KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Kategori 'Jeritan'

Fragmen I : Mimpiku belum terkubur

Pulang

Apa arti sebuah cinta?

Bila kamu tak pernah tahu…

Sungguhkah aku buta?

Terdiam aku dalam satu pikiran yang tiba-tiba…

Daun-daun berguguran di musim gugur…

Apakah begitu juga dengan cintamu…?

Cinta datang dan pergi dengan sendirinya…

Rasa ini…

Sungguh membuat hatiku sakit….

Bu…Apakah kita sudah sampai, Ibu…

Aku lelah Ibu…

Bisakah kau berhenti sejenak, Ibu…

Atau, maukah engkau menggendongku di atas punggungmu

Aku sudah tidak sanggup lagi berjalan, Ibu…

Mengapa engkau hanya terdiam, Ibu…

Atau, kurasa jawaban dari semua tanyaku adalah tidak

Baiklah Ibu, aku akan tetap berjalan mengikutimu

Mendung menghitam seakan menghantam

Pada alam yang meradang

Dalam kegersangan

Hijau tinggal sepengal

Kuning yang menghampar

Menghias alam yang meradang

Mendung semakin kelam

Seakan mengancam pada alam

Longsor adalah lara dan kepedihan

Yang akan merubah wajah sang alam

Belati Pertiwi Bergaun Abu

Belati pertiwi bergaun abu
Benarkah gelaran cendikiawan SMU ?
Mengapa wajahmu lesu bagaikan kerbau dungu ?
Ah…aku sungguh ragu !

Belati pertiwi bergaun abu
Sumbu hidup terus diharu berpacu dengan waktu
Apabila kita tak mampu berbuat
Tak ada bedanya bendera berkibar ataupun terlipat

Jenuh

Hilang di kegelapan dunia
dengan rasa yang amat sangat tidak mengenakkan
rasa enggan ,
rasa tidak mau ,
dan bosan dengan semuanya
dengan hidupnya

jenuh
apakah itu ?
aku tak mengerti
tiba tiba saja
aku enggan untuk itu
tanpa sadar
tanpa fikiran

jenuh
dan hilang

Kehangatan hati meninggi
Darah mendidih deras berlari
Panas, melumat nadi-nadi

Kau,
yang tersemai di ladang hati

Kau,
bersemi di hati tak mau lagi

Jauh engkau pergi
sejuk hati sulit kembali
Malah, panas bertambah
semua gerah

Lama engkau pergi
Darah mengalir tak terkendali

Kau,
bersemayam di mana kini!?

Senandung Pemilu

Ngibul lagi ngibul lagi

Partai-partai jualan janji

Setiap lima tahun sekali

Kerjaannya cuma begini

Ngibul…………….ngibul lagi

Eh, partai jualan janji

Ngibul…………….ngibul lagi

Yang penting dapat banyak kursi

Lama nian ku duduk di sini,tak ada seorangpun yang mendekatiku. Dalam keramaian aku merasa sangat kesepian.Dalam canda hatiku hancur dan dalam setiap kata yang terlontar dari bibirku hanya membuat orang kesal dan seolah memandangku sebelah mata.

Asap rokok kembali menemani saya malam ini, menemani setiap kegelisahan yang selalu ada. Ya, rasa gelisah, takut, kalut, galau, khawatir, apapun itu namanya, perasaan seperti itu selalu dan selalu bakal tetap ada selama manusia masih bernapas dan berpijak di bumi ini.
Hanya bisa mengingatnya dari sini, tanpa pernah bisa berucap mesra. Tanpa pernah dia tahu betapa saya sangat mengharapkannya. Dia, entah di mana, di penghujung bumi yang lain mungkin, sedang tertawa atau mungkin sedang lelap tertidur setelah seharian perasaan lelah menderanya berulang-ulang.
Setiap pagi saya jatuh cinta kepada manusia yang sama dan setiap malam saya selalu tidur dengan perasaan rasa sakit yang sama. Perasaan patah hati.

« Prev - Next »