Bola Mata
November 4th, 2008 by Wawan Cahya
Sejenak kita berhenti untuk mengisi energi, berhenti bukan untuk menipu diri, berhenti ini tidak berarti sepi, berhenti yang tak menjadikan kita lunglai, berhenti untuk mendapatkan arti.
“Diameternya 2,5 cm, 5/6 bagiannya terbenam dalam rongga, dan hanya 1/6 bagian yang tampak dari luar. Terdiri dari tiga lapisan, dari luar ke dalam yaitu tunica fibrosa, tunica vasculosa, dan tunica nervosa” (dr. Kemal A. K, 2001)
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q. S. Ar-Rahman, 55: 13)
Dengan menggunakannya kita dapat membaca Al-Quran, buku, novel, cerpen, puisi; dapat melihat pemandangan indah; dan dapat melihat orang-orang yang kita cintai. Namun di dunia tidak dapat melihat Yang Maha Melihat. Disamping itu dengannya kita dapat memuaskan hawa nafsu sesaat, melihat berkali-kali objek yang bukan hak kita, merupakan fatamorgana yang dapat membuat jiwa lunglai dan membuat hati keruh; berkedip yang menimbulkan fitnah; dan memerah saat kita tidak terarah. Tugas kita adalah menjaganya, agar sesuai dengan tujuan penciptaannya yaitu untuk mengabdi kepada Yang Maha Menciptakannya.
Dirinya selalu basah. Walaupun kita tak pernah menyiraminya. Kenikmatan satu kedipannya tak cukup dibayar dengan amal saleh seumur hidup kita. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q. S. Ar-Rahman, 55: 77). JAGALAH MATA KITA. 100507; 11:11.WanCah.
Ditulis ulang:
10 Mei 2008 M/04 Jumadil Awal 1429 H