KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Hanyalah Sebuah ‘IS’

Dear ‘IS’ yang sekarang berada di balik teralis.
Berciri-ciri berambut klimis, dan berbau sangat amis…
Please dengerin ungkapan hati seorang gadis pesimis…

Hari ini hari kamis…
Aku sekarang berasa di tengah-tengah hutan tropis..
Yang sekarang sedang gerimis..
Tapi udara terasa sangat isis

Dan aku sekarang sedang menulis…
Berlagak seperti para jurnalis
Sambil sesekali melukis…
Wajahmu yang cukup manis
Di sebuah buku tipis
Tapi… Sambil menangis…

Mengapa kau sekarang tidak romantis?!
Padahal dulu kau sangat puitis!
Mengapa sekarang kau sadis?!
Padahal dulu kau benar-benar menghipnotis!
Mengapa kau sekarang tidak humoris?
Padahal dulu kau selalu ceriwis!
Apakah kau sekarang mengalami metamorfosis?
Sadarkah kau bahwa tindakan kau itu tidak etis?
Dasar cowok Sok eksis!
Sok LARIS!

Dear ‘Is’…
Sudah kah kau tidak peduli lagi sama aku yang geulis?
Yang narsis?
Yang berkulit sangat eksotis?
Dan bertampang seperti selebritis?
Atauuuu… kau memang selalu memperlakukan seperti itu pada seorang gadis???

Dan sekarang Kau biarkan aku teriris
Saat kau mengiris-ngiris…
Menusukkan hati ini dengan sebuah penggaris
Dan menancapkan sebuah keris!
Tepat di pelipis!
Dan tepat mengenai ulu hati ini yang sedang miris….
Sehingga aku mesti mengais-ngais
Seperti pengemis…
Dan saat itu aku HANYA bisa meringis…
Menahan sakit psikis…
Yang rasanya seperti ditetesi jeruk nipis…

Tapi waktu itu kau HANYA mengangkat sebelah alis!
Sambil mendesis…
Dan menatapku dengan pandangan sinis…
Ketraluan sekali kau cowok dramatis!
Tahukah kaU betapa hati ini benar-benar sedang kritis?
Dan sangat kronis?!
DASAR BENGIS!

Tapi aku tetap optimis
Kau tidak lagi akan egois…
Tapi begitu terdengar bunyi sebuah gendis…
Aku pun merasa kau mendivonis!
Tepat di depan para majelis
Sukses lah kau membuat aku menjadi fatalis
Dan saat itu pula kau tidak menggubris
Kau HANYA menepis
Semua kalimat-kalimat ku yang logis..
Berubahlah kau menjadi sofis….
DASAR NAJIS!.

Dear ‘IS’,
Tak sadar kah kau kelakuan kau seperti para teroris?
Yang siap mengakhiri hidup siapapun dengan tragis…
Bahkan kau mengoyak-ngoyak aku yang kalis!
Dan Sadarkah kau bahwa kau itu sangat perfeksionis?
Mengingingkan segalanya berjalan dengan dinamis…
Dan lak lagi kau hiraukan sebuah isak tangis.
Kau benar-benar tidak realistis!

Dear ‘IS’,
Asal kau tahu, Kau memang sangaaat magnetis…
Gayamu juga keren seperti cowok-cowok di Paris
Sangaaaattt necis!
Tapi sayang beribu sayang, kelakuanmu seperti para IBLIS!!!

3 Responses to “Hanyalah Sebuah ‘IS’”

  1. on 04 Jan 2009 at 11:27AL

    Buat agatha yang nulis,

    Apapun yang tertulis,
    Anda berhasil membuat saya meringis

  2. on 04 Jan 2009 at 20:41WidCHiTazh

    iih… bener-bener sadIS…
    bKin meringIS..
    hehehehe…

  3. on 12 Jan 2009 at 20:47Alit

    Hri ne bkn hri kmis
    Hri ne jg g grimis
    Tp q mmbc sma yg kw tulis
    Dn q akui tulisanmu lucu abis
    His..his..his..

Tinggalkan Komentar