Mengalir
Desember 1st, 2008 by Wawan Cahya
Mengalir deras bak sungai
Kadang pikiran menguap
Saraf mati rasa
Manis dikatakan pahit
Madu dimuntahkan
Racun ditelan
Mengalir tak menjelma bak udara
Udara dihirup tak henti-hentinya
Tak habis hingga akhir masa
Mengalir berputar bak darah Si Raja Rimba
Kadang mengaum, mencakar, memerah
Namun tak sampai gigi menghunus
Menangkap mangsa dengan mulus
Lezat dimakan buah hati
Mengalir dikegelapan
Sayu…
Mengalir bersama mentari
Bercucuran…
Tahukah?
Sudahkah?
Terus mengalir…
Walau otak engkau lengah
Terus mengalir…
10 Mei 2008 M/04 Jumadil Awal 1429 H