KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Lewat setetes embun pagi
Serbuk-serbuk rindu mengalir perlahan
kesepian merebah bersama dedaunan
mengisi sudut-sudut nurani dalam hening

Lembut…
Sang rindupun semakin menjadi
Meluaskan segenap sepi terdalam
Keping-keping hati semakin terbelah
Mutiara kesedihan turut hadir
mengiringi lembut aliran sang embun

Cinderella…
Hempaskan diri di balik tirai
Cahaya pagi rasuki raga Cinderella
Pelan…
Hangatkan dari rasukkan sang bayu
namun…
Dalam aluran jiwa
Tak kunjung terhapus butir-butir kerinduan
Tampak nyata…
Sapuan cahya pagi, tak memberi arti

Cinderella…
Tengah ada dalam dunia tersunyi
Rindu merenggut tawa dan ceria
Separuh jiwa Cinderella?
entahlah adanya…
hanya…
Rasa Cinderella yang terenggut rindu

2 Responses to “Cinderella Terenggut Rindu”

  1. on 18 Aug 2008 at 21:27alfin fanther

    ….terarah di kesunyian…..
    antara hati dan sanubari….
    ketika cahaya menembus…..
    didinding celah hati…
    kau malah……. dingin dan membeku…..

    …..sipppplah,…..kembangkan terus bakat mu…….jangan lupa kunjungi web ku ya????????????????!

  2. on 22 Mar 2009 at 15:29alfin fanther

    update lagi dong puisinya

Tinggalkan Komentar