Di Kamarku Ada Tuhan Juga
November 18th, 2008 by R. Harta
Tengah malampun lewat mataku belum padam
dan putaran jam pun berlari seirama nadiku
aku dinaungi sendu air yang mengalir dari kran
yang belum sempat tertutup rapat
setelah kuambil untuk Isyaku tadi.
Nyanyiannya yang gemericik tak mau berhenti,
sama halnya celoteh penyiar berita tentang kartun Nabi
yang diangkat ke permukaan lagi.
Air itu masih saja jatuh,
berubah pelangi dengan pita warna warni bumi menghiasi bima sakti.
Jarum jam terus menyeretku,
memaksaku untuk memikirkan nasibku setelah mati nanti.
Sempat ku baca sejarah siang tadi.
ku baca wajahku di dalam buku,
bukan puisi, namun catatan kematian yang beraroma,
begitu tipis maut dan hidupku ternyata.
Ternyata Tuhan masih bisa kujumpai sebelumĀ tidurku menguasai di kamar ini.