KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Kau Nurani

Kehangatan hati meninggi
Darah mendidih deras berlari
Panas, melumat nadi-nadi

Kau,
yang tersemai di ladang hati

Kau,
bersemi di hati tak mau lagi

Jauh engkau pergi
sejuk hati sulit kembali
Malah, panas bertambah
semua gerah

Lama engkau pergi
Darah mengalir tak terkendali

Kau,
bersemayam di mana kini!?

Hati tercobak-cabik, rusak
Kau tempati sudah tak layak

Hati penuh memar luka bakar
Kau menghindar tak terdengar kabar
Padahal, engkau satu-satunya penawar

Sleman, 2007

Tinggalkan Komentar