KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Aku Bisa Punya Cewek

Huh aku iri dengan teman-temanku. Mereka semua telah memiliki cewek. Apalagi Kris. Dia malah sudah mengoleksi 4 cewek sekaligus. Sedangkan aku sama sekali tak pernah merasakan pacaran, gerutuku dalam hati. Aku tak tahu, apakah kekuranganku untuk menggapai seorang cewek. Mukaku lumayan dan tak terlalu kuper. Apalagi aku termasuk anak pintar di kelas.

Sering kuberbohong dengan teman SMP ku dulu saat setiap mereka bertanya padaku soal cewek,selalu aku berkata punya padahal aku tak punya. Aku malah melebih-lebihkan hal itu dengan berkata bahwa aku seorang “playboy”. Namunku sudah lelah berbohong. Namun aku akan membuktikannya kepada teman sekelasku bahwa aku bisa menggaet 3 cewek sekaligus.

Esok harinya aku memproklamirkan niat bulatku itu.

“Pagi Do? Pa kabar nih?” tanya teman baikku, Eko.

“Ah seperti biasa aku masih mencari cara untuk meluluhkan hati Stela,” jawabku lesu.

“Sabar Do, suatu hari kamu pasti akan dapat cewek.”

“Ya doakan saja ya!”

Di saat pelajaran pertama, aku tak pernah memperhatikan. Di otakku hanya bagaimana caranya mengatakan pada teman sekelasku di kelas sepuluh E janji dan niatku itu. Aku berfikir sejenak dan membulatkan tekadku. Di jam istirahat pertama aku berada di muka kelas. Dan berkata,

“Teman-teman! Aku akan menggaet tiga cewek dalam waktu tiga hari. Bila aku tak menepati janjiku, kalian dapat mempermalukanku.”

“Ha…ha…ha…ha!!!!” Tawa teman sekelasku secara serempak.

“Kamu beneran Do? Memangnya siapa tiga cewek yang ingin kamu gaet itu? Apakah dia Siti anak sepuluh F yang kayak Betty Lafea itu?” ejek Firman.

“Ha…ha…ha…ha!!!!” Tawa teman-temanku lagi.

Aku tertunduk sejenak dan segera mengangkatnya lagi.

“Tiga cewek itu adalah Sandra, Laila, dan Vira. Dan akan kubuktikan kepada kalian semua!” jawabku berani.

Firman menghargai perkataanku dan temanku lainnya hanya tersenyum dingin mendengar kata-kataku itu. Terlihat Nia sahabatku sejak SD hanya menggigit jarinya malu seakan khawatir denganku. Namun aku tak menghiraukannya.

Setelah pulang sekolah, di rumah aku melamun saja dan merenungkan bahwa kata-kataku tadi begitu berat. Soalnya tiga cewek itu merupakan tiga cewek yang istimewa di sekolahku. Sandra adalah murid kelas 12 yang seksi dan terkenal sebagai playgirl di sekolah. Laila adalah ketua ta’mir yang anti dengan dengan cowok dan sangat meninggikan syariat Islam. Sedangkan Vira, dia adalah wanita terpintar di sekolah yang pernah menyabet gelar juara 3 Olimpiade Fisika tingkat nasional. Dan waktunya hanya tiga hari. Langkahku saat itu yaitu dengan membaca tips-tips menembak cewek di berbagai media.

Esok harinya, di hari Rabu saat itu masih pagi dan mataharipun tak terlalu tinggi, aku berdandan ala Baim Wong dengan menggunakan baju yang stylish. Ibuku pun heran dengan penampilanku yang biasanya klimis, sekarang jambrik dan bergaya. Tujuanku hari itu adalah menembak Sandra. Sikap ibuku berlanjut pada teman-temanku. Mereka semua heran dan mengacungkan jempol padaku. Lagi lagi Nia memamerkan mukanya yang kemarin. Temanku, Eko dan Santo, mendukungku penuh.

Pulang sekolah aku menghampiri dengan Sandra sambil menghafalkan cara-cara menembak cewek di dalam hati. Kerah bajuku kuangkat dengan PD. Seketika PDku hanyut dan hatiku terdiam dan kakiku menegang. Kulihat setiap jengkal liuk tubuh seksinya dan darahku memanas. Mukaku memerah melihat kebohaian tubuhnya. Dan aku takut lalu meninggalkan tempat itu dengan penuh rasa malu. Temanku yang mengawasi dari jauh menyayangkan momen itu.

“Apa maksud anak tadi. Aku tak mengerti,” kata Sandra.

Ah aku tak tahan melihat tubuhnya yang …….

“Bruk”

Aku pingsan dan aku dibawa ke rumahku.

Hari Kamis, aku bersiap-siap berangkat sekolah. Peci telah siap di atas kepalaku. Bajuku rapi dan tampak soleh. Kembali ibu dan teman-temanku merespon heran dengan penampilanku.

“Kali ini kamu harus berhasil Do!”pinta Eko.

“Ya, aku akan berusaha dan tak akan mengulangi perbuatanku yang dulu.”

Dari jauh terdengar suara sinis Kris tertangkap indra pendengaranku. Aku membalikkan jempolku ke bawah dan kuarahkan kepada Kris. Sayangnya Nia tak masuk saat itu.

Seperti kemarin, kali ini ku menemui Laila di musholla setelah sholat dhuhur. Aku langsung melemparkan kalimat tembakanku dengan tegas. Namun apa kata Laila. Dia malah berkata

“Astaghfirullah….”

Dan diteruskan dengan ceramah panjang yang sedikit mengganggu jam terbangku. Aku mendengarkannya sampai ia selesai bicara. Setelah beberapa menit sampai beberapa jam, aku mulai mengantuk dan kembali pingsan.

Sahabatku kembali membawaku pulang.

Malam harinya aku merenung kembali. Aku merasa malu sekali dan putus asa. Waktu itu hujan dan aku melamun di dekat kaca jendela kamarku. Tiba-tiba sekelebet bayangan lewat di depan kaca seperti kuntilanak dan aku sontak kaget, segera tidur.

Jumat pagi. Hari terakhirku untuk membuktikan kepada teman-temanku. Sahabatku mendukung dan menenangkan hatiku. Kali ini aku berpenampilan bak profesor dengan kacamata minus yang mengganggu penglihatanku. Sepanjang palajaran temanku mengejekku kecuali Eko,Santo, dan Nia. Pulang sekolah semua teman sekelasku mengintipku berduaan dengan Vira di depan kantin sebelumku aku meluncurkan peluru cinta. Aku gugup sekali dan kutelan air liurku.

“Hai Vira. Kamu sudah punya cowok pa belum?”

“Kalau sudah kenapa, kalau belum kenapa?”

Seketika aku bingung dan berpikir. Namun setiap aku bertanya selalu saja dapat di balikkannya dengan pertanyaan tngkat tinggi.

Aku bingung memikirkannya dan aku lagi lagi pingsan. Kembali aku dipulangkan. Perasaanku tak menentu dan hampir saja aku bunuh diri. Lalu masalah itu kuceritakan kepada ibuku.

Ibuku menenangkanku dan menambah semangat. Katanya, “Hadapilah! Itulah cara yang terbaik.”
Percaya diriku kembali meningkat dan hari Sabtu aku tetap masuk sekolah. Pulang sekolah, aku dipermalukan, namun kujalani dengan tabah. Setelah peristiwa itu, Eko dan Santo memberi semangat lagi.

Setelah mereka pergi, Nia menghampiri dan berkata, “Kau tak usah melakukan hal itu. Sesungguhnya, akulah yang mencintaimu.”
“Apa kau serius?”
“Ya, aku sangat serius.”
“Aku bahagiaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

16 Responses to “Aku Bisa Punya Cewek”

  1. on 23 Oct 2008 at 20:06STEVEN

    He…. He… Lucu Banget Nich Cerita.. Masa Pingsan gitu nembak cewek sampe pingsan segala Bro.. Nyantai aja Lagi.. Kalo Lom dapat cewek tuh berarti anda belum beruntung.. silahkan coba lagi.. wakakkaka

  2. on 25 Oct 2008 at 14:02andreas

    thx ya gua butuh nih cerpen buat tugas bahasa Indonesia gua.skali lg thx ya…

  3. on 26 Oct 2008 at 15:23Chika

    hehe
    thx ni cerpen cucok bwt tgs b.Indo gue
    wkwkwk
    makasi

  4. on 26 Oct 2008 at 23:47ada degh

    hahahaha sama gw juga mau ngambil nie cerpen buat tugas bahasa indonesia gw . oia thanks ya bro .

  5. on 31 Oct 2008 at 12:13add_dickgoena

    Arigatou gozaimasu

  6. on 31 Oct 2008 at 15:3413

    hohohoho
    inikah hasil karyamu jack???

    keren…

    ganbatte!!!^^

  7. on 02 Nov 2008 at 21:48whahaaaa,,,

    hehe,,
    gua ambil buat tugas bahasa gue yau,,

  8. on 02 Nov 2008 at 23:33Abu Fulki

    buat remaja yang baru gede cerita ini oke!

  9. on 03 Nov 2008 at 18:57YaRakha A R K H A

    Bagus, karangannya sngatlah baik dan bagus. kalau bisa tingkatkan lagi agar jadi lebih baik dan bagus

  10. on 05 Nov 2008 at 22:09lala

    nice…cute and simple..

  11. on 11 Nov 2008 at 15:04Master Mister Mc

    lucu bgt ya cerpenx tpi bgi GWe TOP tuh cerpen N OK bgt Brow
    N pesan dr Q jdi diri sendiri itu lebih baik OK !!

  12. on 15 Nov 2008 at 19:11Ika

    So fun n unique..
    I’ll gRab it 4 my B.Ind assignment….,,

  13. on 20 Nov 2008 at 15:26kekeke

    eh…………………………….
    gw minta bwt tgs b.indo gw jg y?y?
    kekekekeke………………………..

  14. on 25 Nov 2008 at 14:22ijul

    yah….aq ambil ya niih cerpen buat tgs bind

  15. on 25 Nov 2008 at 17:48Itutdsw

    Gue jadi tersenyum sendiri

  16. on 19 Dec 2008 at 12:22uphii

    bagian yg lucu wkt nembak laila. hhahaha.

    cm yg pingsan2 tu keana trlalu lebay d . hhehe

Tinggalkan Komentar