KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Bertepuk Sebelah Tangan

Penantian sungguh menyengsarakan badan
Raga tak berdaya,  jiwa pun merana
Bertanya-tanya tanpa jawaban kepastian
Berjalan tak tentu arah, tak tahu hendak ke mana

Engkau yang di sana, aku yang di sini
Tempat kita berjarak, jiwa kita tak pernah satu
Sengaja aku meluapkan isi hati ini
Agar cinta yang bersemi tidak diam membatu

Sela-sela menit berkelabat pergi tanpa jejak
Membawa tubuhmu menghilang bersama angin
Begitu cepat perkenalan kita terhembus riak
Memandangku pun dikau tak begitu ingin

Penantian demi penantian bergilir menjadi sahabatku
Sampai pahit pun terasa hambar
Cerita tak berkalimat adalah cintaku
Tangis dan tawa tak mungkin dibawa keluar

Bersenandung kalbuku membawakan puisi-puisi cinta
Mengharapkan yang kuasa membawa mukjizat
Hatimu yang beku tak kunjung berujar kata
Kebekuanmu bagaikan belati membelah semua hajat

Ingin aku berhenti menanti
Agar harkat masih terjaga
Tetapi cinta buta enggan berhenti
Agar harapan bersemayam di dalam dada

Tetangga yang baik hati

3 Responses to “Bertepuk Sebelah Tangan”

  1. on 19 Sep 2008 at 12:23nrinawati

    Memang cinta begitu indah, tapi terkadang menyakitkan jika tanpa balasan, namun apa hendak dikata……cinta itu memang datang tanpa sengaja…biarlah cinta itu terus mengalir dalam dada, yakinlah masih ada cinta-cinta lain yang membutuhkan cinta anda……so never give up ,friend !!

  2. on 06 Oct 2008 at 16:21rhaya

    gw jg prnah ngrasain hal yang sm ma lo, ‘n perasaan yang bertepuk sebelah tangan itu emang mnykitkan bgd, ‘n xlw leh jjr mpe krg sakitnya msi gw rsakan,……..

  3. on 29 Oct 2008 at 20:52Eiedy

    menunggu, menunggu dan menunggu. kata itu yang sangat menyengsarakan banyak kaum manusia…!
    jika kamu tak mau menunggu, maka janganlah menyiksa orang agar menunggu.

Tinggalkan Komentar