KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Pandanglah Mereka

Lihatlah…
Di sini berjuta-juta penduduk bahkan bermilyaran penduduk…
Mengais rezeki demi menyumpal mulut-mulut mereka yang meronta
Mereka tak suraukan, atas mulut-mulut nakal
Mereka jua tak peduli, apakah itu halal atau haram…

Mungkinkah, zaman telah berubah…
Dikarenakan, selembar kertas yang naik daun menjadi primadona dan mampu merajai akal pikiran manusia…

Hidup, begitu tenang bagi mereka yang menikmati hidup
Namun, terasa pahit bagi mereka yang memandang hidup sebagai realita belaka…

Bertahun-tahun, mereka membanting tulang
Dan, memanaskan otak…
Hendaknya, tiada pengharapan pasti yang mereka punya
Di balik kegetiran hidup mereka…

TKI dan TKW bukanlah hal yang lumrah bagi kami rakyat Indonesia
Bahkan, koruptor sekalipun telah berkumandang di seluruh negeri
Akan keabsahnnya itu…

Kasihan…
Bagi mereka yang bersusah payah mencari penghidupan di negeri seberang nun jauh di mata…
Terutama, kaum wanita…
Acapkali tugas mulia mereka terabaikan oleh tindasan-tindasan hina mahkluk tiada bermanusiawi…
Kekerasan adalah panganannya sehari-hari dalam merajut hidup.

Lantas, dari problematika ini…
Terseling kesenjangan komunikasi antar Negara
Sehingga terhimpit satu sama lain…

Wahai, engkau perut-perut besar…
Janganlah, kau hanya membual belaka
Sesungguhnya bualan mu itu, hanya akan menjadi Azab bagimu di kemudian hari
Yang takkan lagi terelakkan…

Wahai, pemuka-pemuka terpandang
Janganlah kau jadikan yang bathil,
Sebagai penanggung jawab jeritan kami
Sebaliknya, bagi mereka yang ridho dan ikhlas membela hak kami
Seusainya, kau rampas kepunyaannya
Dan, kau hadiahkan pengahargaan sebuah istana beralaskan tanah
Di balik jeruji yang setianya dingin di malam hari…

Kami tak rela…
Kami ingin keadilan tumbuh di tanah air kami
Kami, tak ingin memiliki petuah,
Yang senantiasa menanam janji namun, tiada berbuah hasil
Kami pun tak ingin dirajai oleh keegoan para pembual
Ketegasan kami menyeru agar kami bangkit…

Kami tahu, kami adalah orang yang hidup ditiadakan oleh ilmu dan kuasa…
Tapi, kami punya hak di atas itu…
Pintaku ialah satu…
“ Pandanglah kami, kaum tiada punya hak…”

Tinggalkan Komentar