KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Arsip Untuk Bulan Januari 2009

Yang kuingat adalah aku tiba-tiba merasakan jantungku hendak keluar lalu badanku terjatuh menyentuh lantai dengan keras. Dan dari kejauhan, bintik-bintik hitam menghujani kedua mataku seperti gelombang pasang. Sempat aku melihat foto pernikahan kita di dinding, namun samar dan berbayang.  Dan sempat aku sedikit berteriak minta tolong, tapi setelah itu: sepertinya aku mulai tertidur.

i was walking in the forest

its green keeps me warm and peace

keeps me also buried in my hidden mind

i was amused by silence

only distrubed by bird’s singing song

i saw lots of brown

and saw more green with the sun shines on me secretly

Mungkinkah aku jatuh cinta?
Sedangkan tanganku terisi penuh impian dan pengharapan

Sedangkan dalam hatiku tersusun rapi mimpi dan rencana

Pada sesuatu yang lebih besar

Pada sesuatu yang lebih murni

Lebih dari diriku sendiri

Hinakah aku saat menyatakan cinta

Pada orang yang tangannya terikat kesucian?

Satu hari
Dan hanya satu hari itu yang paling kuinginkan dalam hidupku
Tidak hari yang lain
Tidak saat yang lain
Hanya hari itu

Satu hari, Bu…
Cuma satu hari biasa..
Hari yang dimulai oleh suaramu membangunkanku
Hari dimana kita menghabiskan waktu sarapan berjam-jam
Dan hari dimana kau memaksaku untuk tetap tinggal bersamamu
Hari seperti hari-hari yang lalu
Hari yang tidak pernah kupikir akan kurindukan sebelumnya

Berlutut Untukmu

aku berdoa untukmu dari hatiku
dari hati yang pernah kau sentuh
dan selalu ingin menyetuhmu
semoga abadi bahagiamu
semoga tangan yang ingin kau genggam menyambutmu
semoga aroma yang kau rindukan dapat kau hirup
dan semoga hati yang ingin kau peluk mencintaimu selamanya

Aku lelah bertanya kenapa, dan tidak punya kekuatan lebih untuk menduga mengapa. Aku merasa semua darimu penuh rahasia, begitu jauh, begitu tak terjangkau. Ada kalanya hangat hatimu membuat aku nyaman, dan sinar matamu mampu timbulkan rona merah di pipiku, tapi lalu kau menarik dirimu, tapi lalu kau menjauh dariku

Waktu

Waktu bisa jadi sangat kejam

Waktu yang tak berbelas atas kelahiran, penderitaan dan kematian

Yang tidak bergeming pada jeritan menyayat

Yang berdurja dan berlalu begitu cepat saat senyum merekah

Dan melonjak merdeka pada iris demi iris kesakitan

Waktu menyaksikan dengan bijak…

Atau menungggu diam-diam saat yang tepat

Turbulensi

yang kupikir aku tahu hatimu padanya
yang tak kutahu akan hadirku dalam mimpimu
yang tak kutahu turbulensi yang terjadi di antara kalian
yang aku tahu hatiku berpusat padamu
dan semoga yang terbaiklah yang terjadi
pada hatimu, hatiku, dan hatinya

Kini Aku Kembali

Setelah lama berkelana di alam antah berantah,

kini aku kembali,

kembali mengisi kekosongan,

kembali menulis harapan,

kembali bercerita,

seperti sediakala aku ingin kembali ke tujuanku semula,

kembali ke kehidupan yang membawa ketenangan.

Kini aku kembali,

kembali menuliskan sajak rindu,

kembali meneruskan langkahku,

Aku Ingin Menjadi Harimu

Aku ingin menjadi pagimu

Merangkul mentari dengan embun sahaja menggores hari

Aku ingin menjadi siangmu

Mengobar sinar surya dengan hangatnya sepoi angin menari

Meneteskan peluh keringat, meranggas kibaran semangat

Aku ingin menjadi soremu

Menelan bulat matahari senja, memerahkan semesta

Next »