KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Tahlilan Puisi

Ombak yang melepaskan kemarahannya ke tepian daratan
Bumi segera kugocek
Dan kutipu lewat gerakan kata-kata
Ketika jauh di dalam bumi berbunyi tahlilan-tahlilan puisi,
tanganku bergerak
ke bawah luapan desahan manis itu.

Di atas remang-remang kalililawar adzan

Tangan-tangan gunung menggendongku

Ke puncak suara yang paling merdu.

Dari setiap suara yang terlihat

Ada beratus-ratus deru yang rukuk

Ada berjuta-berjuta debu yang sembayang

Lewat dermaga ombak

 

Waktu kita sudah tamat sebenarnya,
gerak-gerik kita dipayungi oleh senandung bawah tanah

Hanya dengan menghisap nama

Kulambaikan sebuah dimensi yang mencair

 

 

2008

Tinggalkan Komentar