Dalam gelombang gairah panas
Terik terus mencumbuiku
Melumat tiap jengkal kulitku
Peluh menitik
Tapi tak sampai mengalir
Dengan cepat terbang
Menguap ditiup panas
Padahal, tanah tengah menengadah
Sambil terjulur lidah
Mengharap peluh
Rela basahi
Lidah retak tanah panas..
Tangerang, Oktober 2005