Balada Tukang Becak
Februari 15th, 2009 by Roymon Lemosol
Mengayuh mengejar rezeki
berlomba dengan matahari
untuk hidup sehari – hari
Mengayuh mengejar rezeki
di tengah cercaan orang-orang berdasi
yang tengah duduk di belakang kemudi
atau di samping sopir pribadi
yang sedang kesal karena lajunya dihadang
lalu,
tiba-tiba keluar instruksi
becak dilarang beroperasi
pada jalur-jalur demarkasi
lahan jadi sempit
di tengah tuntutan hidup membelit
dan harga-harga yang melangi
hidup jadi semakin sulit
mereka berteriak
mereka menjerit
tolong kami, Pak!
tolong kami, Bu!
jangan tutup ladang kami!
jangan tutup jalan hidup kami!
tapi,
mereka orang-orang kecil
suaranya juga kecil
tenggelam dalam hiruk-pikuk politik
dan obrolan menuju kekuasaan
apa mau dikata
hidup harus tetap dijalani
berputar di tengah kota
di atas jalan berkelokan
tawarkan jasa
andalkan tenaga
demi hidup keluarga
Ambon, September 2008
gag nyambunggggg nieyy puisi pha apa?klo cerita juga gag?apa dunk?