisah dan Sedih on Agustus 5th, 2008 2 Comments »
Bu…Apakah kita sudah sampai, Ibu…
Aku lelah Ibu…
Bisakah kau berhenti sejenak, Ibu…
Atau, maukah engkau menggendongku di atas punggungmu
Aku sudah tidak sanggup lagi berjalan, Ibu…
Mengapa engkau hanya terdiam, Ibu…
Atau, kurasa jawaban dari semua tanyaku adalah tidak
Baiklah Ibu, aku akan tetap berjalan mengikutimu
Posted in Puisi, Jeritan, Kelam, Resah, Gelisah dan Sedih, Renungan on Agustus 5th, 2008 No Comments »
Mendung menghitam seakan menghantam
Pada alam yang meradang
Dalam kegersangan
Hijau tinggal sepengal
Kuning yang menghampar
Menghias alam yang meradang
Mendung semakin kelam
Seakan mengancam pada alam
Longsor adalah lara dan kepedihan
Yang akan merubah wajah sang alam
Posted in Puisi, Jeritan on Agustus 1st, 2008 No Comments »
Belati pertiwi bergaun abu
Benarkah gelaran cendikiawan SMU ?
Mengapa wajahmu lesu bagaikan kerbau dungu ?
Ah…aku sungguh ragu !
Belati pertiwi bergaun abu
Sumbu hidup terus diharu berpacu dengan waktu
Apabila kita tak mampu berbuat
Tak ada bedanya bendera berkibar ataupun terlipat
Posted in Puisi, Jeritan, Resah, Gelisah dan Sedih on Juli 30th, 2008 No Comments »
Hilang di kegelapan dunia
dengan rasa yang amat sangat tidak mengenakkan
rasa enggan ,
rasa tidak mau ,
dan bosan dengan semuanya
dengan hidupnya
jenuh
apakah itu ?
aku tak mengerti
tiba tiba saja
aku enggan untuk itu
tanpa sadar
tanpa fikiran
jenuh
dan hilang
Posted in Puisi, Jeritan, Resah, Gelisah dan Sedih, Dendam dan Emosi on Juli 23rd, 2008 No Comments »
Kehangatan hati meninggi
Darah mendidih deras berlari
Panas, melumat nadi-nadi
Kau,
yang tersemai di ladang hati
Kau,
bersemi di hati tak mau lagi
Jauh engkau pergi
sejuk hati sulit kembali
Malah, panas bertambah
semua gerah
Lama engkau pergi
Darah mengalir tak terkendali
Kau,
bersemayam di mana kini!?
Posted in Puisi, Jeritan, Renungan on Juli 21st, 2008 1 Comment »
Ngibul lagi ngibul lagi
Partai-partai jualan janji
Setiap lima tahun sekali
Kerjaannya cuma begini
Ngibul…………….ngibul lagi
Eh, partai jualan janji
Ngibul…………….ngibul lagi
Yang penting dapat banyak kursi
Posted in Puisi, Cinta, Keluarga dan Sahabat, Jeritan, Sunyi dan Sepi on Juli 21st, 2008 No Comments »
Lama nian ku duduk di sini,tak ada seorangpun yang mendekatiku. Dalam keramaian aku merasa sangat kesepian.Dalam canda hatiku hancur dan dalam setiap kata yang terlontar dari bibirku hanya membuat orang kesal dan seolah memandangku sebelah mata.
Posted in Puisi, Intermezzo, Cinta, Keluarga dan Sahabat, Jeritan, Resah, Gelisah dan Sedih, Teruntuk on Juli 21st, 2008 No Comments »
Asap rokok kembali menemani saya malam ini, menemani setiap kegelisahan yang selalu ada. Ya, rasa gelisah, takut, kalut, galau, khawatir, apapun itu namanya, perasaan seperti itu selalu dan selalu bakal tetap ada selama manusia masih bernapas dan berpijak di bumi ini.
Hanya bisa mengingatnya dari sini, tanpa pernah bisa berucap mesra. Tanpa pernah dia tahu betapa saya sangat mengharapkannya. Dia, entah di mana, di penghujung bumi yang lain mungkin, sedang tertawa atau mungkin sedang lelap tertidur setelah seharian perasaan lelah menderanya berulang-ulang.
Setiap pagi saya jatuh cinta kepada manusia yang sama dan setiap malam saya selalu tidur dengan perasaan rasa sakit yang sama. Perasaan patah hati.