Dengan Cinta Pertamaku
November 6th, 2008 by rewinnita
Awalnya aku bersiap untuk kehilanganmu
Apapun yang terjadi ku kan tetap bisa hidup walau tanpamu.
Dan seluruh mimpi-mimpiku kan berjalan tanpa kehadiranmu
Cita-citaku kan tetap ada meski tak bersamamu
Ku kan punya banyak teman yang kan menggantikanmu
Serta kesibukan-kesibukan yang kan membuatku lupa padamu
Ku masih punya banyak cinta meski bukan darimu
Mungkin menjadi seorang playgirl kan tampak lebih hebat dibandingkan kesetiaan yang terlalu berlebihan
Mungkin hanya orang tolol saja yang mau menunggu 1 cinta dari 1 orang yang tidak pasti
Aku benar-benar bersiap untuk mengahapus jejakmu ketika sewaktu-waktu nanti kau kan meninggalkanku
atau kau menemukan seseorang yang baru dan menurutmu lebih baik dari aku
atau kau sudah bosan dengan semua sikap-sikapku yang menyebalkan
dan sifat-sifatku yang yang membuatmu kesal
dan aku tak ada baiknya lagi di matamu
aku sudah mengkemas semua perasaanku padamu dan menyiapkan tempat sampah yanhg tepat untuk membuangnya. Dimana tak kan meninggalkan bau busuk dan cepat lapuk dimakan mikroba.
Aku sudah menyimpan seluruh file kenangan-kenangan kita dalam sebuah film yang nanti kan kuputar kembali tuk mengingat semua kebodohan-kebodohan yang telah kulakukan saat bersamamu. Dan menyesal, serta bersumpah, tak kan memilihmu dan tipe orang-orang sepertimu lagi tuk bersemayam di hatiku. Karena kau adalah penyesalan terbesarku.
Aku benar-benar telah menyiapkannya.
Aku kan menjawabnya keheranan semua teman-temanku, “Bagaimana mungkin?” dengan jawaban “Sudahlah. Itu masa lalu. Kenapa tidak kau Tanya apa rencanaku ke depan?”
Rencana yang cukup meyakinkan. walaupun sebenarnya aku takut jika semua itu menjadi nyata.
Sampai pada akhirnya, kau benar-benar meninggalkanku. Mengakhiri semua dengan keputusanmu sendiri tanpa perduli pendapatku. Bahkan air mata yang sebelumnya tak pernah mengalir di depanmu pun tak sanggup melulukan hatimu.
Yahh untuk sesaat aku menderita
Hidupku tak ada artinya lagi.
Semakin lama, aku semakin gila tanpamu
Kacau.
Kacau.
Kacau.
Kesibukan dari pagi hingga malam , tak mampu mengusir bayangmu
Banyak teman yang menghiburku, tak juga mampu buatku melupakanmu
Aku seperti tak punya cita-cita
Aku tak punya impian
Dan baru kusadari ternyata rasa ini begitu mempengaruhi masa depanku
Aku bingung
Tapi aku tak bisa berhenti sampai disini
Aku terus berjalan, dan berjalan menunggu dan mencari.
Sekian lama itu, aku terlunta-lunta.
Hingga datang hari ini.
Dimana, semua rencanaku menjadi nyata.
Walau aku tak bisa menjadi playgirl.
Walau ku masih mengatasnamakan kesetiaan dalam sebuah hubungan
Walau aku tak pernah membencimu karena walau bagaimanapun kau pernah ada di hatiku dan kuakui, sampai kapanpun rasa ini tak kan berubah jadi benci.
Aku tak perlu menghapus jejakmu, karena air hujan akan meluruhkannya.
Aku tak perlu mencari kesibukan, karena hariku sendiri sudah sibuk oleh rutinitas yang padat.
Cinta selalu kudapatkan , karena seorang teman akan selalu tulus memberikan cintanya untuk sahabat. Dan aku bersyukur, karena aku termasuk salah seorang sahabat yang masih dianggap.
Dan aku mengoreksi per detail nya……
Sifat-sifatku tidak membosankan, hanya saja kau kurang bersabar menghadapiku. Dan aku sesalkan itu, karena dibalik itu aku mengujimu. Dan kau tak sanggup meluluhkanku.
Aku tak perduli, apa aku baik di matamu atau tidak. Karena aku telah melakukan yang terbaik dan sebaik mungkin yang aku bisa. Dan aku bersyukur, setidaknya aku masih menjadi diriku sendiri.
Aku tak perlu mengemasi perasaanku, karena perasaan itu melapuk dan sadar diri untuk pergi. Dan aku harap tuk selamanya. Tempat sampah manapun, tak kan mampu menghilangkan aroma kisah kita dan aku sendiri tak berniat tuk membuangnya, karena semua kenangan itu begitu berharga. Aku tak mengingkarinya. Dan film itu akan tetap kuputar, sewaktu-waktu untuk mengingatkanku tuk tidak semena-mena dan lebih menghargai perasaan orang lain. Terlebih, orang yang aku cintai.
Aku tak perduli dengan apa yang orang lain pikirkan. Terlebih dengan pertanyaan bodoh mereka. Aku hanya menjawab, ”Yahh…karena dia pantas mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku.” Dan aku cukup senang, karena tidak terlalu banyak orang yang menanyakan itu. Dan teman-temanku cukup mengerti, karena mereka berpikir, aku patut mendapatkan yang lebih baik darimu. Walau aku terus mencari kesamaan demi kesamaan dirimu dalam dirinya. Dan itu semakin menyadarkanku bahwa tak kan ada yang menyamaimu.
Dan kini, tiba saatnya. Ketika aku tak lagi memikirkan rasa sakit hatiku. Aku membangun hidupku yang baru. Memang tidak denganmu lagi. Tapi dengan orang yang lebih baik darimu. Aku mencoba ‘tuk bahagia. Dan aku bahagia!
Aku sependapat dengan ceritamu karena, kita tak mesti harus berharap pada satu orang saja, karena mungkin orang itu tidak pernah memperdulikan kita, lebih baik cari pengganti yang sebenarnya untuk kita.
bgs N sedih mbak
Bagus bener cerpennya??
Mengharukan bgt!!
jablay lw mba critanya kaya tai…bikin cerita stensilan aja..
sehr gutttt
alfidersehen
bagus juga cerpen nya,,,,,,,,,
makanya mbak.,jgn telalu egois,,,,
mikir dulu kek sblum ngmbil keputusan…
gilaaa , keren bgd mba cerpen nyah .
samaa bgd ky yg ak alami skrg !!
aku jg ngalamin hal yg sama, cuma belum mendapatkan yg lebih baik aja, jadi terlunta2 gini .hahaha
hmm,, aku mengalami hal yang serupa…
bagus sehhhh…tapi kox gada namaku
Wow…nyindir w jg nh.
Tp, mmg kdang2 Qt hrs mbil kputsan y6 tk terduga. Dmi masa dpn kelak, asalkn jgn prnh myesal dgn kputusan itu.
Mmg tkadng Qt mgmbl sbuah kputusan yg tk terduga, dmi masa dpn kelak, aslkn jgn myesal dgn kptusn tsb.