Si Buah Hati
September 17th, 2008 by anandasastra
Buah hati henti lari tak dapat arti
Kau pandangi seolah mengerti
Buah hati halau langkah tak peduli
Kau pergi tak tampak diri
Linang air mengalir di tepi Buah hati
bertanya pada Ibu, mengapa dia begitu ?
jawaban dari Ibu bahwa dia marah pada orang yang t’lah melahirkanku
Kuterdiam tak mengerti
Apa maksud cerita ini
Ingin hati mengerti
Namun tetap tak dapat arti
Bibir kelu tak dapat terucapi
Iris luka seakan tertanam di hati
Tapi kadang Buah hati tak tanggapi
Jelang hari selintas buah hati mengerti
Tentang kau yang tak mawas diri
Ini diluar kendali
Sungguh pahit di Buah hati
Ingat tingkah Bapak yang tak berarti
Membuat dia tak sadar diri
Bahwa Buah hati t’lah benci . . .!