Aku hanya menuliskan sebuah kata dan yang lain mengalir dengan sempurna.Aku hanya mencoretkan beberapa huruf dan semuanya telah tersaji rapi seperti barisan cerita novel dengan berbagai ending.
Tanganku berhenti bergerak dengan sebuah pensil hitam di antara jari-jemariku. Aku termangu mataku lekat di ujung pensil yang tak lagi runcing. Ke manakah aku kayuh hidup. Tapi, bukankah hidup yang memilih jalannya sendiri? Aku tinggal duduk diam dan semuanya telah terjadi.
Takdir biarkan kali ini aku menghikayatkan ceritaku, biarkan sekali saja jari jemari ini menari sehingga usai.
Percayalah, aku tak akan menyerah kalah dengan mudah, aku tak akan putus asa jika dirundung masalah, tak akan mundur jika rintangan menghadang, menangis jika hatiku terluka, meratapi jika kehilangan, atau mati karena kesepian.
Kali ini biarkan aku menentukan merah, hitam atau putihku sendiri. Yakinlah padaku, duduklah diam di pojok sana dan aku akan menjalani hidup selayaknya.