Light from Heaven
Agustus 1st, 2008 by dolphin
“Tentu kamu benar-benar akan melihat neraka jahim”(QS.At-Takaatsur-6).”
“Tidak!!” aku berteriak sekuat mungkin dalam keheningan malam. Saat aku benar-benar sendirian di rumah megahku ini. Saat semua orang terlelap, saat hanya ada aku di ruang solat ini.
“Tidak ya Allah. Aku tidak ingin melihat neraka itu, apalagi harus berada di sana,” raungku lagi. Airmataku sudah tak terhitung deraiannya. Setelah itu aku mulai menarik nafas untuk menenangkan diri.
Masih dalam keheningan malam ini, saat menjelang subuh, seolah-olah ada yang berkata kepadaku, “Untuk apa lagi kamu melakukannya, ini adalah permintaan ampunmu yang kesekian. Tapi kamu terus saja mengulanginya. Kamu anggap Tuhan itu mainan yang berulang kali kamu minta maaf dan berulang kali pula kamu mengulanginya. Tunggulah waktunya, Tuhan akan marah kepadamu.”
“Ampun ya Allah, hamba tahu hamba salah, hamba berzinah ya Allah. Sedangkan hamba dengan jelas mengetahui bahwa itu benar-benar kau murkai. Hamba tidak tahu ya Allah, kenapa hamba tidak pernah bisa menolak ajakan Dean, hamba terlalu mencintainya. Hamba benci pada semua syetan-syetan yang bersarang di kepala Dean dan hamba benci pada syetan-syetan di hati hamba yang selalu menganggap seks itu benar-benar nikmat dan melakukannya atas nama cinta.”
Setelah sesenggukan, aku meneguk air putih sampai habis satu gelas penuh. Kepalaku berat dan pusing karena terlalu banyak menangis. Tapi, aku merasa lebih baik. Setelah cacian yang ku dengar tadi, selalu saja ada bisikan kecil yang mengatakan, “Ya Gea, Tuhan pasti memaafkan hambaNya yang bertobat,” selalu seperti itu. Mungkin kejadian ini yang terus membuatku mengulanginya lagi. Aku menyalahgunakan maaf yang diberikan Allah karena aku selalu berpikir, kapan pun aku minta maaf pasti dimaafkan Tuhan. Entah malam ini sudah keberapa kalinya aku minta maaf atas hubungan suami istri yang kulakukan dengan Dean, pacarku selama 2 tahun terakhir.
Besoknya sudah di pastikan aku merasa benci lagi dengan Dean karena aku menganggap dialah biang kerok semua dosa yang menjanjikanku neraka jahim, selalu begini. Tapi entah kenapa hari ini, aku merasa benar-benar malu pada Allah. Aku benar-benar ingin meninggalkan seks yang selalu kuanggap surga dunia itu. Tentunya setelah aku membaca terjemahan surah At-Takaatsur itu, aku serasa di tuntun Allah membaca surah itu dan aku merasa itu seperti tusukan dari Allah untuk memperingatiku.
Dean, adalah sosok yang entah kenapa hanya dialah satu-satunya dari semua cowok yang pernah kupacari yang bisa membentakku dan memaksaku berubah. Dia yang sangat tegas mempertahankan pendapatnya bila merasa benar. Sehingga aku menganggap inilah sosok pria yang kucari untuk mendampingiku kelak karena dia bisa mengalahkan egoku sebagai anak tunggal. Dia yang menyadarkan aku untuk berhenti dugem, menutup aurat, berkata-kata halus, memberhentikan aku dari sebuah dancer agency ternama di kotaku karena pergaulan penarinya yang terlalu bebas dan menyadarkan aku betapa berartinya kuliahku untuk masa depanku.Ya Tuhan, saat itu aku benar-benar takluk di buatnya sampai akhirnya aku memutuskan untuk berjilbab dan menjadi benar-benar wanita muslimah.
Namun suatu saat, entah kenapa kami bisa dihadapkan pada suatu keadaan dimana kami hanya berdua dalam satu rumah. Aku menginap di rumahnya saat semua anggota keluarganya pergi ke Bali. Sampai sekarang aku menyesali kenapa saat aku tidur di kamar kakaknya, aku takut tidur sendirian. Kami melakukannya, ya hubungan suami istri. Kenapa aku mengiyakan ajakannya. Kami benar-benar bertiga dengan setan.
Setiap wanita yang telah melewati malam pertama tentu tahu bahwa malam pertama itu menyakitkan bagi wanita secara fisik. Aku yang kesakitan justru merasa bahagia sudah menyerahkan segalanya. Dean pun berjanji bertanggung jawab bila terjadi sesuatu padaku. Memang sebelum kami melakukan inipun Dean sudah berniat ingin menikahiku. Minggu-minggu pertama hubungan kami menjadi semakin dekat saja, namun begitu bahagianya setan dalam jiwa kami sehingga kami berdua tidak menyesali kejadian di malam itu dan…kami mengulanginya.
Ya Allah, seks itu benar-benar surga dunia yang membuat kami menjadi kecanduan, ketagihan. Itu menjadi kebutuhan. Ya Allah, hamba selalu menangis setiap selesai melakukan hal yang hina itu, hamba memohon ampun namun tidak juga hamba berhenti melakukan itu. Hamba merasa seperti binatang saja.
Aku yang merasa telah menyerahkan segalanya mulai menganggap seluruh hidup Dean adalah milikku sementara Dean mulai merasa risih dan terkekang akan sikapku yang jadi overprotected. Pertengkaran pun menjadi kebiasaan setiap saat dan selalu diselesaikan dengan seks. Kenapa saat itu aku tidak merasa bodoh? Sampai akhirnya kami berpisah dengan alasan ketidakcocokan. Belum juga kejadian itu menyadarkan aku akan kebodohanku dengan semua biang neraka jahanam itu.
Hidupku yang berat selepas Dean pergi, aku begitu ketergantungan akan banyak hal karena selama 2 tahun terakhir banyak hal yang biasa kulakukan bersama Dean dan yang pasti aku mulai gelisah karena ketagihan akan seks, benar-benar berat hidupku saat itu. Apalagi Dean menghilangkan jejak entah pergi ke negeri mana dan kabar terakhir yang kudengar dia telah memiliki penggantiku. Entah apa namanya perasaan yang lebih dari sekedar sakit hati, lebih dari sekedar hancur, luluh lantak semua perasaanku.
Suatu hari aku berhasil menemukannya, aku berusaha mencari celah untuk kembali ke posisiku dulu. Tapi yang kudapat, Dean begitu bahagia bersama pacar barunya, ternyata bersama pacar barunya Dean tidak sedikitpun menyentuhnya, Dean berniat menjaga kesucian kekasihnya hingga saatnya tiba. Ya Allah, itulah shocker terdahsyat yang benar-benar membuatku berteriak malam ini. Dean telah mengambil semua yang paling berharga pada diriku, Dean menghancurkan aku habis-habisan, sementara kekasih barunya dijaga bagai berlian termahal di dunia.
Ternyata dean lebih dulu menyadari kesalahannya pada Allah, tetapi kenapa dia memperbaiki diri bersama wanita lain. Kenapa dia tidak melakukan perbaikan bersamaku saja, bukankah kita melakukan dosa itu bersama-sama ? Kita bisa lanjutkan hubungan kita dengan sehat. Dean tidak mencintaiku, hanya kata-kata itu yang terlintas di benakku. Apalagi dengan sikapnya yang selalu menghindar dariku dalam segala hal.
Aku yang seumur hidupku tidak pernah ingin mengucapkan kata menyesal akhirnya berkata, aku menyesal. Dean dengan mudah bertobat untuk tidak berzina lagi, sementara aku, kesucianku tidak kembali walau aku bertobat puluhan kali dan aku menyesali itu. Seandainya sekarang aku berubah dan menemukan pria yang bisa kuajak berpacaran dengan sehat dan kami berjodoh, apakah dia mau menerima aku yang sudah tidak suci lagi. Apalagi kesucianku hilang bukan karena di perkosa, tapi dengan sadar kulakukan dengan orang yang bukan muhrimnya. Sungguh teguran Allah yang sangat menusukku.
Dengan anggapan tidak ada pria yang mau dengan gadis tidak perawan, maka aku berusaha merebut Dean lagi dari kekasihnya. Sampai akhirnya aku berhasil mengungkapkan semua yang kupendam selama ini. Dean hanya menjelaskan, alasan dia ingin membangun hubungan yang sehat tidak bersamaku adalah karena bila kami terus bersama, setan itu masih saja mengusik keimanan kami, kemungkinan kami untuk mengulangi lagi sangat besar. Karena itu, walaupun Dean bersama gadis itu tidak sebesar cintanya padaku dulu, namun kebersamaannya dengan gadis itu berhasil menaklukkan hawa nafsu Dean. Alasan itu bisa saja dianggap hanya kilah Dean untuk meninggalkan aku yang sudah tidak punya apa-apa ini. Namun dari situ aku mengambil hikmah bahwa memang kebersamaanku dengan Dean memang masih sangat beresiko untuk kami mengulangi perbuatan zina lagi dan kebersamaan Dean bersama gadis lain itu membatasi kami untuk tidak bertemu dan bersama lagi, sehingga akses untuk berbuat zina itu benar-benar tertutup.
Sampai aku merasa, lebih baik semua begini. Kelak cinta akan menemukan jalannya sendiri. Begitu pula aku yang tidak lagi suci, dengan segala penyesalan dan taubatku, pasti akan ada cinta untukku yang diturunkan Tuhan dari langit. Yang menerima segala yang ada padaku dengan cinta, yang sangat mencintaiku dan tidak lagi meninggalkanku. Tidaklah aku tahu orang itu apakah Dean ataukah bintang di surga yang lainnya. Yang aku yakin, saat indah itu akan datang mengikuti kesungguhan taubatku.
Satu hal yang aku dapatkan dari Dean, aku belajar memaafkan.
Kita sebagai kaum perempuan … memang harus extra hati - hati menjaga kesucian kita …. karena laki - laki bisa saja dengan mudah mencampakkan kita … dengan seribu alasan …. !!!
lebih baik mmg bertobat scr sungguh2 utk semua jenis kesalahn walau itu mungkin kecil….dan aq yakin alloh akan mengganti dan memberikan yg terbaik bahkan lebih baik dari apa yg didapat sebelumnya…..krn laki2 pezina jodohnya adalah wanita pezina pula…atau sebaliknya…kecuali jk dia sudah bertobat, insyaalloh akan mendapat pasangan yg bukan pezina, dan bahkan jk tobatnya sungguh-sunnguh akan mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat..insyaalloh…..(edi.s)
Secara teknis, Gea dalam cerpen ini seperti sedang curhat, atau bisa jadi ini merupakan tulisan di atas lembaran diary si tokoh utama.
Namun saking panjangnya malah jadi cerpen. Salut..
Penulis sangat menjiwai, kalimat2nya dalam. Seakan2 Gea merupakan tokoh yang diperankan oleh penulis sendiri.
Dari sisi lain, Light of Heaven memberi peringatan pada kaum muda, yg sedang “masa pertumbuhan” ~khususnya cewek~ untuk menjauhi free seks. Walaupun saya ga pernah jadi cewek, tapi bisa dibayangkan rasanya dicampakkan (habis manis sepah dibuang).
Btw jadi inget lagunya Kerispatih- Bila Rasa ini Rasamu. Huhu..
Saya akui sendiri pepatah “Cintanya Wanita ada di hati, cinta Pria adanya di bawah perut” itu berlaku.
Tergantung kitanya sebagai cowok. Bisa nahan kaga? Wkwkwkwk…
Saran saya sih klo benar2 pengen menghindari hal di atas, ngomong aja blak2an sama cewekmu,”Klo suatu hari gue maksa, jangan segan2 tampar / gebuk / injek2 gue.”
Maklum kadang2 manusia suka khilaf. Tegasin aja biar sadar. hihihi
Ywd, sukses buat dolphin
Say no to Free Sex! Ganbatte!
SETUJU!!!!say no to free sex (yeah)…
hehm…aq suka gaya nulis cerpennya,,
singkat tapi ngena (dalem bow)
ceritanya bagus banget… Salut buat Penulisnya, Terus berkarya ya!!!
www.yahoo.com
smoa tlah terjadi tiada guna tuk disesali walau menyesak dihati……
cuma pesan dariku terutama bagi yang nulis nie cerita jangan lah kamu ulangi kembali dan bertaubatlah niscya tuhan akan memberikan pertolongan-Nya