Nasihat Pernikahan
Agustus 22nd, 2008 by jurnalcahaya
Abang,
Ibu bilang habis menikah kau akan menghajarku
Memakiku karena tidak punya pekerjaan
Berseloroh aku hanya pembantu rumah tangga yang tak punya harga
Abang,
Ibu bilang habis menikah kau akan rampas gajiku
Menutup lubang-lubang yang tak sanggup kau talangi dari kayuhan becak
Malamnya kau akan menyetubuhiku tanpa minta maaf
Abang,
Ibu bilang di awal kau akan maklum kugunakan uangmu
Namun nanti di tengah kawah kebosanan, kau minta ganti
Saat terbelalak melihat dompet melompong dan rambut beruban,
kau suruh aku kerja lagi, mencuci di kali
Tak izinkan aku nikmati masa tua meski raga meretas renta
Ibu bilang wajah manismu sekarang itu fana
Lihat saja kalau sudah hidup berdua, pedas katanya
”Tuh contohnya,” ia mencibir ke Bapak di hadapannya.
Abang, haruskah aku percaya?
Aduh, bagus banget puisinya, hidup dari segala sisi, mungkin the best nih 6 bulan terakhir. Bahasanya sederhana tapi mengagumkan. Selamat ya.
Puisi indah, sangat sederhana, dengat makna dalam. Menggambarkan kekhawatiran umum wanita saat akan menikah, walau dengan proporsi dan strata sosial yang berbeda.
Hebat!!!
puisinya bagus banget, suka banget. kehidupan pribadi ya
kerennnnnnnnnnnn………
sesuai dengan kehidupan sekarang…….
takuuut deh…mudah-mudan nggak hadir dalam hidupku..semoga
Aduh, kenyataan memang begitu. Haruskah kita takut!
wuih ngeriii…moga2 ga dapat pasangan hidup yg bgitu…amiiin…
simple but meaningful……
puisi ini mengajak kita memaknai lagi hari hari yang telah kiat lalui dalam pernikahan kita (bg yang udah lho…..) merenungi kembali makna dari pernikahan. bagi yang belum…. kasiaaaaa dech, hehehehe….
Sayang,
Kata orang aku kan dapat belaian dari mu
Meneguhkanku saat lelahku
Menghiburku dengan indah senyum ikhlasmu
Sayang,
Kata orang kaulah harta behargaku
Mengenapkan segala kekuranganku
Hingga dingin datang kau lah selimutku
Sayang,
Kata orang kala kita bersatu yang ada tertinggal hanya kita
Tak ada lagi kata “saya” atau “kamu”
Kita jalani semuanya bersama, tanpa sesal…
Aku akan menemani mu
Hingga tua aku akan bersama disisimu
Kita kan mengenang semua yang tlah kita jalani
Kata orang kamu adalah primadona
Hati megahmu tak akan luntur oleh masa
“Lihat lah” betapa mereka iri dengan cinta kita
Sayang, terima kasih untuk ada untukku.
Adek,
Ini ikrarku: Belaian tangan ini ada untuk mu
Memujimu untuk segala kerja kerasmu
Menghiburmu bahwa betapa lengkaplah hidupku dengamu
Adek,
Ini janjiku: Jangan takut untuk berbagi
Drama ini kita jalani bersama, semuanya
Dan malam ini, kita bersama mampir ke surga
Adek,
Ini nadaku: Semua milikku jadi milikmu
Tak ada sesal untuk kebaikan untukmu
Sulitnya bahtera ini kita akan jalani bersama
Kan kutemani kau selalu
Mengenang bersama goresan hidup yang telah lewat
Ini puisiku: Kau selalu indah
Dengan hiasan hati yang begitu megah
Cintaku tak akan membuatmu lelah
Percayalah, aku akan selalu ada untukmu.