Kau Nurani
Juli 23rd, 2008 by Khawarizmy
Kehangatan hati meninggi
Darah mendidih deras berlari
Panas, melumat nadi-nadi
Kau,
yang tersemai di ladang hati
Kau,
bersemi di hati tak mau lagi
Jauh engkau pergi
sejuk hati sulit kembali
Malah, panas bertambah
semua gerah
Lama engkau pergi
Darah mengalir tak terkendali
Kau,
bersemayam di mana kini!?
Hati tercobak-cabik, rusak
Kau tempati sudah tak layak
Hati penuh memar luka bakar
Kau menghindar tak terdengar kabar
Padahal, engkau satu-satunya penawar
Sleman, 2007