Warna Kota
Desember 4th, 2008 by wiekerna
Dengarlah dedaunan hijau yang berbisik
bersama angin
Lihatlah langit biru yang mengisyaratkan
Damai dalam hatimu.
Namun, merah yang mengalir di sungai itu,
Menjadi gelap, pekat
Dari mataku!
Jadi isak yang memilukan siapapun
Sadarkah hadirmu, Bapak?
Saat sepi melanda relung jiwa kami
Saat masa seakan hilang
Meninggalkan misteri
Yang tak kan pernah terungkap.
Adakah tanya dalam relung jiwa
Di mana gerangan bersembunyi?
Ataukah menghilang bersama tanya yang lain?
Yang hadir saat termenung menatap Merah, Kelabu?
Akankah kau mendengar Hijau?
Memahami Biru?
Sadarkah hadirmu, Bapak?
Untuk kami, anak negeri!
*Sebuah titipan dari warna kota yang mati. Sidoarjo - Kemang, 041208,12.35 wib