Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Bersosialisasi dengan manusia lain dalam kehidupan sehari hari adalah hal yang lumrah dan nyata, namun bersosialisasi dengan manusia yang hidup jaman ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu atau dengan mahluk jenis lain di dunia tidak kasat mata?
Masih banyak yang belum kau lalui, jangan anggap pencarianmu telah selesai, apalagi menganggap bahwa apa yang kau temukan sekarang adalah kesempurnaan hidupmu. Biarkan saja hidupmu menggelinding seperti bola salju yang akan semakin membesar. Kau merasakan seperti sekarang ini hanya sebagai agar kau tak menyesal telah berpikir begitu sempit.
Kadang aku bertanya
Apakah bahagia akan datang ?
Kadang aku menolak
dengan semua takdir yang digariskan untukku
Tapi ada satu keyakinan
yang membuat aku tegar dalam melangkah
Bahwa…
Tuhan akan memberiku
Pelangi di setiap badai
Senyum di setiap airmata
Berkat disetiap cobaan
Lagu indah disetiap helaian nafas
dan jawaban disetiap doa.
Permanent link to this post (52 words, estimated 12 secs reading time)
jalan sepi
gelandangan mulai lelap dari lapar
mengunyah sepiring sajian sukaan
meneguk minuman
lepas dari tengadah tangan meminta
sibakan baju kusam usang
dingin angin
melejit bersama impian
si gelandang malam yang malang di emperan warung makan
Senin 0146 Juni 2008
Permanent link to this post (41 words, estimated 10 secs reading time)
Menatap hari penuh kepedihan
terluka dan bersedih
kesabaran dan ketegaran
berjalan melawan keputusasaan
Teman adalah sebuah angan dan impian
penuh kebaikan dan keburukan
teman adalah dua persimpangan
kebersamaan dan kehancuran
Rasa percaya hilang berserakan
hancur termankan oleh ke egoan
yang tersisa hanya kesendirian
dalam hari…
waktu…
dan tahun…
This is a preview of
Rangkaian Asa Menyelimuti Anak Lalu Dalam Impian
.
Read the full post (61 words, estimated 15 secs reading time)
T’lah terjawab sudah….
semua sia-sia tiada guna
tinggalkan sebuah asa yang membatu …..membeku…
tanpa ada yang mencairkannya….
Kala jiwa tertusuk
batin menangis dan meronta
asaku hilang ditelan masa
melayang bagai sang camar
hilang dibalik tirai bumi
singkirkan s’gala kesombongan mentari
01.12 WIB
Drtttt….drttt….
1 message received
Kubuka paksa mataku yang sudah sangat ingin mengatup. Kugerayangi kasur tempatku merebahkan tubuh yang seharian penuh belum juga mendapatkan haknya untuk istirahat, mencari HP-ku.
“Mmmmhhh…. Siapa sich malem – malem gangguin orang?” Aku mengumpat sendiri. Kutatap layer HP-ku.
kemana aku harus mencari
kesucian cintaku ini
tiap hari aku terus mencari
tapi apa yang kudapatkan ?
hanya sebuah harapan yang semu
kemana aku harus mencari
keabadiaan cintaku ini
setiap waktu aku terus mencari dan mencari
namun apa yang ku dapatkan ?
hanya segumpal kesedihan di hati…
Permanent link to this post (49 words, estimated 12 secs reading time)
Saling jotos
sesama saudara yang mengklaim benar
yang satu percaya
akan ini
dan yang lain percaya
akan itu,
dengan keyakinan masing-masing,
siapa benar
siapa salah
siapa yang tahu
masing-masing mengklaim benar,
hingga lakukan hal-hal yang seharusnya tidak perlu terjadi
Posted in Cerpen, Kelam on Agustus 20th, 2008 1 Comment »
“Tanteku akan segera turun, Tuan Nuttel,” ucap seorang gadis umur lima belasan yang dapat menguasai diri dengan baik, “sementara itu anda harus bersabar dan bercengkerama dengan saya.”
Framton Nuttel berusaha untuk mengatakan sesuatu yang tepat untuk kemenakan tuan rumah sebelum tantenya datang. Secara pribadi ia meragukan lebih dari sebelumnya apakah kunjungan formal ini merupakan suatu rangkaian total yang orang asing akan lakukan akan dapat banyak membantu perawatan mengurangi kegelisahan yang diharapkan.