Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Posted in Intermezzo, Renungan on Desember 23rd, 2008 No Comments »
Mulai dari mana aku harus menyusun kalimat dari kata-kata yang akan menjadi sebuah makna nantinya ? Aku mencoba mencari pembuka sebagai pengenalan akan topik yang akan dibahas secara nyata atau maya ini. Kucoba menggali lagi dari perbincangan tadi pagi bersama guru spiritual dan teman pengembaraan.
Posted in Puisi, Intermezzo, Renungan on Desember 12th, 2008 No Comments »
Aku tidak ingin selingkuh
Tidak aku ingin selingkuh
Aku tidak ingin dia selingkuh
Tidak aku ingin dia selingkuh
Aku tidak ingin kami selingkuh
Tidak aku ingin kami selingkuh
Jangan, jangan selingkuh
Tidak, tidak selingkuh saja
Selingkuh
Tidak
Selingkuh
Tidak
Pikirkanlah sendiri
Permanent link to this post (42 words, estimated 10 secs reading time)
Posted in Puisi, Intermezzo on Desember 11th, 2008 No Comments »
Terlentang hari pengampunan itu,
yang disajikan kepada
empunya nafas-nafas serapah bumi,
sebelum derai sang waktu
menggunung penghakiman
Dan berduyun hasrat tertuang malu,
selepas mengepung
janji rajang duniawi.
2008
Permanent link to this post (29 words, estimated 7 secs reading time)
Kususuri jalan yang penuh dengan semburan cahaya dari ramainya dunia. Kutatap rembulan di atas sana. Ia bersinar namun sedikit tertutup oleh awan yang putih. Begitu setia ia di sana. Dan begitu mengherankan ketika malam ini tak kutemukan bintang-bintang di langit. Ke manakah mereka? Mengapa mereka tidak setia pada sang bulan. Teganya engkau duhai Bintang, meninggalkan sang raja malam di singgasananya duduk sendiri. Sungguh aku tak suka padamu, wahai Bintang. Tak setia.
Dua lelaki itu sudah menenggak tiga botol Whisky murahan yang mereka beli di kios minuman pinggir jalan. Setengah kepala mereka telah hilang, nafas mereka hampir tanggal. Tapi salah seorang dari mereka merasa belum cukup.
“Lagi, lagi,” bisik lelaki itu ke lelaki yang lain yang telah tergeletak dan terpejam.
Ketika kau lelah berjalan
Berhenti dan istirahatlah sejenak
Ketika hati dan jiwamu terasa gundah
Bersandarlah dan lepaskan segala penatmu
Ketika matamu lelah memandang
Pejamkan dan bawa dirimu ke alam mimpi
Ketika kau telah sampai di alam mimpi
Melayang dan bergembiralah di sana
Bermainlah kau dengan peri-peri kecilmu
Jika kau telah lelah bermain
Buka mata dan bangkitlah dari mimpimu
Pandang dan hadapilah dunia
Yang terbentang luas di depan matamu
Jangan pernah sia-siakan dunia itu kosong
Tanpa sentuhan hangat darimu
Permanent link to this post (79 words, estimated 19 secs reading time)
Posted in Intermezzo on Desember 4th, 2008 No Comments »
aku hanya mencuri sedikit waktu
waktu yang kupunya antara aku dan kamu..
karena yang aku tahu..
aku dan kamu..
tidak diikuti oleh kata abadi..
seperti ‘kita’ yang menolak untuk hadir
Permanent link to this post (31 words, estimated 7 secs reading time)
Tadinya ingin kurangkai sajak
dari kata-kata yang kupetik
di taman
di balik juntai
rambutmu.
Namun aku urung kata
kata sedang tidak berbunga.
Permanent link to this post (23 words, estimated 6 secs reading time)
orang yang kamu cinta adalah orang yang
paling menyakiti hatimu
dan kadang kali
teman yang membawamu ke dalam pelukanya
dan menangis bersamamu
adalah cinta yang tidak kamu sadari
mencintai
bukan bagaimana kamu melupakan
melainkan bagaimana kamu memaafkan
bukan bagaimana kamu mendengarkan
Posted in Puisi, Intermezzo on Desember 4th, 2008 No Comments »
Tik .. Tik..Tik..
Suara lirih dengan irama cantik
Tik.. Tik .. Tik ..
Terdengar mempesona dan simpatik
Tik .. Tik .. Tik ..
Menambah suasana menjadi romantik
Tik .. Tik .. Tik ..
Bisa memberikan situasi yang amat unik
Tik .. Tik .. Tik ..