KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Kuhapus Tetesan Air Liurmu

Tak mudah memang, menghapus masa lalu dari hidup kita, seperti air liurmu yang masih menetes di pinggiran bibir mungilmu. Kuhapus langsung mengering, tak lama kemudian akan menetes lagi dan membasahi leher dan dadamu. Berulang kali harus kuganti bajumu yang telah basah oleh tetesan air liurmu. Terkadang membuat kesal dan emosi harus selalu menggantinya untuk menghindari lembab dan ingin selalu terlihat rapi bersih, terlebih lagi aku takut kamu masuk angin. Entah sampai kapan kamu akan terus seperti ini. Entah sampai kapan pula kau harus kesusahan menelan air liurmu dan menelan makanan secara baik?

Aku tak perduli walau harus kutahan rasa miris dan sedih bila melihat pandangan orang-orang yang melihat kondisimu. Entah jijik, entah iba, atau biasa-biasa saja dengan tetesan air liurmu. Yang pasti hanya segelintir orang yang mau memaklumi kondisimu. Hanya segilintir orang yang mau rela menghapus air liurmu dengan tangan atau saputangannya tanpa rasa jijik, bahkan hanya segelintir orang yang mau menggendongmu untuk membantumu berjalan dan menuntunmu melangkah tanpa sungkan akan terkena tetesan air liurmu. Aku tahu kau tak perduli dan tak merasa apa apa dalam hatimu. Tak kau pikirkan apa yang telah orang- orang itu lakukan dan penilaian atas dirimu. Kau hanya akan tertawa riang bila dekat dan berada di sekitar orang-orangĀ  yang mengasihimu, mengerti kondisimu, dan sayang akan keberadaanmu yang tak senormal anak lainnya. Namun kehadiranmu kerap menjadi keringan dan keindahan yang tercipta meski kakimu belum mampu melangkah sendiri dan mulutmu belum selantang tangismu, namun kamu masih bisa memberi keceriaan.

Keberadaanmu adalah kehendak Sang Ilahi yang tak seorang manusia pun mampu mengubahnya atau menolak kehadiranmu. Meski kau hadir dalam bentuk kekuranganmu namun semua pasti ada arti dan hikmah di balik semua yang ada dalam dirimu. Kusayangi engkau apa adanya. Dengan kata”walaupun” kuterima keberadaanmu sebagai titipan ilahi yang Ilahi percayakan atas diriku. Keberadaanmu dengan tetesan air liurmu banyak memberi hentakan dan teguran untuk orang orang yang menyadari dan sadar akan dirinya. Jangan risau, Nak. Selagi kakiku kuat melangkah akan kubawa dirimu melangkah. Selagi masih kuat tangan ini akan kutuntun dirimu dan kuhapus tetesan air liurmu dengan penuh kasih sayang tulus dariku.

4 Responses to “Kuhapus Tetesan Air Liurmu”

  1. on 06 Feb 2009 at 09:54Daniel Ortega

    Hidup tak kusesali
    namun ku tangisi ….

    Kirana …

    Hilangkan rasa minder
    Percayalah dirilah

    Bahwa bagaimanapun kondisi kita
    kita bisa berkarya
    bisa bermanfaat bagi orang lain

    Di surga nanti engkau akan di dahulukan
    oleh Allah daripada mereka yang kaya, yang sehat,
    dan yang punya fisik yang sempurna
    semata2 karena semuanya akan di mintai pertanggung jawaban

  2. on 09 Mar 2009 at 10:16arraQu

    Allah punya caranya sendiri untuk menyayangi dan mencintai kita…walaupun terkadang saat ini kita tidak tahu sebesar apa arti cinta NYA…tapi kelak suatu saat pasti kita juga akan mengerti bhwa DIA akan selalu mencintai dan memberikan yang tbaek untuk kita

  3. on 17 Apr 2009 at 15:27Lulu

    Cobaan adalah bagian dari hidup, tergantung kita menyikapi & mengatasinya, Allah telah memberikan Cobaan yang berbeda kepada setiap umatnya, karena DIA menyayangi kita…, memperhatikan kita….perduli dengan kita….

    Ikhlaslah atas apa yang telah di tentukanNYA dan jalankan karena DIA tak pernah menutup mata…..

  4. on 02 Nov 2009 at 08:05Upi

    Alloh akan memberimu tempat yang indah di surga bersama para Nabi-NYA

Tinggalkan Komentar