Bertepuk Sebelah Tangan
September 17th, 2008 by maylan st john
Penantian sungguh menyengsarakan badan
Raga tak berdaya, jiwa pun merana
Bertanya-tanya tanpa jawaban kepastian
Berjalan tak tentu arah, tak tahu hendak ke mana
Engkau yang di sana, aku yang di sini
Tempat kita berjarak, jiwa kita tak pernah satu
Sengaja aku meluapkan isi hati ini
Agar cinta yang bersemi tidak diam membatu
Sela-sela menit berkelabat pergi tanpa jejak
Membawa tubuhmu menghilang bersama angin
Begitu cepat perkenalan kita terhembus riak
Memandangku pun dikau tak begitu ingin
Penantian demi penantian bergilir menjadi sahabatku
Sampai pahit pun terasa hambar
Cerita tak berkalimat adalah cintaku
Tangis dan tawa tak mungkin dibawa keluar
Bersenandung kalbuku membawakan puisi-puisi cinta
Mengharapkan yang kuasa membawa mukjizat
Hatimu yang beku tak kunjung berujar kata
Kebekuanmu bagaikan belati membelah semua hajat
Ingin aku berhenti menanti
Agar harkat masih terjaga
Tetapi cinta buta enggan berhenti
Agar harapan bersemayam di dalam dada
Tetangga yang baik hati
Memang cinta begitu indah, tapi terkadang menyakitkan jika tanpa balasan, namun apa hendak dikata……cinta itu memang datang tanpa sengaja…biarlah cinta itu terus mengalir dalam dada, yakinlah masih ada cinta-cinta lain yang membutuhkan cinta anda……so never give up ,friend !!
gw jg prnah ngrasain hal yang sm ma lo, ‘n perasaan yang bertepuk sebelah tangan itu emang mnykitkan bgd, ‘n xlw leh jjr mpe krg sakitnya msi gw rsakan,……..
menunggu, menunggu dan menunggu. kata itu yang sangat menyengsarakan banyak kaum manusia…!
jika kamu tak mau menunggu, maka janganlah menyiksa orang agar menunggu.