Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Condet, nama suatu daerah yang masuk dalam wilayah kecamatan Kramat Jati. Condet terdiri dari 3 kelurahan: Balekambang, Batu Ampar dan Kampung Tengah. Kerimbunan pohon duku dan salak, rambutan dan menteng, mangga dan bacang, melinjo dan duren mewarnai lahan yang ada di daerah Condet.
Posted in Esai, Renungan on Desember 1st, 2008 No Comments »
“Barangsiapa berkata berdasar Al-Quran, ia telah berkata benar. Barangsiapa berbuat berdasar Al-Quran, ia akan memperoleh pahala. Barangsiapa berhukum berdasar Al-Quran, ia akan bersikap adil. Dan barangsiapa menyeru kepada Al-Quran, ia akan memperoleh petunjuk yang lurus.” (H. R. Turmudzi)
Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya di atas Ya dan Tidak di atas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Muhammad, Al-Qur’an, dan Ramadhan sama sekali tidak menarik. Nama Yesus Kristus, Roh Kudus, dan Bunda Maria jelas punya eksotisme lebih besar. Begitulah keadaan jiwa saya di sekolah dasar, kira-kira 13 tahun yang lalu. Saya tak ingat persis mengapa semua itu bisa terjadi. Kalau dirunut, mungkin karena waktu itu, saya baru belajar shalat.
Posted in Pendidikan, Esai on November 3rd, 2008 2 Comments »
“Hari gini kirim surat” Begitulah tanggapan seorang teman ketika penulis hendak berkirim surat lewat pos untuk mengetahui kabar sahabat lama yang berada di luar daerah. “Sekarang sudah jaman modern, jaman hape, telepon!” lanjutnya dengan tak bermaksud mengatakan bahwa apa yang dilakukan penulis ini adalah kuno, jadul, ndeso, dan sejenisnya.
This is a preview of
Tekhnologi Komunikasi, Surat Menyurat, dan Budaya Menulis
.
Read the full post (500 words, estimated 2:00 mins reading time)
Indonesia pernah berjaya di event-event olah raga regional dan internasional. Negara kita terkenal dengan rajanya bulutangkis dunia dengan segudang pemain berprestasi seperti Rudi Hartono, Liem Swie King, Christian Hadinata, Ivanna Lee, Hastomo Arby, Susi Susanti dan lain-lain. Cabang sepak bola pun berjaya di era 60-an sampai 70-an. Saat itu Indonesia menjadi salah satu kekuatan sepak bola asia dibandingkan Jepang, Korea, atau negara Timur Tengah.
This is a preview of
Memasyarakatkan Olah Raga (Memperingati Hari Olah Raga Nasional 9 September)
.
Read the full post (412 words, estimated 1:39 mins reading time)
Dalam guyuran hujan deras pada 14 Juni 2005, umat Islam Indonesia kehilangan tokoh dakwah besar, yakni Ustadz Rahmat Abdullah. Pria asal Betawi yang wafat di usia 52 tahun ini mendapat gelar Syaikh at Tarbiyah dari Majalah Sabili (2001). Ustadz Rahmat terkenal dengan gaya hidup bersahaja. Meski menjabat petinggi dan salah satu pendiri sebuah partai Islam, lalu terpilih jadi anggota DPR RI periode 2004-2009, ia tidak segan naik kopaja kemana-mana. Sastra, adalah media yang sering ia gunakan untuk syiar Islam. Almarhum meninggalkan satu istri dan tujuh orang anak.
This is a preview of
Mengejar Satu miliar, Merintis Film Dakwah Menuju Layar Lebar
.
Read the full post (1426 words, estimated 5:42 mins reading time)
Matahari merupakan sumber energi yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Hidup ini terasa gelap bila di siang hari tidak ada Matahari terbit. Mungkin rasanya, siang hari seperti malam terus tanpa sinar yang menerangi dalam arti gelap. Walaupun di malam hari ada Bulan dan Bintang yang menerangi, tetap saja tidak akan seterang benderang Matahari. Cahaya Matahari lebih terlihat terang dibandingkan dengan Bulan dan Bintang.Maka dari situlah, Matahari diciptakan oleh Alloh SWT.
Tanpa maksud untuk mengeluh, harus saya akui sebulan ini aktivitas rasanya menggila karena setelah hampir 2 tahun dalam kondisi pekerjaan yang statis, saya memutuskan mengambil pekerjaan sampingan sebagai kontributor freelance sebuah majalah Islami.
Posted in Motivasi Diri, Esai, Renungan on September 10th, 2008 1 Comment »
Jika ada satu teori yang sangat saya mutlakkan kebenarannya, adalah premis dari Rasulullah SAW, bahwa musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri.
Karena hanya diri saya sendiri, hanya mengatakan bahwa saya tidak pantas mendapatkan perlakuan yang baik dari kekasih saya.