Tahlilan Puisi
Desember 12th, 2008 by Rendy Jean Satria
Ombak yang melepaskan kemarahannya ke tepian daratan
Bumi segera kugocek
Dan kutipu lewat gerakan kata-kata
Ketika jauh di dalam bumi berbunyi tahlilan-tahlilan puisi,
tanganku bergerak
ke bawah luapan desahan manis itu.
Di atas remang-remang kalililawar adzan
Tangan-tangan gunung menggendongku
Ke puncak suara yang paling merdu.
Dari setiap suara yang terlihat
Ada beratus-ratus deru yang rukuk
Ada berjuta-berjuta debu yang sembayang
Lewat dermaga ombak
Waktu kita sudah tamat sebenarnya,
gerak-gerik kita dipayungi oleh senandung bawah tanah
Hanya dengan menghisap nama
Kulambaikan sebuah dimensi yang mencair
2008