KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Kategori 'Intermezzo'

Monolog

Tulislah ini

pada kedirian tak berkawan

semata untuk prasasti

bahwa aku

selalu ada untukmu!

Hati yang dulu merasa aman dengan berdiam diri, merasa cukup tanpa harus berbagi, kini mulai terusik dari pertapaannya. Entah kenapa aku mulai mencari-cari serpihan hati dan mulai tak sabar menagih kepada Tuhan atas apa yang telah ditakdirkan untukku. Aku baru tersadar akanketidak mampuan menjalani hidup dengan sempurna, tanpa ada seseorang yang menjadi belahan hati. Sebagai tempat ‘tuk berbagi saat kebahagiaan dan kesedihan menghinggapi diri, tempat ‘tuk mengadu masalah -masalah yang menghampiri, bahkan saat ingin merasakan kemesraan saat dimanja. Tak peduli dengan jalan yang aku lewati begitu terjal, berkerikil nan berduri. Semua akan dilakukan  demi melengkapi batin yang terasa kosong.

Wedang Jahe

Hangat merasuk kalbu

Segar menyibak hati

Saat kau berjalan lepas menyusuri kerongkongan

Menjanjikan rasa hangat pada tubuh

Lepas penat

Hilang lelah

Berganti hari kau tetaplah wedang jahe

Nilai

Apakah arti sebuah nilai?

aku pun tidak begitu tahu..

Apakah nilai serupa dengan hasil?

atau nilai serupa dengan penyesalan?

Hati yang gundah menuntut jawaban nilai..

yang tidak pasti..

Days

Manusia menciptakan hari..

dan terkadang manusia tidak bisa memanfaatkannya..

manusia terkadang menangis karena hari..

manusia terkadang tertawa karena hari..

hari yang tak berdosa mengapa harus disalahkan dan ditertawakan? .

Lamunan

Lamunan, entah apa lamunanku,

semua lamunanku tak harus jadi lamunan.

ku tak mengerti kenapa ada lamunan,

tapi lamunan suatu yang menjemukan.

Lamunan hanyalah lamunan,

hanya lamunanlah yang bisa ku lakukan, tanpa tahu arti lamunan.

mengapa hanya lamunan?

karena ku tulis dalam lamunan.

Berguru Kepada

semut itu mengajariku tentang
bagaimana kuharus berjalan
dalam garis kesetiaan
dan kebersahajaan berbagi

Memiliki naskah yang orisinil merupakan kebanggaan dan keinginan setiap penulis. Tidak ada penulis yang mau dituduh menyontek, menjiplak, plagiat (alias tukang nyolong). Bahkan penulis yang benar benar plagiat pun akan menggeleng keras keras, sebab tuduhan itu memang tidak terhormat sekali. Wajar saja, sejak mulai bersekolah kita selalu diajarkan untuk tidak mencontek.

Dari Balik Tirai Bambu

Masih sama seperti hari-hari yang lalu. Aku melihat lelaki itu dari balik tirai bambu. Lelaki bertubuh tinggi dan berambut rapi. Ia masih sama. Tidak berubah.

Masih sama seperti minggu-minggu yang lalu. Aku melihat lelaki  itu dari balik tirai bambu. Lelaki bertubuh tinggi dan berambut rapi. Ia tidak sama. Ia berubah.

Tiap detik malam ini semakin membuatku sadar terhadap apa yang seharusnya kusadari. Menapikan jejakku yang hanya serpihan kecil di tengah padang ilalang. Terlalu mikroskopis dibanding hegemoni semesta, sebuah tirani yang selama ini justru ter-tirani.
Ujung pulau Jawa bukan ujung segalanya. Tapi sejauh mata memandang hanya tampak oasis ujung yang juga sedang mencari ujung. Serpihan titik terang di kubah langit tampak anggun menjadi koreografi atap. Mereka berkolaborasi menertawakan kita yang terlalu berfantasi hingga terlena dalam fana. Terlalu lemah di hadapan ombak yang tak pernah berhenti berlari, terus bergulung-gulung, dan saling berkejaran. Meskipun pada akhirnya pecah dan terdispersi di bibir pantai. Atau terhempas karang terjal yang secara de facto terjal yang menghadang dengan frontal.

Next »