KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Kategori 'Cinta, Keluarga dan Sahabat'

Dalam angan ku berbisik

Ucapannya yang lalu kembali mendengung

Hanya saja bayangnya tak lintas mata

Gelak tawanya pun tak mampu kulihat

Aku ingin melihatnya

Berpeluk kembali dengan tanganku yang dingin

Namun

Mengapa aku yang di sini

Tak mampu merasakannya

Wajahku memang tidaklah cantik, dan kulitku juga tak berwarna cerah. Jadi jangan kamu bayangkan aku seperti seorang Luna Maya atau Asmirandah, karena aku jauh dari mereka. Aku hanya seorang gadis kurus yang jerawatan, dengan kaca mata tebal yang melekat di hidungku, yang orang bilang pesek.

Sendiri

Matahari pagi mulai memasuki celah-celah jendelaku. Matahari yang kian bersinar membuat hari-hari menjadi indah dan bermakna. Aku Rasti, seorang mahasiswi desain grafis di salah satu universitas swasta di Jakarta. Aku punya keluarga yang harmonis. Setiap hari keluargaku menyempati untuk bersama. Aku bangga sekali dengan keluargaku. Aku punya keluarga yang selalu mengerti dan demokratis dan juga beragama. Walaupun hidupku sederhana tapi aku merasa hidupku selalu indah dan lebih dari kesederhanaan yang aku punya.

“Kamu tuh terlalu sibuk sama kerjaan kamu, kamu ga pernah peduli sama anak-anak, meeting lah, keluar kota lah, ada aja alasan yang kamu buat.”

“Tapi aku emang beneran sibuk sama kerjaan aku, Ma. Mama ini ga pernah ngerti sama kerjaan Papa, aku nyesel punya istri kaya kamu.”

YASMIN baru sampai pagi ini, menumpang perahu nelayan dari Muara Kamal. Ia memperhatikan sekeliling pulau. Tempat ini masih termasuk ke dalam Jakarta sebagai salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Tapi keberadaan bangunan-bangunan tua disini membuatnya sungguh berbeda dengan dunia metropolitan di seberang sana.

Yang kuingat adalah aku tiba-tiba merasakan jantungku hendak keluar lalu badanku terjatuh menyentuh lantai dengan keras. Dan dari kejauhan, bintik-bintik hitam menghujani kedua mataku seperti gelombang pasang. Sempat aku melihat foto pernikahan kita di dinding, namun samar dan berbayang.  Dan sempat aku sedikit berteriak minta tolong, tapi setelah itu: sepertinya aku mulai tertidur.

i was walking in the forest

its green keeps me warm and peace

keeps me also buried in my hidden mind

i was amused by silence

only distrubed by bird’s singing song

i saw lots of brown

and saw more green with the sun shines on me secretly

Mungkinkah aku jatuh cinta?
Sedangkan tanganku terisi penuh impian dan pengharapan

Sedangkan dalam hatiku tersusun rapi mimpi dan rencana

Pada sesuatu yang lebih besar

Pada sesuatu yang lebih murni

Lebih dari diriku sendiri

Hinakah aku saat menyatakan cinta

Pada orang yang tangannya terikat kesucian?

Satu hari
Dan hanya satu hari itu yang paling kuinginkan dalam hidupku
Tidak hari yang lain
Tidak saat yang lain
Hanya hari itu

Satu hari, Bu…
Cuma satu hari biasa..
Hari yang dimulai oleh suaramu membangunkanku
Hari dimana kita menghabiskan waktu sarapan berjam-jam
Dan hari dimana kau memaksaku untuk tetap tinggal bersamamu
Hari seperti hari-hari yang lalu
Hari yang tidak pernah kupikir akan kurindukan sebelumnya

Aku lelah bertanya kenapa, dan tidak punya kekuatan lebih untuk menduga mengapa. Aku merasa semua darimu penuh rahasia, begitu jauh, begitu tak terjangkau. Ada kalanya hangat hatimu membuat aku nyaman, dan sinar matamu mampu timbulkan rona merah di pipiku, tapi lalu kau menarik dirimu, tapi lalu kau menjauh dariku

« Prev - Next »