Kembali ke Jalanku Dulu
November 3rd, 2008 by nugrahaeni dahyar
Suasana hati beberapa hari ini memang sangat mendukung untuk tampil dengan riang. Ada sosok dia di samping ku saat itu, namun entah mengapa sosok itu tiba-tiba menghilang dan kembali datang. Hal ini berlanjut sampai dengan suatu ketika semua kenyataan terpampang di depan mata. Awal yang indah kukira akan berakhir dengan simpul senyum yang terukir. Dia membuat dua hati hancur dalam satu waktu, entah apa yang ada dipikirannya saat melakukan itu semua.
Pagi hari tepat pukul 05.41 dering HP ku berbunyi, tampaknya ada pesan masuk. Yah, benar saja. Ough..ternyata dia, batinku.
” Ku teringat hati yang bertabur mimpi. Kemana kau pergi cinta. Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri. Kuatkanlah hati cinta.
Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja. Yang menemanimu sebelum cahaya. Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra. Yang kan membelaimu, cinta.
Kekuatan hati yang berpegang janji. Genggamlah tanganku, cinta. Ku tak akan pergi meninggalkan mu sendiri. Temani hati mu, cinta.”
Barisan kata-kata di pesan itu tampak tak asing bagiku. Itu memang rangkaian lirik dari band Letto. Pada saat itu aku memang sedang menyukai lagu itu. Sepertinya kejadian pagi itu membuat hari ini akan berjalan begitu baik.
Namun entah mengapa kadang ada rasa semua tampak begitu aneh dan terasa janggal. Yah, ternyata apa yang kurasakan terjadi benar. Dia seperti memberi harapan bagiku, bagi seorang yang belum mampu melupakan seseorang di hatinya namun dia datang dan membantu memulihkan semuanya. Tapi semua tampak seperti sebuah khayalan, dia kan menjaga erat dan konsisten terhadap apa yang telah dia lakukan padaku. Di hatiku terasa nyaman ketika kau ada di sampingku.
Entah apa yang berusaha dia tunjukkan kepadaku. Di sisi lain dia masih memiliki hubungan dengan seorang di masa lalunya. Aku tahu itu karena seorang itu adalah temanku dan akhir-akhir ini memang dirinya sering bertukar pikiran olehku tentang dia. Sampai berapa lama kusimpan rahasia ini darinya. Dan suatu ketika, terungkap sudah semua rahasia di hati. Sunguh tak hanya satu rasa yang muncul saat itu, ada kelegaan atas semua rahasia, kekhawatiran, dan beribu rasa berkecambuk.
Semenjak kejadian itu, ada keterbukaan sendiri antara kami. Bertukar pikiran sering kami lakukan dan bertanya pada hati masing-masing, “Sebenarnya apa yang ingin ia lakukan?”
Dan tak hanya itu yang membuat hatiku terkejut, di sudut sana rupanya dia juga sedang melakukan pendekatan dengan seseorang yang termasuk teman kami juga. Dalam hati bertanya, “Apa mau mu lagi??” Begitu banyak kata manis yang sering ia ucapkan, perilaku yang membuatku nyaman berada di sampingnya. Teriris melihat kenyataan yang begitu pahit. Terlalu banyak janji yang telah dia ungkapkan. Entah kepada siapa saja dia ungkapkan janji itu.
Jujur dalam hati, aku tak pernah mengira bahwa dia akan pernah mengisi ruang hati ini. Seandainya aku tahu, hanya kilasan kenangan pahit yang dia berikan, aku tak mau.
Apa sekarang dia merasa bangga atas apa yang dia peroleh saat ini? Aku hanya seorang yang tak akan dia sapa lagi dalam kehidupannya kelak. Sekarang dia pun telah bersama seorang lain dan dia tampak bahagia.
Satu hal yang aku tahu, mungkin ketika aku bersama dia menjalani sebuah hubungan yang banyak menghabiskan waktu dan pikiranku, dia bisa saja melakukan hal itu kembali bersama orang lain. Dan itu membuatku semakin perih untuk merasakannya.
Di sembah sujudku, aku memohon ampun atas segala yang telah kulakukan.
Andai semua tak terjadi seperti ini, aku akan tetap melakukan kesalahan itu.
Ini adalah jalan hidupku.
Jalan yang telah diberi oleh Sang Maha Kuasa untuk dapat kulalui.
Terima Kasih Ya Rabb..
Karena Kau telah menuntunku kembali mengingat-Mu