Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)
Memang lebih mudah untuk tidak menjadi seorang bijak. Berbuat sesuatu tanpa pernah berpikir apakah itu suatu yang bijak. Namun ada saatnya bagi kita untuk berkaca pada diri sendiri dan memulai untuk menjadi bijak. Ada kalanya juga bahan-bahan renungan itu muncul secara tak terduga, secara tiba-tiba. Entah lewat bahagia, tawa atau duka. Kadang muncul dari sesuatu yang selama ini tidak kita perhatikan, sesuatu yang tidak pernah terlintas di benak.
Aku pergi tidak untuk meninggalkanmu
Karena ingin melepaskan beban dan kesedihanmu
Untuk melakukan segalanya demi kebahagiaanmu
Sungguh pun terasa berat langkah kepergian ini
Untaian hari akan begitu lama terlewati
Nanah dan ngilu dari luka cinta yang dulu pun terkoyak lagi
Gemuruh kerinduan berbunyi di tengah mendungnya hatii
Guntur tiba-tiba ikut menggelegar diiringi awan menangis rintik-rintik
Ungkapkan betapa gelapnya hati karena pelangi warnamu tak kunjung nampak
Hitam kelam menghujam hati yang luluh-lantak
Asap rokok kembali menemani saya malam ini, menemani setiap kegelisahan yang selalu ada. Ya, rasa gelisah, takut, kalut, galau, khawatir, apapun itu namanya, perasaan seperti itu selalu dan selalu bakal tetap ada selama manusia masih bernapas dan berpijak di bumi ini.
Hanya bisa mengingatnya dari sini, tanpa pernah bisa berucap mesra. Tanpa pernah dia tahu betapa saya sangat mengharapkannya. Dia, entah di mana, di penghujung bumi yang lain mungkin, sedang tertawa atau mungkin sedang lelap tertidur setelah seharian perasaan lelah menderanya berulang-ulang.
Setiap pagi saya jatuh cinta kepada manusia yang sama dan setiap malam saya selalu tidur dengan perasaan rasa sakit yang sama. Perasaan patah hati.
Kuteguk secangkir Earl Grey hangat bersama seorang sahabat yang akan menikah di bulan Juli. Yah, kurasa ini kesempatan emas untuk menghabiskan waktu dengannya, maksudku di pesta lajangnya, hari ini, dengan dua teman, dan dua ekor hamster. Kuakui, kami, dua tahun yang lalu, berkenalan secara tak sengaja di pet shop, saat membeli makanan untuk Lili, hamster kecil belangku. Luna melirik ke arahku, menyapaku seolah kami telah mengenal lama. Saling bertukar kartu dan mentraktirku secangkir Earl Grey. Begitulah, aku pun bertemu dengan pecandu Earl Grey lainnya juga di kafe tempat kami biasa nongkrong.
pada saat hari-hari menjadi kosong
pada saat hati menjadi rapuh karena benturan hebat
apalagi yang bisa dikatakan, dilakukan, disayangkan
segala keluhan yang terlontar hanyalah pelipur yang tidak bergema
kepuasan menjadi saat paling ditunggu
akhir dari semua rintangan yang melebar menjadi luka
kepuasan untuk melontarkan semua api dalam sekat dada
kepuasan yang sebenarnya terlihat pun tidak
“Risaaa…. Kecilkan suaranya!!!” teriak Kak Dyo dari dalam kamarnya.
“Iya, iya,” jawab Risa dengan sedikit ketus.
Risa mengecilkan volume suara Astrid yang terdengar seperti erangan lagu yang menyakitkan.
Yup!!! Risa memang sedang sedih yang bercampur kesal dan mengerang di dalam hatinya.
“Besok mau temani aku casting tidak?”
“Boleh.”
“Yang benar?”
“Iya deh,daripada di rumah terus.”
“Wah,makasih ya,kak.”
***
Esoknya aku menemani adikku ke tempat casting di sebuah ruangan dalam sebuah mal.Aku pun mengikuti adikku memasuki ruangan itu.Betapa tercengangnya saat aku memasuki ruangan itu.
Aku bukanlah siapa-siapa
Ketika malam mengunciku dalam kesunyian
Aku bukanlah siapa-siapa
Kala langit mendung tak berawan
Segala harapan yang tertinggal
Kubuang jauh dalam diam
Takkan lagi kusimpan
Takkan lagi kupendam
>Aku memang bukanlah siapa-siapa
Karena aku bukanlah orang yang pandai merangkai kata
Tuk tunjukkan pada dunia akan makna rasa
Aku memang tak biasa tuk berbicara
Karena aku hanya ingin merasa
Aku sudah cukup bahagia
Dengan segala yang kupunya
Walau bagimu
Aku ini tiada
Karena aku bukanlah siapa-siapa
Permanent link to this post (78 words, estimated 19 secs reading time)
Maya yang kukasihi,
kutulis surat ini pagi segera setelah mataku terbuka. Semalam memang melelahkan. Semoga Tuhan berkenan atas apa yang telah aku lakukan. Kupastikan kau melihat bulan saat kau buka amplop surat ini. Sentuhlah dia. Rasakan hangatnya.
Maya yang kudambakan,
Binatang adalah berkaki empat, mempunyai kepala dan ekor
Binatang bisa mengibas-ngibaskan ekornya
Binatangpun bisa menjilat untuk kehormatannya