KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Sekali lagi aku dipaksa

untuk mengeja kata perpisahan hari ini.

Pada setangkup roti pelengkap pagi

berisi mayonnaise, telur serta pedih

perpisahan meyusup bagai berita kriminal di surat kabar

keji, tapi terlanjur dicermati.

Di beranda rumahku, kau membawa nampan

berisi sesendok garam

“Tinggal diaduk,” katamu,

dengan kopi pahit yang dihantar orang sebelummu

Probolinggo, 30 Agustus 2008

3 Responses to “Sekali Lagi Aku Dipaksa Mengeja”

  1. on 23 Sep 2008 at 00:07fatkhur

    jelek banget bung…
    kayaknya kamu ga pantes deh jadi pemenang tahun lalu

    puisinya terlalu embrio
    gak bernilai seni

    maaf…

  2. on 05 Oct 2008 at 00:54lillah

    bung fatkur,
    lebih baik bung buat karya aja dulu, daripada ngatain punya orang jelek.

  3. on 07 Oct 2008 at 00:44stebby

    sudah jangan bertengkar, aku aja ga repot kok
    @ fatkur, makasih ya buat masukannya
    @ lillah, makasih dah dibela

    terus berkarya, itu yang terpenting

Tinggalkan Komentar