Kematian
Oktober 7th, 2008 by jurnalcahaya
Suatu hari, pekik tak akan banyak berarti
Tak perduli sejauh apa kaki letih membawa tubuh berlari
Sejak lama kematian sudah lama berdiri
Di balik bahu yang mengobarkan sepi
Di balik senja selalu melayang
Di pucuk matahari pagi selalu menjelang
Di silaunya kegelapan malam semakin berang
Bersemayam dalam hangatnya kasur dan anak yang dibelai sayang
Kematian selalu ada, niscaya hadir
petikan waktu yang tak seberapa
mengikis perlahan senyum tawa ringis dan sakit
sampai ketika detik menyelesaikan segalanya
kematian pun rangkum
mengajak semesta mempertanggungjawabkan dunia