Selamat Tinggal, Langit Biru
September 17th, 2008 by caerisch_c1
Teruntuk Might,
Di tengah hujan, aku berdiri…
Kutatap awan yang berwarna kelabu…
Teringat satu kisah yang kamu ceritakan untukku…
Langit biru yang terukir dalam hati…
Percayakah kamu hari esok tak akan hujan?
Sekalipun ada, akan timbul pelangi setelah hujan…
Aku tidak tahu harus bagaimana menjawab…
Duniaku tak mengenal adanya langit biru…
Kisah ini sungguh membuatku tertawa…
Seperti dua dunia yang bertolak belakang…
Inilah dunia yang kujalani sekarang…
Seorang pembunuh…
Dengan pedang dan darah…
Sampai nanti kita bertemu…
Mungkin itu adalah terakhir kalinya…
aku mendengar kisah langit biru…
Selamat tinggal, Might…
Selamat tinggal, langit biru…
Langit birumu akan terukir dalam hatiku…
Dari,
Shierra