KolomKita.Com

Ceritakan Pada Dunia

Your Ad Here

Dengan menggunakan mesin pencari ini Anda ikut mendukung keberadaan situs KolomKita.Com. (?)

Google
 

Balik ke kiri yang ada hanya kesesakan , ke kanan pun sama. Tak ada yang tahu mengapa ini terjadi. Tak ada yang tahu atas yang kurasakan. Sangat sakit. Aku tersenyum pada siapapun. Tapi tak ada yang tahu isi hatiku.

Akh sesaknya…

Tak ada yang tau, bahwa sebenarnya didalam dadaku, ada sebuah balok hitam. Kandas tak bisa pergi. Hanya bisa pergi kalau aku memilki kunci itu. Tapi kunci itu telah aku cari di muka bumi ini, tak ketemukan juga. Seolah-olah dia sengaja menghilang. Balok itu hitam, keras dan tepat di daerah jantungku. Jika aku bernapas aku masih merasakan balok itu semakin menguat.

Akh, lelah..

Lalu dimana kunci itu? Iya, kunci itu ada namanya. Kalau tidak salah kunci itu bernama kebahagiaan. Tapi hanya bisa ditemukan olehku karena kata orang setiap orang memilki kebahagiaan. Memiliki kunci masing-masing. Tapi diriku belum menemukannya sehingga diriku masih berjalan dan melewati hari-hariku dengan balok hitam yang keras itu.

Akh, sakitnya…

Kapan aku mendapatkan kunci itu, tak kutahu caranya. Sudah melakukan apapun, tapi tak kunjung mendapatkan kuncinya. Balok ini terlalu berat. Kemana? Kemana lagi ku mencari?

Akh, pasrah…

Balok ini masih di dalam dadaku tiap hari, dia berwarna hitam dan keras, dan aku tak memiliki kuncinya…

One Response to “Sebuah Balok Keras di Hatiku”

  1. on 10 Aug 2008 at 22:46iyasz

    balok itu akan hilang saat kau rela menerima kebahagiaan.. kebahagiaan hanya dapat diraskan bagi mereka yang tulus menerima hidup ini sesuai dengan apa yang telah mereka usahakan dan yang telah ditakdirkan olehNya.. kebahagiaan tak akan dirasakan bila jiwa masih terlalu arogan menerima kenyataan dengan ketulusan yang penuh

Tinggalkan Komentar