Aku Tak Ingin Seperti Senja
Agustus 28th, 2008 by chy.ndha
camar tak lagi berkumpul diatas karang
yang ketika itu jadi tempat peraduannya
ia telah pergi terbang untuk berlabuh
karena senja telah datang menghampiri.
ya !
senja telah datang, tapi aku tak ingin seperti senja
yang datang mengusik indahnya mentari
dari pagi ke siang, yang kini berganti malam.
kau tahu mengapa aku tak ingin seperti senja?
yang merah merona tuk akhiri hari
namun, sesaat kemudian ia berlari
meninggalkan petang dan esok akan kembali.
dia tak setia…hanya datang dikala petang
dan akan segera berakhir.
sedangkan aku…
tetap disini
menunggu, serpihan cinta yang berserakan
di atas nampan asa cintaku.
Baguuus….i like thiz poem..
camar tak lagi berkumpul diatas karang
………
menunggu, serpihan cinta yang berserakan
di atas nampan asa cintaku.
Puisinya daleeem bgt..
Aq jd ikut trbwa. Sungguh karya yg mengagumkam. Aq tunggu karyamu yg berikutnya.!!
Aku tau kenapa kau tak ingin menjadi senja
tapi jawabanku bukanlah jawaban yang kau harapkan
karena kau menganggap senja tak setia, hanya datang dikala petang dan akan segera berakhir,
padahal menurutku ia sangat setia, ia selalu datang dikala akan petang..tapi ia selalu datang, bahkan ketika mendung, ia sebenarnya datang, hanya saja tersembunyi..
seperti lampu kuning ketika merah padam dan hijau akan menyala,
dan senja adalah pertanda,
menaburkan keteduhan, tak gelap dan tak juga terlalu terang…
ia ada diantara…ketika keangkuhan musti ditundukkan,
menurutku senja tak pernah mengusik indahnya matahari,justru ia semakin menunjukkan keindahannya, menjadikannya terkagumi oleh berpasang mata dibibir pantai..
taukah kau apa yang dirindukan senja?..
adalah ia yang tak pernah menginginkan menjadi sepertinya..
dan akulah senja itu..