KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Who Are You?

01.12 WIB

Drtttt….drttt….

1 message received

Kubuka paksa mataku yang sudah sangat ingin mengatup. Kugerayangi kasur tempatku merebahkan  tubuh yang seharian penuh belum juga mendapatkan haknya untuk istirahat, mencari HP-ku.

“Mmmmhhh…. Siapa sich malem – malem gangguin orang?” Aku mengumpat sendiri. Kutatap layer HP-ku.

One message received.

Kuaktifkan tombol HP pemberian ayah ibuku saat aku berulang tahun di usia 17 tahun beberapa waktu yang lalu. Mataku tiba – tiba terbuka.

“Dia lagi…” gumamku. Kulihat si pengirim SMS tengah malam itu, tertera di layar HPku, Who R U?

Sudah hampir dua minggu aku terus dikirimi pesan–pesan singkat yang bikin aku penasaran. Setiap malam, dia mengirimkan puisi–puisi untukku. Awalnya kupikir paling hanya orang iseng dan nggak akan bertahan lama. Empat hari yang lalu aku bales smsnya dengan nada menyelidik, ‘Maf, sbnrny km tuh sp? Ap km gak slh krm sms?’. Tapi tidak ada balasan darinya. Tiap malam dia masih saja mengirim puisi–puisi itu.

Kubuka SMS itu, sebuah puisi lagi.

Snyum yg trukir dr bibirmu adl kt mesra…

Tntng rinduku pdmu yg trtnggl dlm mimpiQ…

Di bias senymmu yg mnwn, ad rs

Qsmpn…yg mekar seelok mwar…

Senymmu…

Spt mthr yg br trbt…

Bak plngi di bias ujung lngit…

Mlht senymmu…

Hdp mkn indh mknany…

Krn cnt brgma dr sdt jw…

Snymmu…

 Bhs cnt yg indah…

Aku hanya tersenyum membaca SMS itu. Aku bergumam sendiri.

“Kalo dia nggak salah kirim SMS ini, mungkinkah….” Aku tak berani melanjutkan kata–kata. Rasa kantukku menyerang lagi. Aku benar–benar lelah. Seharian aku duduk mendengarkan pelajaran dari para pahlawan tanpa tanda jasa. Sepulangnya, aku harus menemani adikku yang masih berumur tiga tahun karena Ibu dan Bapak sedang menghadiri undangan pesta perrnikahan teman Bapak. Beberapa detik kemudian aku kembali ke dreamland, pulau mimpi.

***

“Mey, gimana?” Anin, sahabat sekaligus teman sebangkuku, memasang mimik penuh pertanyaan, dia penasaran.

“Gimana apaan?” Aku pura – pura tidak mengerti arah pembicaraannya. Kuambil buku paket Bahasa Inggris, sebuah buku tulis dan pulpen di atas meja.

“Dia…. Secret admirer-mu itu. Dia udah ngaku belum jati dirinya yang sebenarnya sama kamu? Terus, semalem kamu dapet puisi apa lagi?” Anin begitu bersemangat dengan kasusku yang satu ini. Mungkin karena dia sedikit berjiwa detektif, makanya dia mudah penasaran. Waktu pertama kali aku menceritakan kasusku ini, dia malah mengajukan diri untuk menyelidiki siapa sebenernya si pengirim SMS itu. Tapi aku tolak dengan alasan kalau SMS–SMS itu paling hanya akan bertahan selama dua–tiga hari. Saat itu dia tampak kecewa. Kecewa karena tidak bisa menjalankan aksinya bak Detektif Conan.

Kulirik dia sebentar. “Belum. Tadi malem dia ngasih puisi lagi. Baca aja!” Aku menyerahkan HPku pada Anin. Anin tampak serius dan menghayati isi puisi itu.

“Gila!! Bagus banget. Kayaknya ni orang suka sama kamu. Tapi, kemungkinan dia pemalu. Makanya, dia hanya berani menuliskan perasaannya lewat puisi–puisi itu…..” Anin kembali bergaya bak detektif. Aku hanya mendengarkan sambil membaca bacaaan yang ada di dalam buku paket Bahasa Inggris. Sesekali aku hanya menimpali dengan ucapan ‘Hmmm….’.

***

“Sebenernya, aku berharap sesuatu dari SMS–SMS itu.” Aku membuka pembicaraan. Aku dan Anin berada dalam angkot yang akan membawa kami pulang ke rumah.

“Maksudnya?” Anin bingung. Aku tersenyum melihatnya.

“Iya… Andai aja si pengirim puisi itu adalah…” Aku tidak melanjutkan kata–kataku. Entah kenapa aku merasa malu, takut. Takut kalau ada yang dengar dia menyebutkan nama itu.

“Adit maksudmu?” Anin blak–blakan menyebut nama yang sedari tadi aku tahan. Aku melotot ke arahnya. Aku kurang setuju aku membicarakannya di depan umum.

Sepertinya Anin tahu bahasa mataku. Buru–buru dia minta maaf padaku. “Ooppsss…. Maaf.” Anin nyengir kuda. Sebelum Anin kembali menjadi Detektif Conan, aku meletakkan jari telujukku di depan mulutku dan berdesis kecil. Anin pun diam.

Angkot terus melaju di jalan raya, membawa kami menuju rumah yang menanti kami. Ibu pasti sudah menungguku sambil menggendong Zahrana, adikku. Makanan lezat sudah memanggil–manggil perutku yang lapar. Sepanjang perjalanan kami hanya diam.

***

Tuuuuttt….. tuuuutt…..

“Hallo Nin…” Aku duduk di kasur sambil memegang HP. Aku menelepon Anin. Suara dari seberang kelihatannya masih malas–malasan menjawab teleponku.

“Mmm… ada  apa Mey?”

“Aku cuma mau memberimu kesempatan.”

“Kesempatan apa?”

“Untuk jadi Detektif Conan.”

“Maksudnya??”

“Aku penasaran sama pengirim SMS itu. Kamu bisa kan cari tahu siapa dia???”

“Bereeeesss!!!!” Anin tiba – tiba sangat bersemangat. “Mey, sebenernya aku udah memulai misiku ini sehari setelah kamu nunjukkin SMS itu ke aku. Hehehe…. Tapi, waktu itu kamu melarangku. Jadi ya… terpaksa aku nggak ngasih tahu dulu. Rencananya aku mau kasih tahu kalau aku sudah tahu siapa ‘pelaku’nya.”

“Dasar!!!” Aku agak kesal tapi juga seneng.

“Terus hasilnya gimana??” Aku akhirnya penasaran juga. Anin memang berbakat jadi detektif. Beberapa bulan yang lalu, kasus pencurian dompet Siska, temen sekelas kami, juga berhasil diungkap olehnya.

“Mmmm…. Sekarang aku mencurigai tiga orang.”

“Siapa?” Aku tambah penasaran.

“Rangga, Doni, dan…..” Anin menggantungkan kata–katanya.

“Dan????”

“Adit.”

“Hhhhaaaaaahhh???!!!!!!! Koq dia juga?” Aku kaget sekaligus senang. Mungkinkah Adit yang selama ini mengirimkan puisi–puisi itu?”

“Iya. Penjelasannya nanti aku jelaskan di sekolah. Aku mau Shubuhan dulu nih… udah hampir jam setengah enam. Bye…” Klik.

Aku sungguh penasaran dengan analisis yang akan dia sampaikan.

***

Sudah lima hari berlalu sejak Anin menjelaskan analisisnya kepadaku. Dari ketiga ‘calon’ yang diajukan Anin, Rangga tergeser dari ‘finalis’ itu. Jadi, tinggal Adit dan Doni. Aku semakin deg–degan. Apa lagi Anin bilang belum menemukan petunjuk lagi tentang si Pengirim SMS itu.

Aku benar–benar penasaran dibuatnya. Sebelum pulang sekolah, Anin berkata padaku bahwa lusa akan mendapatkan hasilnya. Aku disuruhnya pergi ke café 1001 untuk mendapatkan jawabannya. Pukul tujuh malam aku harus sudah ada di café itu. Kalau tidak, dia akan merahasiakannya selamanya. Aku bener–bener penasaran dibuatnya.

***

07.02 WIB

Aku melangkahkan kakiku ke dalam café itu. Café 1001. Sudah lama aku tidak masuk ke café itu walau hanya sekedar minum jus apel kesukaanku.  Aku mencari–cari sosok Anin. Tak juga aku lihat.

Drrttt…. Ddrrrrt…

1 message received

Kubuka sms itu. Dari Anin.

Mja no 25. Aq kebelet. Tgg aq sbntar.

Aku menggerutu sendiri. Dalam kondisi kayak gini masih sempet – sempetnya dia kebelet. Aku melangkahkan kakiku ke meja itu. Wait!!! Ada yang aneh di meja itu. Taplak mejanya beda dengan yang lain. Ada sekuntuk bunga mawar dimeja itu, juga selembar kertas. Kubuka SMS dari Anin lagi. Kuyakinkan kalau itu meja yang Anin maksud.

Walaupun masih merasa janggal, aku pun akhirnya duduk di meja itu. Seorang pelayan tiba–tiba mendekatiku dan memberikan segelas jus Apel.

“Mbak, saya kan belum pesan.” Pelayan itu hanya tersenyum lalu pergi meninggalkanku yang masih bingung.

Lima menit aku menunggu Anin, dia belum juga kelihatan. Sementara musik café itu terus menyanyikan lagu–lagu yang entah kenapa lain dari biasanya. Tiba–tiba aku dikejutkan oleh sebuah lagu. Dia merasa sangat mengenal lirik lagu itu.

Di bias senyummu yang menawan, ada rasa

Kusimpan…yang mekar seelok mawar…

Senyummu…

Seperti matahari yang baru terbit…

Bak pelangi di bias ujung langit…

Melihat senyummu…

Hidup makin indah maknanya…

Karena cinta bergema dari sudut jiwa…

Senyummu…

Bahasa cinta yang indah…

Itu kan syair puisi yang aku terima. Aku mencoba melihat siapa penyanyinya. Aku tidak berhasil melihatnya. Cahaya lampu dibuat sedikit gelap.

Tiba – tiba……

“Nisrina Meita Ayu…. Maukah kau memberi senyummu setiap hari untukku??” Aku kaget. Tanganku dingin. Aku sangat mengenal suara itu. Ya, suara orang yang aku sukai. Suara Adit.

Perlahan lampu di depan sana menjadi terang. Akhirnya aku dapat melihat siapa penyanyi itu. Dia …. Dia memang Adit. Adit??? Benarkah?? Apa aku tidak lagi bermimpi?? Aku memukul pipiku sendiri.

“Kamu nggak lagi mimpi koq Mey….” Anin tiba–tiba ada di sampingku.

“Anin….” Kulihat senyum Anin mengembang di bibirnya.

“Kamu pengen tahu jawabannya kan?? Dia jawabannya.” Anin menunjuk ke depan, menunjuk Adit.

Aku baru sadar kalau semua mata tertuju padaku. Aku kaget, bingung, seneng. Aduuh…. Aku harus gimana???

Adit mengulangi pertanyaannya sekali lagi. “Nisrina Meita Ayu…. Maukah kau memberi senyummu setiap hari untukku??” Kali ini dia berjalan mendekatiku.

Tanganku semakin dingin. Aku berusaha mengatur nafasku. Kukumpulkan segala keberanianku. Tepat beberapa senti di depanku, Adit berhenti. Dia memberiku senyuman.

Aku menatap Anin lalu bergantian menatap Adit. “Iya…” Hhhh….leganya. Aku tersenyum lagi. Aku mengulang kata–kataku. “Iya, aku mau. Aku mau.”

Adit tersenyum, aku juga tersenyum. Semua pengunjung bertepuk tangan, bersorak pada kami. Tapi, aku masih penasaran. Lalu Adit berbisik padaku. “Besok aku jelaskan. Sekarang, makan malamlah bersamaku.” Adit memperlakukanku bagai putri. Aku senang banget.

Thanks Anin…

27 Responses to “Who Are You?”

  1. on 21 Aug 2008 at 10:52Arvin

    Kok nggantung sih ceritanya. Bikin orang penasaran aja

  2. on 22 Aug 2008 at 09:36andika

    gw suka bgt ama alur ceritanya..apalagi ama puisinya..co cuittt

  3. on 23 Aug 2008 at 13:31memey

    duh!!! crITA xC 2 nYntuh BNget..
    hMPir Sma dGAn kZah KoEE

  4. on 23 Aug 2008 at 15:38rie

    crtax kq gntUng c. . .

    tp kren kugH . . .
    :-)

  5. on 23 Aug 2008 at 19:20alee5a_ichi

    weleh 2,……………………………….

  6. on 26 Aug 2008 at 10:15aulia

    so sweet bgt ceritannya
    tapi sayang,ceritanya mash gantung endingnya,
    salam kenal ya
    yang mau kenaln ma aku
    krim ja dari email auliasyafitri@yahoo.com
    aku tunggu

  7. on 26 Aug 2008 at 19:44nie

    kurang panjang ah….

    bikin penasaran tau…..

    ada lanjutannya g?

  8. on 28 Aug 2008 at 07:41Alya

    I love this story make me feel that im flying in to your story
    Good luck!

  9. on 28 Aug 2008 at 12:02ai

    sama kaya yang lain…
    penjelasan c aditnya apa???
    wah,,,klo banyak yang masih penasaran gini,,
    berarti bagus dong yang buat ceritanya,,
    SUKSES degh,,,

  10. on 29 Aug 2008 at 10:02rina

    tolong dong aku buatin cerpen dan puisi tentang seorang gadis yang ingin merayakan ultahnya yang ke 17,tapi dia merayakan ultahnya bersama seseorang yang gak mungkin datang. tapi dia terus menanti….. OK terima kasih sebelumnya.
    za…temanya sekitar penantian yang gak mungkin datang gitu…

  11. on 29 Aug 2008 at 16:04Desya

    uuuh….sebellllllll dechhh,,,ko ceritanya ngegantung gito,,kaya lagu meli gitu..tapi baagus ko,,good luck yaw!!!

  12. on 31 Aug 2008 at 12:30Dhika

    Buatin cerpen n puisi tentang cowok yang lagi jatuh cinta sama cewek

  13. on 31 Aug 2008 at 13:14Dian

    wuih . . . .
    kerenz . . . . . .

    tpi ko critanya gntung?, dlanjutin dunkz . . . .
    gw ska tuh ma puisi nya
    smangat . . . . !!!

  14. on 31 Aug 2008 at 16:18nja_nja

    Wah…

    Makasih banget atas comment2 temen2 cemua. Nanggepin cerpenku yang kalian bilang ngegantung itu, aku akui itu. Soalnya, aku buatnya tiba - tiba sich.. Pas lagi di warnet, tiba2 aja kepikiran bikin cerpen. Abis daftar, langsung bikin cerpen. Jadi, maaf banget kalo temen2 kecewa.

    Untuk Rina, Insya ALLAh saya coba buatin. Tapi, saya butuh detailnya lagi.

    Sekali lagi makasih banget ya… n jangan pernah bosan baca cerpen2ku berikutnya. :)

  15. on 07 Sep 2008 at 22:18Rul

    Keren banget
    cerpennya di lanjutin donk.

    Aku lagi nyari temen nich.
    Loq mau e-mail aku aja di rul.abpkk@gmail.com

  16. on 08 Sep 2008 at 12:22mahfudin

    Mang bner sih critanya ngantung.
    Oy..ni pengalaman pribadi ya…?. tapi crita tu mnurut aku standar aj sih yaitu tentang kehidupan remaja yang jatuh cinta, tapi dah bagus alur dalam cerpen yang bisa membawa orang kebawa dalam critannya, pa lagi para remaja yang lagi cintrong n yang mempunyai pengalam yang sama. nulis pas di warnwt j kaya gtu…pa lagi kalu ada konsep sebelumnya pasti tambah bagus.
    jenk, sjak kapan suka nulis-nulis?

  17. on 08 Sep 2008 at 14:03crazz_ruu

    alurnya romantis sih…
    tapi…
    kaya’ sinetron..
    hehehe

  18. on 08 Sep 2008 at 14:05rifta

    wah..wah..temen q yang 1 ni pinter juja yach..:D
    Keep up your spirit!!!
    rifta nunggu who r u session 2 loh…………………………………

  19. on 12 Sep 2008 at 11:21restu

    Cerita yang mudah ditebak…bikin endingnya yang ga biasa dong biar ada kejutanya…tapi ok juga kok sukses yah…

  20. on 16 Sep 2008 at 00:28Anin

    thanks ya Anin

    Wah.. Sama-sama! Hehehehe!
    Bagus puisiny!

  21. on 03 Oct 2008 at 14:47Linna

    e-mail aqu dunk kalo da kisah iiank bguz lgy..

    hehehe.. tengz…

    aulia_akmalina@yahoo.co.id

    tengkiuu..

    ^^

  22. on 15 Oct 2008 at 10:45IWAN

    SAMA DDENGAN CERPEN LAIN YANG NEMBAK CEWEKNYA DENGAN PUISI DAN LAGU ADA GA CERPEN YANG NEMBAK PACARNYA PAK LAGI KEBELET KE WC ATAU DENGAN LEMBARAN DAUN DAN BUKAN BUNGA

  23. on 18 Oct 2008 at 16:18nja_nja

    Weh… gud juga ide-na Iwan. Thx abizzz yaaaakkk…!!! Nembak cewek pake lembaran daun, bukan bunga, ide brilian tuh!!!
    Tapi kalo nembak pas lagi kebelet ke wc… aq jamin belum nyatain aja langsung DITOLAK!!! Eniwei, makasih banget kritik ‘n saran dari kalian cemua.
    Jangan bosen baca ‘n kritikin tulisan2Q yaaaakkk???!!!

  24. on 25 Oct 2008 at 11:46nyken

    endinG y Bkin PnAsarn Nch……..

  25. on 26 Oct 2008 at 17:05gitadine

    hahaha.
    bikin aku pengen bikin cerpen juga.

  26. on 13 Nov 2008 at 19:30andiny

    wah………. co swett bgt puisinya……

    tilng bwtn aq puisi yg bgs jg dong, tentang penantian seorang gadis yang menunggu seorang cinta sejatinya,,,,,

  27. on 15 Apr 2009 at 16:35Kazu_nori

    Hemm….. go0d story
    tapi ada 1 saran buat endingnya , coba deh dibuat endingnya jadian gitu biar gak gregetan yg baca. Beside that, this story is öne of go0d story that I read

Tinggalkan Komentar