Bulan Keduabelas Kulihat Cinta di Matamu
Desember 12th, 2008 by ima_sadiyah
Siang hari yang panas, aku berjalan menyusuri lorong kuliahku yang begitu panjang. Kulihat universitas ini begitu asri, tertulis “Universitas Jaya Jogyakarta”. Di sinilah aku menggali ilmu lebih dalam tentang Bahasa.
Aku Nensi Atmadja. Teman – teman lebih akrab memanggilku Nensi. Pengalamanku dalam hal bercinta membuat aku trauma dengan yang namanya cowok. Susahnya menemukan cinta sejati, melihat teman – teman ku memperoleh perhatian dari pacar mereka.
Tetapi aku berusaha membuang perasaanku kalau aku juga ingin menjadi seperti mereka. Aku mengikuti berbagai lomba dan organisasi senat. Karena keaktifanku di dunia organisasi membuat aku selalu memperoleh kesempatan mengikuti berbagai pelatihan. Memang dengan begitu aku bisa melupakan semua masalahku, rasa trauma dan segala beban. Hingga akhirnya ketua senatku, Kak Ardi, mulai mendekatiku.
“ Hello, Nensi sedang apa. Eh jangan terlalu capek ya,“ ucap pria tampan ini.
“Ya Kak, tenang saja. “
Dia begitu perhatian sama Nensi.
“Nen, kamu merasa tidak kalau Ardi itu suka sama kamu,” ucap salah satu kakak kelasku.
“Kayaknya tidak deh Mbak, dia kan teman curhatan Nensi, begitupun sebaliknya, Mas Ardi suka sama Mbak Anissa kok. Lagipula Nensi masih trauma Mbak,” ucapku sambil memandangnya.
“ Dek, kamu jangan terlalu lama dalam masa trauma kamu, cinta tidak boleh di sia- siakan,” jawab kakak kelasku ini.
Aku memang dekat sekali pada ketua senat kami. Tetapi aku tahu dia suka pada kakak kelasku yang tidak lain teman sekelasnya. Sejak saat itu aku mulai suka padanya.
“ Nen kamu ikut studi tour ya sama Ardi,” perintah pembinaku.
Duarrr….
Aku senang juga takut. Takut kalau aku sampai suka dia. Di perjalanan itu dia begitu perhatian sama aku. Setiap aku menanyakan kabar dia dan Anissa, dia hanya menjawab, “Itu kan dulu, sekarang aku suka cewek lain.
“Ya Allah, ternyata dia menyukai orang lain, aku akan memendam perasaan ini “.
”Leh Kak, kok tidak di kejar sih. Berarti tidak sayang dong, “ ucapku sambil manja padanya.
Satu tahun telah bersama dalam organisasi, membuat aku berani membuka hatiku untuk orang lain. Tetapi dengan Mas Ardi ini, aku lebih nyaman dan menganggap dia hanya sebagai kakakku sendiri.
Di saat aku sendiri di bawah pohon, tiba-tiba dia menghampiriku.
“Nen, kok sendiri sih, jangan ngelamun,” sapanya sambil duduk di sampingku.
Kemudian kami cerita banyak hal, dia membuat aku tertawa.
“Nen, aku suka sama kamu,” kata-kata yang aku takutkan muncul. Dan akhirnya aku terima dia menjadi pacarku.
Selama berpacaran sepertinya ada yang dia sembunyikan ternyata aku benar bahwa dia tidak menyukaiku. Satu tahun menjalani hubungan akhirnya aku memutuskan dia. Dua minggu kemudian aku berusaha melupakan kenangan dengannya. Suatu keajaiban di bulan ke-12 kulihat cinta di matanya saat dia wisuda. Di atas mimbar dia menyatakan keinginannya untuk menjalin hubungan lagi denganku. Tetapi apa jawabku………
“Maaf aku tidak bisa. Tidak bisa MENOLAKMU…… “
keren bgt ni cerita jenaka bgt. nyampe gw ketawa sendiri kyk orgil.
wah ceritanya bagus juga. Tapi kok jalan ceritanya cepet banget, malah jadi agak-agak gak nyambung gitu, apa lagi pas paragraf 9
Ya udah, Keep Fight yuph!!!!!
terus berkarya n’ jangan patah semangat!!!!!!!!!!!!
Lucu_lucu. . . . .
Koq crtx cpet bgt. . . . . . . .
Laen x bkn crt
jgn trllu pendek bgt.. . . .
hmmm…. critanya bagus banget….
keren deh pokoknya…..
ka jd ingt waktu masih sama-sama dika. tapi maut memisahkan kita…
aku gak tau kalau dika punya penyakit leokimia dan karang dika udah meninggal… meninggalkan aku sendiri…. sampai sekarang aku masih mencintai dika dan belum bisa menerina cowok lain….
idenya bagus lho. tapi sayng banget, bikin cerpennya kayak bikin tugas cerpen buat pelajaran bahasa indonesia yang harus dikumpulin besok. pendek banget.
Cerpenx lucu
Tp Qo crtx short