Apakah Kita Sudah Sampai, Ibu?
Agustus 5th, 2008 by rifcreative
Bu…Apakah kita sudah sampai, Ibu…
Aku lelah Ibu…
Bisakah kau berhenti sejenak, Ibu…
Atau, maukah engkau menggendongku di atas punggungmu
Aku sudah tidak sanggup lagi berjalan, Ibu…
Mengapa engkau hanya terdiam, Ibu…
Atau, kurasa jawaban dari semua tanyaku adalah tidak
Baiklah Ibu, aku akan tetap berjalan mengikutimu
Ibu, langkahmu terlalu cepat untukku
Atau justru langkah kaki kecilku lah yang tak kuasa lagi mengikutimu
Baiklah…
Aku akan berlari, Ibu…
Ya… aku akan berlari
Hingga aku bisa terus mengikutimu kemanapun kau menuju
Karena kutahu, engkau takkan pernah berhenti
Walau sejenak pun
Terlebih lagi hanya untuk sekedar menungguiku
Dan aku tidaklah teramat berharga, hingga membuat langkahmu terhenti
Ibu ceritakan lagi padaku tempat yang kan kau tuju
Ya Ibu… tentang negeri di timur jauh, dimana kita akan melihat matahari terbenam untuk terakhir kalinya
Di tepi dermaga…
Dan perahu yang akan membawa kita menuju tempat, dimana engkau tak perlu lagi berjalan…
Dan aku pun tak perlu lagi berlari
Tunggu aku Ibu…
Langkahmu semakin jauh dariku
Sisakanlah sedikit bayangmu untukku…
Dan putra-putramu yang juga turut berlari mengejarmu
Sampai langkahmu terhenti…
Atau, sampai langkahku yang kian memudar
Dan terbaring diatas tanah yang pernah kau lalui
tanpa ditemani bayangmu lagi…
Jakarta, 2 juli 2007
Saya suka dengan kedua puisi ricreative, yang satu ini dan lelaki datang-lelaki pergi. Penuh makna. Puisi memanglah sebaiknya dibuat sebenar-benarnya dan sedalam-dalamnya jiwa merasa, permainan kata saja tidak akan cukup. Sangat menyentuh!
saya suka dengan puisi ini…
saya ingin bisa membuat puisi sampai sedalam ini