KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Kategori 'Asa'

Lucid

”Ish, aku jemput sebentar lagi. Tunggu di tempat biasa ya,” suara Nara terdengar dari telepon genggam Ishka. Seperti biasa, saat jam makan siang, Nara akan menjemputnya bersama Anne untuk makan siang di kafe langganan mereka.
Ishka menggeleng pelan tanpa melepas pandangannya dari layar monitor komputernya.

Hariku… bahagia tanpamu
Hariku… jualah berduka tanpamu
Sepertinya,
Keraguan hati mendera jiwa yang penuh tanya
Tanya… tanya… dan tanya itulah yang dinantikan
Apakah aku menunggu sebuah kepastian?
Kurasa waktuku akan berkilah
Dengan seribu jawaban yang tiada arti

Pagiku….

Kurasakan, embun pagi yang sejuk memberikan kesegaran di dalam hati
Rumput-rumput pun tersabit di tengah kegalauan jiwa
Matahari menunjukan sinarnya bahwa ia ingin bangkit dari tidur panjangnya
Udara sejuk di pagi hari siap mengiringi langkahku sepanjang hari…

My Self…

Katakanlah…
“ Inilah Aku…”
Akulah, aku bukan dirinya atau siapapun
Aku belajar memahami diri, mengenali diri akan siapa diriku ini!
Serta, arti hidup ini…

Dalam kehidupan nyata nan fana aku hidup…
Tak elaknya sama dengan mereka yg hidup… beriringan dengan nyawa di dalam raga

bimbang…

galau…

pusing…

pintu itu akhirnya terbuka

tanpa diketuk…

tanpa permisi…

benteng itu telah roboh…

sekarang ada yang mendiaminya…

bersemayam…

dan tak mau diusir…

bukan…

bukan tak mau…

tapi tak bisa..

terbuka…

setelah sekian lama dikunci

berisi…

Lengkungan terbias di cermin buram
Tak yakin tampak namun kutahu indah
Kedipan perlahan tersemat suram
Terhalang kabut namun tetaplah terindah

Rinduku terhampar di pasir tak bertuan
Cintaku terbelenggu di sekat dinding kelabu
Langkahi jurang terpuruk terjal dalam impian
Menggapai beribu malam tak pernah mampu

Seberkas sinar menyilaukan menusuk pupil mataku, membuatku mengerjap perlahan. Tapi tunggu! Di mana saat ini aku berada?!? Lalu kubuka mataku, namun sinar putih itu menembusnya tajam hingga membuatku kembali memejamkannya. Saatku kembali terpejam, memoriku kuputar kembali ke beberapa waktu lalu, yang kuyakin dengan begitu aku akan tahu jawaban dari pertanyaanku, di mana aku saat ini.

Dari Balik Tirai Bambu

Masih sama seperti hari-hari yang lalu. Aku melihat lelaki itu dari balik tirai bambu. Lelaki bertubuh tinggi dan berambut rapi. Ia masih sama. Tidak berubah.

Masih sama seperti minggu-minggu yang lalu. Aku melihat lelaki  itu dari balik tirai bambu. Lelaki bertubuh tinggi dan berambut rapi. Ia tidak sama. Ia berubah.

Aku adalah anak keempat dari lima bersaudara di keluargaku. Aku terlahir dari keluarga yang dapat dibilang cukup berada. Kedua orang tuaku adalah pengusaha batik yang cukup sukses dan terkenal di kotaku, Yogyakarta. Usaha batik yang dijalani oleh kedua orang tuaku tidak diperoleh karena warisan dari orang tua mereka tetapi mereka peroleh dari kerja keras dan ketekunan mereka selama bertahun-tahun menjadi buruh batik di tempat seorang pengusaha batik lokal. Setelah cukup lama menjadi buruh batik, kedua orang tuaku mulai memberanikan diri membuka usaha batik sendiri dengan modal pengetahuan yang telah mereka miliki dan diperolehnya sebagai buruh batik. Dengan penuh keyakinan dan percaya diri yang kuat akhirnya usaha batik mereka mulai berkembang sampai sekarang. Dan saat ini usahanya sudah merambah ke luar negeri.

Semburan cat spray beragam warna berhamburan membasahi baju-baju seragam putih kami, membentuk garis-garis penanda sebuah kebebasan. Kami bersorak saling menyalami satu sama lain. Merayakan sesuatu yang kami sebut kelulusan. Sesekali juga spidol besar bertinta hitam menghujam dan menghujani tubuh kami dengan berbagai kata-kata kenangan. Tak ada yang mengelak, bahkan masing-masing kami terus meminta. Meminta dibubuhi sekedar tanda tangan dan kalimat-kalimat perayaan di dada, lengan, kerah dan seluruh bagian yang belum bergurat dan berwarna. Kepada siapa saja, bahkan yang tak pernah dekat sekalipun. Semua menjadi satu dalam rangkaian kebahagiaan keberhasilan di hari terakhir ujian.

« Prev - Next »