Memasyarakatkan Olah Raga (Memperingati Hari Olah Raga Nasional 9 September)
November 1st, 2008 by dedeawan
Indonesia pernah berjaya di event-event olah raga regional dan internasional. Negara kita terkenal dengan rajanya bulutangkis dunia dengan segudang pemain berprestasi seperti Rudi Hartono, Liem Swie King, Christian Hadinata, Ivanna Lee, Hastomo Arby, Susi Susanti dan lain-lain. Cabang sepak bola pun berjaya di era 60-an sampai 70-an. Saat itu Indonesia menjadi salah satu kekuatan sepak bola asia dibandingkan Jepang, Korea, atau negara Timur Tengah.
Tetapi kini, cabang bulu tangkis Indonesia seakan tidak mampu mengalahkan keperkasaan Cina. Negara tirai bambu itu kini mendominasi cabang olah raga tepak bulu tersebut. Apalagi sepak bola, berlabel Indonesia Super League (ISL) yang merupakan kasta tertinggi sepak bola tanah air masih bergumul dengan kekisruhan-kekisruhan supporter. Kapankah sepak bola Indonesia mampu kembali mengaum sebagai macan Asia seperti di era Iswandi dan kawan-kawan.
Antusiasme Masyarakat
Ketika ada event Thomas dan Uber Cup, jalan-jalan dan lapangan banyak yang menjadi arena untuk bermain bulu tangkis. Ketika ada perhelatan Piala Dunia ataupun EURO Cup, banyak terjual kaos-kaos dan merchandise dari tim-tim kesayangan. Ini mengindikasikan bahwa antusiasme masyarakatIndonesia terhadap olah raga benar-benar tinggi.
Tetapi bila melihat kerusuhan suporter sepak bola karena tim yang didukungnya kalah, juga merupakan indikasi bahwa sportifitas masih merupakan harga mahal bagi masyarakat Indonesia.
Pentingnya Olah Raga
Olah raga merupakan sarana menyehatkan badan dan melatih diri untuk memiliki kesabaran. Bila kegiatan olah raga sudah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat, maka kesehatan masyarakat akan meningkat. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Olah raga bias menangkal berbagai penyakit mayarakat seperti stress, Narkoba, mabuk, dan judi. Dengan melakukan olah raga maka akan terbina jiwa sportifitas, semangat berkompetisi dan berprestasi, serta terhindar dari hal-hal negatif.
Mengingat arti pentingnya kegiatan olah raga dalam membangun kesegaran jasmani, kesehatan fisik dan mental spiritual masyarakat, mulai anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua, tanpa kecuali, maka pemerintah harus terus berupaya mendorong dan memfasilitasi agar gerakan olah raga masyarakat secara luas dapat terus digelorakan dengan disertai penciptaan kesempatan agar masyarakat melakukan kegiatan olah raga.
Membangun Olah Raga
Pemerintah harus memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat, menyediakan sarana dan prasarana olah raga, serta pembibitan atlet secara dini melalui penyelenggaraan event-event olah raga.
Peringatan hari olah raga nasional salah satunya bertujuan menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya olah raga, baik sebagai sarana kesehatan maupun prestasi. Pembangunan olah raga ditujukan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap olah raga dan terwujudnya prestasi dibidang olah raga.
Melalui momentum Hari Olah Raga Nasional 9 September, maju terus bulutangkis Indonesia! Bravo sepak bola! Bangkitlah olah raga nasional! Mari kita memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat.