KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Vaginalia

Saya sudah sering dihina dan terhina. Jadi sudah biasa kalau kamu mengernyitkan dahi, mempertanyakan, (atau malah) menertawakan nama saya. Sebab nama saya Vaginalia. Asli dari akte lahir, murni pemberian kedua orang tua saya. Silahkan kalau kamu mau tertawa. Toh sudah biasa.
Kamu mengenalkan namamu sebagai Muhammad. Nama yang bagus, dan agung. Sebab namamu itu, juga nama nabi yang paling diagungkan. Yang dijuluki Al-Amin, artinya dapat dipercaya. Diteladani banyak manusia, termasuk saya. Sebab katanya akan mendapat pahala jika saya memuji namanya, mendapat sesuatu yang bernama ‘Syafa’at’ di kehidupan akhirat.

Nama kamu Muhammad. Orang yang terpuji. Sebab itulah saya percaya sama kamu.

*****

 

Saya masih perawan, belum kawin. Orang-orang seringkali merendahkan harga diri saya sebab nama saya Vaginalia. Mendekati saya dengan alasan nafsu saja. Saya benci. Saya jijik. Sebab saya juga perempuan baik-baik. Mendambakan laki-laki yang baik-baik. Tidak seperti laki-laki pada umumnya yang menilai saya dengan harga. Pernah saya ditawar dua juta untuk sebuah malam bersama dengannya. Saya tidak mau. Meski saya miskin, saya punya harga diri. Saya benar-benar tersinggung. Saya tampar dia, dan dia memaki saya. Mengatakan saya hanya jual mahal. Padahal saya benar-benar tak mau dibeli, dengan harga berapapun yang kamu beri.

Nama kamu Muhammad. Saya suka perilakumu terhadap saya. Kamu menemani saya duduk di sebuah kantin. Memesan dua mangkok bakso; satu buat kamu, satu buat saya.

“Saya yang traktir,” katamu sambil tersenyum merekah.

Saya bahagia, kamu mau duduk di samping saya. Mau berbicara dengan saya meski tatapan curiga mengarah ke arah kita berdua. Sebab nama saya Vaginalia. Vagina, nama organnya wanita. Barang yang sudah banyak diobral murah. Itu untuk kelas biasa, limapuluh ribu semalam. Bisa juga sampai ratusan juta. Tergantung jaminan kepuasan yang diberikan. Tapi sekali lagi, saya tidak seperti itu. Saya wanita baik-baik, mendambakan laki-laki baik-baik.

Nama kamu Muhammad. Dan kamu memanggil saya “Va”. Saya tidak menolak. Saya justru senang. Sebab kamu teman pertama saya. Kamu selalu sabar menemani saya meski mereka masih menatap curiga.

Nama kamu Muhammad. Dan segalanya telah berubah menjadi kamu. Saya jatuh cinta sama kamu. Tapi apa saya pantas untuk mencintai dan dicintai? Saya tidak berharap lebih. Saya sudah cukup senang dengan keberadaan kamu sebagai teman saya. Sampai bulan kedua, kamu mendadak muncul di depan pintu kostan saya. Padahal hujan sedang deras. Kamu basah kuyup. Belum sempat saya ambilkan handuk, kamu sudah memegang tangan saya. Dan kamu ungkapkan cinta. Kamu tahu, itu pertama kalinya tangan saya digenggam laki-laki. Tapi saya bahagia. Karena itu kamu. Terlebih kamu mengatakan cinta. Mimpi yang menjadi nyata. Sejak itu kita pacaran.

Satu bulan.

Dua bulan.

Kita masih hanya berpegangan tangan. Sebab saya tak mau macam-macam. Belum waktunya. Sebab saya tahu bahwa zinah adalah dosa besar. Sama saja dengan menyekutukan Tuhan. Toh saya cukup bahagia dengan berpegangan tangan.

*****

 

Saya cantik, katamu.

Malam itu saya membiarkan kamu mencium bibir saya. Saya hanya mampu memejamkan mata. Sementara bibirmu terus melumat bibir saya. Saya takut. Benar-benar takut. Sebab saya tahu ini dosa. Tapi kamu terlalu mempesona, membuat saya tidak berdaya. Sebab sebelumnya kamu memasangkan cincin di jari saya, kembali mengatakan cinta, dan berjanji akan menikahi saya.

Saya tidak tahu lagi harus berbuat apa ketika tanganmu mulai menelusup di balik kemeja saya. Mengelus tubuh saya. Saya ingin katakan jangan, tapi bibir saya kamu bungkam begitu nakalnya. Saya mulai menangis, tapi kamu dengan hebatnya kembali mengatakan cinta, menenangkan hati saya.

Tiba-tiba hari telah pagi. Menyaksikan kamu tanpa busana, begitu pula saya. Ada bercak darah di sana. Saya menangis. Sebab saya tahu, saya tidak lagi perawan. Tapi lagi-lagi kamu memeluk saya, mengecup kening saya, berjanji menikahi saya. Saya percaya. Sebab nama kamu Muhammad.

*****

 

Berkali-kali setelah itu kamu melakukan hal yang sama. Saya ingin menolak. Benar-benar ingin menolak. Tapi kamu begitu pintar untuk memancing hasrat saya keluar, tanpa malu, tanpa bisa lagi memikirkan bahwa kita adalah pendosa yang tidak akan diterima ibadahnya. Dan neraka balasannya. Sebab namu kamu Muhammad, saya percaya kamu akan menikahi saya.

*****

 

Bulan keenam kamu mengatakan perpisahan. Tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Kamu benar-benar pergi meninggalkan saya, seperti angin. Tak tertinggal suatu apapun kecuali membawa debu melekat pada tubuh saya. Padahal kita sudah pernah bercinta dengan dosa, berkali-kali. Tapi kamu tetap tak menggubris itu semua. Akhirnya kamu mengatakan bosan kepada saya. Dan saya hanya bisa tertawa. Tertawa akan kebodohan saya mempercayai kamu selama ini.

Padahal nama kamu Muhammad. Orang yang terpuji. Tapi mungkin setan-setan yang kegirangan memujimu. Sedangkan saya lebih memilih menghujatmu, melaknatmu. Tapi saya akhirnya sadar, sia-sia saya melakukan itu.

*****

 

Kamu tahu dimana saya berada saat ini?
Penjara!

Saya membunuhi Muhammad, satu per satu. Di jalan, di keramaian, atau di tempat remang-remang yang menjajakan kebahagiaan. Saya mencari Muhammad. Muhammad mana saja yang matanya belingsatan melihat kecantikan saya.
Dan lagi-lagi saya menyebut Muhammad, merindukan Muhammad yang pernah saya puji. Sebab ia orang yang terpuji. Yang pernah begitu saya teladani. Tidakkah kamu mengerti?

25 Responses to “Vaginalia”

  1. on 10 Oct 2008 at 09:31krizzhna

    Wew..

  2. on 10 Oct 2008 at 16:22muth3

    woowww… keren bgt. banyak hal yg bisa ku petik dr sini… ternyata nama tidak lagi menunjukkan sifat orang yang memiliki nama… mungkin istilah apalah arti sebuah nama berlaku di crita ini

  3. on 10 Oct 2008 at 18:47icank

    hoofd…
    malang banget nasibmu !

  4. on 12 Oct 2008 at 14:49Luffy

    bagus lho ceritanya sangat menyentuh dan dapat membakar perasaan lHooo. aku ucapin makasih udah buat Cerpen yang kayak gini Lhoo. sekali lagi Terima kasih…. Yo Ho ho HO HOoooooo

  5. on 15 Oct 2008 at 11:09IWAN

    BAGUS JUGA CERPEN LOE INI TERLALU MENGHINA KARENA BAWA NAMA NABI PADHAL ALI PERNAH BERKATA JANGAN LIHAT YAMG BERKATA TAPI LIHAT YANG DIKATAKAN COY

  6. on 15 Oct 2008 at 22:35pupu

    wow,,, ide critanya bagus bgt…. liar

    w suka,,,,

    [tp klo beh ngasih inputan]
    ending dalam crita ini kurang pas!
    karena cerita yang baik adalah cerita yang nyampe pesannya kepada para pembaca….

    mungkin ja kan ada pembaca yang merasa dirinya berada atau sama posisinya pada tokoh dalam cerita ini,,,,
    dan mereka ingin menemukan jawaban yang selama ini dicari…
    atau bahkan mencari inspirasi atau sekedar mencari saran untuk hidupnya……

    tapi klo ending_a kaya gini orang tersebut gak akan termotifasi…
    bahkan mungkin orang trsbt akan putus asa!!….

    klo menurut w cerita ini akan lebih sempurna kalau cerita ini dapat memotifasi orang agar selalu positif tinking……

    sorry ya sekali lagi atas koment_a!!!!

    _ teruskan berkarya _
    Pus`Xcitin9….

  7. on 30 Oct 2008 at 10:16rhea

    huoh.. menggugah.. makanya,, jgn menilai orang dati nama..
    nama bukanlah pribadi..

  8. on 05 Nov 2008 at 20:45Moon

    Tapi nama adl do’a. Org tua mmberi nama anak yg baik (diluar vaginalia) dg harapan sianak bs mnjadi baik.
    Dan harusnya,klo dah d kasih nama yg baik,qta hrs mnjaga sikap,krn malu nama bagus koq klakuan jelek.
    Btw, Cerpenya memang ‘berani’

  9. on 28 Nov 2008 at 10:05may-mey

    kenapa harus Muhammad? apa gak ada nama yang lain? Budi juga bagus kok… klo kayak gini seperti mendiskreditkan sebuah agama Muhammad itu Rasullullah…. gak boleh dibwt perumpamaan sekalipun…

  10. on 07 Dec 2008 at 14:52sekartaji

    bagus……..banget. tapi kenapa harus MUhammad ??????

  11. on 26 Dec 2008 at 16:44Aa,,

    pesan yg ingin disampaikan sbnrnya bagus bgt,,
    Tapi,,, knp namanya mesti Muhammad ya???
    nama Rasul yg harusnya menjadi idola n panutan umat muslim d dunia..

    Klo mnrt Aku, namanya kan bs diganti dgn nama lain.. Toh, gak akan mengurangi keindahan cerpen ne,,
    buat siapa aj yg baca cerpen ne, smoga gak berpikir negative thinking tentang orang yg bernama Muhammad,, OK!!!

    Nama itu kan sebuah doa dari ortu spy anak mjd orang yg baik, bs mjd kebanggaan ortu, klo pun nantinya dy tdk sebaik dgn nama yg diberikan, it salah orangnya ndiri, knp gak bs jg amanah yg dah diberi sm ortu…

  12. on 19 Jan 2009 at 13:40Banhawy

    jangan pakai nama Muhammad dong. Itu kan jelas-jelas pelecehan terhadap salah satu agama.

  13. on 28 Jan 2009 at 23:32atisatya arifin

    wah, ketemu sama prince adi disini….mantap cerpennya!

  14. on 01 Mar 2009 at 12:09a513h

    subhanallah….
    ceritanya benar-benar bagus…
    banyak petuah yang bs aq petik dari sini.
    Cerpen ini jg bs jd “wanti_wanti” buat para kaum hawa…
    Tenks y friend ats cerpen yg bgs ini…
    Nice to meet you…=)

  15. on 05 Mar 2009 at 13:49hamba Allah

    kok kamu pakai nama Rosullullah…..??? Itu tidak boleh. Coba pakai nama yang lain aja yang arahnya ke sifat terpuji. Hakim kek….., Malik kek……., Ainul kek,,,,,,,,,,,,,

    Ya, intinya cerpen ya bagus. Namun sayang, endingnya kurang berkesan.

  16. on 06 Mar 2009 at 18:27Fauzan Masri. Z

    Wah kayaknya para komentator banyak yg g terima, justru inilah mungkin letak “seninya” cerpen ini!!! Penuslinya hebat. Cerpen ini bagus nggak ada salahnya dengan nama muhamad. Kenapa? “Apalahlah artinya sebuah nama, jika Muhamad SAW, diganti namanya, dia akan tetap harum dan wangi dengan segala ajaranNya. dan suritauladannya.

  17. on 08 Mar 2009 at 09:45Had

    Fuck..aku memuji caramu bercerita..tapi aku benci caramu menekankan semua hal pada nama..nama memang bkn segalanya..tapi tetap itu menyinggungku..usahakanlah klo mengarang jng berbau SARA

  18. on 12 Mar 2009 at 15:40riska

    kereeeen…..
    Q seneng bacanya…..
    nuansanya beda!!!
    God job!

  19. on 15 Mar 2009 at 12:48Cia

    satu kata buat yang nulis..
    KEREN!!!

  20. on 11 Oct 2009 at 20:43thatha

    terlepas dari bagus atau tidaknya cerpen ini, saya sangat “benci” ddn penulis karena memakai nama Muhammad, sbg umat Islam saya tidak dpt menolerir,

  21. on 17 Nov 2009 at 10:52evadiandra

    waw keren

  22. on 19 Nov 2009 at 15:32firman

    bagus banget ceritanya…nama memang ga selalu bisa mencerminkan tingkah laku seseorang.
    tp kenapa harus nama Muhammad yang anda pakai ?
    knp tidak ” adil ” atau ” mulia ” atau nama yang lain yang bisa anda pakai.
    makasih..
    terus berkarya !
    :)

  23. on 30 Nov 2009 at 13:56ALBAR

    kasihan banget ni pelaku utamanya!!! tapi ni cerita sipp bangetLAH So Hurt ny heart.

  24. on 01 Dec 2009 at 11:07Eko

    penuh ketegangan…namun akhir yang menyedihkan

  25. on 05 Dec 2009 at 23:55andra

    Kenapa pada ribut cuma karena pakai nama muhammad? It’s OK, kalau kita kaji lebih jauh justru si pengarang menjunjung tinggi nama muhammad itulah sebabnya dia percaya dg apa yg di katakan oleh muhammad dalam cerita. Dan memang banyak orang yg punya nama muhammad,so it’s not a big deal and just a name. but i dont like the ending. why she has to kill them. She should find a better solution.

Tinggalkan Komentar