KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Puisi Orang Terbuang

Terduduk ku di sudut ruang
Memandang
langit yang semakin jingga
Hanya suara jengkerik menggema
Melolong – lolong sambut gelapnya dunia
Semua terasa mencekam
Mencengkeram dalam kesunyian

Dalam terik matahari esok hari
Ku masih terduduk disini
Bak seonggok sampah
Tertiup angin kemarau yang membakar jiwa
Tergores luka hingga berdarah-darah
Ingin ku menjerit sekuat tenaga
Namun mulut terbekap oleh pisau kedukaan

Kupandangi lalu lalangnya senyum
Mencibir penuh kebencian dan kemenangan
Mencabik – cabik hati tiada tersisa
Menyeringai bak algojo kelaparan
Menebas jiwa dalam gelaknya sukacita
Riuh rendah dalam tarian yang fana
Ditingkah rintihan derita, luka

Ada gejolak dalam jiwa
Kemarahan berpacu bersama ketakberdayaan
Mengendap dikedalaman nurani
Yang  tak kan terhapus oleh sang waktu
Bertumpuk tumpuk dalam gelapnya ruang angan
Hanya mata memancarkan guratan keletihan
Kebisuan tampak  nyata

Sepi ini menghimpitku
Hingga menyesakkan dada
Mengambil kepingan hatiku
Hingga tiada rasa
Semua gelap, kosong tanpa cahaya

27 Mei 2008

2 Responses to “Puisi Orang Terbuang”

  1. on 13 Feb 2009 at 17:39aurora

    udah lama bgt gw nggak menangis. tp puisi diatas menyentuh hati gw sampai gw menangis.
    krn setiap katanya mewakili gw banget, n selama ini gw berusaha utk tdk menyadarinya.

  2. on 20 Feb 2009 at 22:14himawari

    wuah…. aku sangat suka puisi ini.. boleh ya ku pinjam untuk dibacakan di depan kelas?? :D

Tinggalkan Komentar