Tekhnologi Komunikasi, Surat Menyurat, dan Budaya Menulis
November 3rd, 2008 by dedeawan
“Hari gini kirim surat” Begitulah tanggapan seorang teman ketika penulis hendak berkirim surat lewat pos untuk mengetahui kabar sahabat lama yang berada di luar daerah. “Sekarang sudah jaman modern, jaman hape, telepon!” lanjutnya dengan tak bermaksud mengatakan bahwa apa yang dilakukan penulis ini adalah kuno, jadul, ndeso, dan sejenisnya.
Penulis masih ingat ketika dulu ada telegram yang mengabarkan bahwa ada anggota keluarga yang meninggal. Begitu berharganya informasi dari telegram itu sehingga hanya kabar yang penting dan genting saja yang segera dikabarkan lewat telegram. Tetapi sekarang, saat menjamurnya handphone, dengan mudahnya kita berkomunikasi atau ber-sms hanya sekedar bertanya “Sudah makan apa belum? Sudah mandi apa belum? Tadi malam mimpi apa? Sekarang lagi ngapain?” dan sebagainya.
Operator seluler pun berlomba-lomba menarik simpati pengguna telepon genggam pra bayar ini untuk memakai produknya dengan menjanjikan tarif yang super murah dan gila-gilaan. Sehingga saat ini penulis sering menjumpai teman yang menelepon dan mengaku kebingungan untuk menghabiskan pulsa yang belum habis-habis.
Begitu pesatkah perkembangan tekhnologi komunikasi sehingga jarak bukan lagi penghalang untuk bertegur sapa, bertanya kabar, dan memungkinkan manusia untuk bersosialisasi tanpa harus bertemu muka secara langsung.
Surat Menyurat dan Budaya Menulis
Budaya surat menyurat di Indonesia sudah ada sejak zaman kerajaan. Pengawal berkuda mengirim surat berbahan daun lontar, potongan bambu, atau kulit pohon untuk disampaikan kepada punggawa kerajaan, kerabat raja, atau raja dari kerajaan lain. Surat dari kertas baru popular saat pendudukan belanda di Indonesia. Pemerintahan Charles II pada tahun 1660 mendirikan kantor surat besar yang merupakan cikal bakal pos Indonesia. Sebelum prangko diperkenalkan oleh Sir Rowland Hill, biaya surat dibebankan kepada pengirim surat atau penerima surat, dengan cara membayar langsung surat saat hendak dikirim, atau saat surat akan diterima.
Sahabat pena pernah populer dan berdampak positif dalam membudayakan tulis menulis. Melalui sahabat pena ini, memungkinkan seseorang untuk memiliki sahabat dari luar daerah, seberang pulau, atau Negara lain, dan mengetahui apa saja (baik itu budaya, pariwisata, atau cerita-cerita menarik) yang ditulis lewat surat oleh sang sahabat pena tersebut.
Sebagai pendidik, penulis merasa prihatin dengan anak sekolah sekarang yang kesulitan untuk menulis surat dalam materi pelajaran Bahasa Indonesia. Ini karena mereka tidak terbiasa menulis surat yang susunannya terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup. Mereka lebih terbiasa menulis sms yang langsung to the point dalam cara penyampaiannya, atau berbicara/ bertelepon secara langsung daripada menulis surat.
Tekhnologi komunikasi yang kian canggih dan membudaya di masyarakat kita menjadikan budaya surat menyurat/ menulis menjadi tersingkir. Tekhnologi memang bertujuan untuk memberikan kemudahan manusia yang memiliki mobilitas tinggi.
Tetapi tidak semua tekhnologi komunikasi menghempaskan budaya surat menyurat dan menulis. Fasilitas e-mail (elektronik mail) tetap menuntut kita untuk memiliki keahlian menulis surat. Adanya e-mail, mengajak kita untuk tidak gaptek (gagap tekhnologi) dalam menyikapi perkembangan dunia komunikasi, surat menyurat, dan menulis. E-mail menjadikan surat yang kita kirim lebih cepat sampai, hanya dalam hitungan detik, bukan berhari-hari atau berminggu-minggu.
Di zaman yang serba elektronik ini, masihkah kita memerlukan jasa pos untuk mengirim surat? Apakah budaya menulis surat itu hanya tinggal sejarah? Apakah suatu saat nanti kita akan menyaksikan masyarakat yang tidak mengenal surat menyurat?
jangankan budaya menulis, budaya baca kita saja memprihatinkan…
ummm…..
gmn y?, nz sendiri ngerasain kq…jd pribadi yg addicted bgd m hape,,
huhuhu…mpe2 sring kna mrah m ortu…
lm2 bs ng-jamur tuh kntor pos, gr2 g da yg ngrim surat…
hehehe^^p
ada usulan g?biar rjin nulis???
kdg2 pgn nulis, tp gtw kdu mulai drmn,,,
jd males dee,,,
krim blik y!!
makasiiii…………..
nissukawentworth@gmail.com