KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Bacalah Saat Kau Sakit Hati

Masih banyak yang belum kau lalui, jangan anggap pencarianmu telah selesai, apalagi menganggap bahwa apa yang kau temukan sekarang adalah kesempurnaan hidupmu. Biarkan saja hidupmu menggelinding seperti bola salju yang akan semakin membesar. Kau merasakan seperti sekarang ini hanya sebagai agar kau tak menyesal telah berpikir begitu sempit.

Dan sebuah kepingan kenangan masa lalu kelak akan menjadi keping-keping emas yang berharga. Sangat berharga sampai kau enggan menceritakannya kepada anak cucumu. “Terlalu berharga..” Alasanmu kepada mereka. Padahal kau terlalu takut jika nanti anak cucumu menyimpulkan bahwa leluhurnya dulu seorang pengecut yang posesif dan picik.

Jangan, jangan sesali warna hidupmu yang nanti pasti akan memudar, dan akan meninggalkan dua warna sejati. Sebuah warna yang sama sekali tidak mengenakkan dipandang sebagai keindahan. Tapi begitulah kebenaran, kebenaran sering berada pada nuansa yang membosankan. Kau bahkan akan lebih menyesal jika hidupmu lurus tanpa tantangan, tanpa penanda kepada generasi bahwa kau pernah ada. Terjalan batu-batu lah yang akan menentukan kualitasmu sebagai manusia. Sepi dan hambar adalah dua rasa yang sama-sama datang dari ketakutan atas fluktuasi. Dua rasa yang sama-sama menjadi obat yang kadaluwarsa.

Lantas kau menjejalkan pada dirimu tentang rupa-rupa sakit hati yang pernah kau alami, seperti ingin membuktikan bahwa hidupmu sudah cukup berwarna. Bahkan terlalu berwarna hingga seluruh hidupmu menjadi pekat, sebab warna yang menghiasi hidupmu sudah bercampur menjadi satu akibat larut oleh air matamu yang terlalu sering keluar.

Tak tahukah kau? Kau terlalu cengeng, menganggap kisah-kisah sedih yang kau alami harus ditangisi, hingga hidupmu tak lagi lembab, bahkan becek oleh air mata yang tak perlu. Sesekali kita memang perlu menangis, tapi bukan tangisan sepertimu yang aku maksud. Tangis itu tangis haru atas perjuangan hidupmu yang telah sampai saat itu. Tangis itu adalah tangis buat sekadar istirahat dan berhenti sejenak, merancang rencana dan menilai langkah-langkah masa lalu untuk kau jadikan bekal bagi hidupmu selanjutnya. Hidup tak selalu bergerak maju, terkadang kita juga perlu mundur beberapa langkah untuk sebuah loncatan besar.

Cinta? Kau masih tega bicara tentang cinta? Pada situasi seperti ini sangat memalukan bicara tentang cinta. Cinta akan datang sendiri tanpa dibicarakan, cinta akan datang pada saatnya nanti. Jika masih merasa sebagai bagian dari manusia, tengoklah saudara semanusiamu dulu, adakah yang tengah melambai-lambai dan menengadahkan tangan? Jangan pura-pura tidak tahu, kau cukup tahu untuk mengetahui keadaan mereka, kau manusia yang diberi Tuhan sebuah kecerdasan yang melebihi saudara-saudara yang lain.

Nyatakan cintamu pada manusia-manusia tidak dengan cara yang cengeng seperti sebelumnya, nyatakan dengan sikap terbaikmu. Bukan dengan bunga, sebaris puisi, atau berlembar-lembar mantra pengasihan. Dengan kecerdasanmu, tentu kau sudah tahu maksudku.

Boleh saja mereka mengatakan bahwa kata adalah senjata, tapi bicara saja tak akan cukup menolong. Memang, pada awalnya kata-kata cukup menghibur dan membius. Tapi akan sangat membosankan jika kata-kata yang sama terus menerus kau dengar, sama dan tanpa nyawa.

Kau! Menunggu tidak akan menghasilkan apa-apa…!!

Wanasabha, 090608 14:17 AM

9 Responses to “Bacalah Saat Kau Sakit Hati”

  1. on 21 Aug 2008 at 15:45yosi

    may be you true…….saya akan baca ini berkali-kali,ehmmm……. ini
    sangat membantu saya.

    thank you ^^

  2. on 21 Aug 2008 at 17:11Tya

    Pemikirannya dalem banget..
    Aku sukaaaaa..
    Aku jadi sadar akan sesuatu.

  3. on 24 Aug 2008 at 09:42v_rna

    thank’s banget atas semua yang telah ditulis diatas…. dengan baca postingan ini…. sekarang Q sudah sedikit bisa menerima kenyataan pahit yang sedang aku alami…. kalo ada yang lebih dalem lagi kata2nya tolong di posting lagi yach….

  4. on 06 Sep 2008 at 16:31zie_s

    aku sangt suka Banget,,,,,,,,,bener2 top abizzzzzzzzzz

  5. on 23 Sep 2008 at 14:40vii

    tulisan di atas mungkin hanya tulisan, tetapi setelah kubaca ku merasa banyak hal di dalam kejadian sehari-hari menjadi berarti. nuansa,pandangan hidup, itu semua serasa merasuk dalam akal yang dengan cepat menyimpulkan bahwa tulisan itu semua adalah inti dari kegiatan sehari-hari yang dikemas dengan indah dan ditaburi makna kehidupan……. aku senang dengan tulisan itu kata-kata indah yang selaras dengan keadaan sebenarnya……jujur,apa adanya.

  6. on 30 Sep 2008 at 11:26rachel

    thank qiu banget buat tulisannya…………..!!!cukup untuk membuat akoe lebih tegar dan mampu bertahan di saat keadaan terpuruk dan memikirkan langkah ke depannya……………sukses buat kamoe selalu…

  7. on 02 Oct 2008 at 01:43Honey

    Baca…
    N
    Resapi…
    Maka kau akn mngrti smua dr brbgai sudut.
    Huwadow..!!keren abiz dech bwt tlsnnya.
    Thnx..thnx..sukses sllu.
    Mm..kl ad kt2 bgz lg,post ke emailQ yua..

  8. on 03 Oct 2008 at 10:17Linna

    KeRen! SuKseS sLalu iiah…

    ^^

  9. on 21 Oct 2008 at 10:37galeley

    Mantap, aku sangat suka kata-katamu, terkesan sangat jujur dengan situasi hidup yang nyata. Tangisan itu perlu tapi jangan menangisi sesuatu yang tidak perlu.

Tinggalkan Komentar